home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Fakta Seputar Masa Subur Wanita & Pria yang Penting Diketahui

Fakta Seputar Masa Subur Wanita & Pria yang Penting Diketahui

Mengetahui masa subur serta ovulasi merupakan hal yang perlu diketahui saat merencanakan kehamilan. Ketika mengetahui masa subur, maka Anda pun dapat memprediksi kapan saat tepat untuk berhubungan intim. Apakah yang sebenarnya dimaksud masa subur pada pria dan wanita? Simak pejelasan lengkapnya di bawah ini!

Masa subur pada wanita

masa subur pria wanita

Masa subur merupakan rentang waktu yang bisa Anda pergunakan agar cepat hamil. Hal yang paling umum terjadi, masa subur wanita simulai ketika siklus menstruasi telah selesai.

Pada waktu subur ini juga terdapat jendela subur yang tergantung pada lamanya siklus menstruasi, sehingga setiap wanita mempunyai waktu berbeda-beda.

Dikutip dari Your Fertility, jendela subur merupakan hari ketika sel telur dilepaskan dari ovarium (indung telur) atau biasa disebut sebagai ovulasi.

Maka dari itu, Anda perlu mengetahui bagaimana cara menghitung masa subur. Rata-rata wanita dengan siklus menstruasi normal yaitu 28 hari mengalami masa subur antara hari ke 10 sampai hari ke 17 setelah hari pertama menstruasi terakhir.

Apabila Anda perlu membuat kalender masa subur, salah satu cara mempermudahnya adalah dengan bantuan kalkulator masa subur agar perhitungan lebih tepat.

kalkulator masa subur

Pentingnya berhubungan intim di masa subur

Jika sedang melakukan program hamil, Anda mungkin berpikir untuk melakukan hubungan seks setiap hari dan saat ovulasi. Padahal, tidak mesti seperti itu.

Sperma dapat hidup di saluran reproduksi wanita hingga tiga hari setelah berhubungan seks. Hal yang terpenting adalah mengetahui kapan masa subur Anda.

Masa paling subur wanita adalah lima hari sebelum serta saat ovulasi (pelepasan sel telur). Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan hubungan seks dua hari sebelum ovulasi agar cepat hamil.

Tanda-tanda wanita sedang dalam masa subur

Dikutip dari American Pregnancy Association, tanda-tanda masa subur setiap wanita bervariasi. Bahkan, ada pula kemungkinan tidak mengalami tanda atau ciri apapun

Untuk mengetahui kapan Anda sedang dalam waktu subur, perhatikan tanda-tanda atau ciri-cirinya berikut yang umum terjadi:

1. Alat tes masa subur menunjukkan hasil positif

Salah satu tanda atau ciri dari masa subur adalah alat tes yang Anda gunakan untuk menghitung masa subur menunjukkan hasil positif.

Maka ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan demi mendapatkan momongan.

Namun, perhatikan apabila mempunyai kondisi polycystic ovarian syndrome (PCOS). Bisa saja Anda tetap mendapatkan hasil positif meski tidak mengalami ovulasi.

Bisa dikatakan alat ini mungkin tidak efektif bagi semua orang yang menggunakannya.

2. Lendir serviks seperti putih telur

Tanda-tanda atau ciri-ciri lainnya yang mungkin muncul saat Anda berada pada masa subur adalah kualitas lendir serviks.

Lendir serviks adalah cairan yang keluar dari serviks mendekati masa ovulasi.

Biasanya, cairan vagina yagn keluar masa subur ini memiliki tekstur dan warna yang serupa dengan putih telur. Artinya, cairan vagina ini akan warna cerah dan transparan, lalu basah, licin, dan juga melar.

Lendir serviks ini akan membantu sperma untuk lebih mudah berenang ke dalam rahim dan bertemu dengan sel telur sehingga mempermudah proses pembuahan.

Selain itu, lendir serviks juga membuat penetrasi saat berhubungan intim menjadi lebih mudah dan tidak sakit.

Berikut ini merupakan ciri tekstur lendir pada mulut rahim yang umum terjadi pada banyak wanita di masa subur:

  • Mendekati masa ovulasi: lendir lebih lengket, lebih banyak dikeluarkan, berwarna keruh, seperti keputihan
  • Selama masa ovulasi: lendir basah, licin, elastis, dan transparan, seperti putih telur. Ini biasanya berlangsung 3 atau 4 hari, yaitu saat Anda memiliki kemungkinan besar untuk hamil.
  • Setelah ovulasi: lendir lebih kering dan lebih sedikit keluar.

3. Gairah seks meningkat

Tentu Anda menyadari bahwa pada saat-saat tertentu, gairah seks yang meningkat. Ya, gairah seks yang lebih tinggi dari biasa bisa saja merupakan tanda atau ciri dari masa subur.

Meski mungkin bukan ciri yang akurat, hasrat seks yang lebih besar ini adalah tanda alami dari tubuh Anda.

Artinya, tubuh Anda sebenarnya mengerti kapan waktu yang tepat untuk melakukan hubungan seks.

Pada dasarnya, gairah seks seorang wanita akan meningkat menjelang ovulasi. Tidak hanya itu, wanita juga akan terlihat lebih menarik pada saat itu.

4. Perubahan suhu basal tubuh

Perubahan pada suhu basal tubuh juga bisa menjadi tanda atau ciri yang bisa Anda perhatikan ketika memasuki masa subur.

Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh ketika beristirahat atau tidur. Rata-rata suhu tubuh basal berkisar antara 35,5 – 36,6°C.

Umumnya, suhu tubuh ditentukan berdasarkan kegiatan yang dilakukan, makanan yang dikonsumsi, hormon di dalam tubuh, kebiasaan tidur, dan masih banyak lagi.

Pada saat berovulasi, kadar hormon progesteron di dalam tubuh meningkat. Kadar hormon progesteron yang tinggi menyebabkan temperatur tubuh Anda mengalami peningkatan.

Jika suhu tubuh naik sekitar 0,4-0,8°C dari suhu biasanya, mungkin tubuh sudah melakukan ovulasi dalam 12 sampai 24 jam terakhir.

Saat itu, suhu tubuh Anda membuat rahim siap melepaskan telur yang sudah matang dan siap dibuahi. Maka, setelah masa subur berlalu, suhu tubuh akan lebih rendah.

Tanda-tanda atau ciri masa subur ini mungkin tidak akan terlalu efektif jika Anda terbiasa bekerja pada malam hari atau memiliki jam tidur yang tak menentu.

5. Perubahan posisi leher rahim

Serviks atau leher rahim akan mengalami perubahan saat Anda melalui siklus menstruasi. Perubahan ini menjadi salah satu tanda atau ciri dari masa subur yang Anda alami.

Mengapa? Tepat sebelum terjadinya ovulasi, serviks Anda akan berubah posisi menjadi lebih tinggi. Hal ini membuat Anda merasa kesulitan untuk menggapainya.

Bahkan, saat disentuh, serviks menjadi lebih lembut dan akan sedikit lebih terbuka.

Sebaliknya, saat tidak dalam masa subur, serviks atau leher rahim terletak lebih rendah dan lebih keras apabila disentuh. Di samping itu, serviks akan lebih tertutup.

Apabila belum terbiasa memeriksa serviks, Anda bisa memeriksakan kondisi serviks ke dokter kandungan. Anda mungkin bisa bertanya kepada dokter bagaimana cara memeriksa kondisi serviks secara mandiri di rumah.

6. Payudara terasa nyeri

Rasa nyeri pada payudara juga bisa menjadi tanda-tanda atau ciri-ciri lain bahwa Anda sedang berada dalam masa subur. Kondisi ini biasanya disebabkan perubahan hormon yang terjadi saat ovulasi.

Sama dengan ciri lainnya yang bisa menjadi penanda dalam masa subur, kondisi ini tidak bisa menunjukkan secara jelas kapan Anda akan mengalami ovulasi.

7. Sakit ovulasi

Pernahkah Anda mendengar sakit ovulasi atau mittelschmerz? Sakit ini biasanya ditandai dengan rasa sakit yang amat kuat seperti ditusuk pada bagian bawah perut Anda.

Biasanya tanda atau ciri masa subur ini muncul tanpa sebab dan secara tiba-tiba. Jika rasa sakit itu muncul di tengah siklus, maka itulah yang disebut dengan mittelschmerz atau sakit ovulasi.

Ini adalah salah satu tanda-tanda atau ciri terakhir yang mungkin bisa diidentifikasi saat memasuki waktu subur.

Rasa sakit ovulasi ini bisa saja dialami setiap bulan, tetapi tidak pada semua wanita. Lalu, mungkin akan membuat Anda tidak bisa melakukan hubungan seksual saat masa paling subur.

Di samping itu, kondisi ini bisa jadi pertanda dari endometriosis. Maka dari itu, Anda harus segera memberitahu dokter jika Anda mengalaminya.

Masa subur pada pria

Di kalangan awam, kebanyakan orang hanya menganggap masalah kesuburan adalah urusan perempuan. Padahal pria juga memiliki masa subur yang akan menentukan sukses atau tidak suksesnya program hamil.

Dalam jurnal Chronobiology International disebutkan bahwa kondisi air mani di pagi hari, tepatnya sebelum jam 7.30 pagi, merupakan kualitas sperma terbaik dibanding waktu lainnya.

Sperma hasil ejakulasi bisa bertahan di dinding rahim wanita sekitar dua sampai tiga hari. Semakin banyak sperma yang keluar, kemungkinan bertahan di dinding rahim juga semakin besar.

Kualitas sperma dalam tubuh seorang pria tidak selalu sama dari waktu ke waktu. Tapi secara garis besar, kualitas terbaik bisa didapatkan pada rentang masa subur, yaitu antara 25-40 tahun.

Maka dari itu, kesuburan pria umumnya menurun pada usia 40-45 tahun ketika kualitas sperma menurun.

Ada beberapa hal yang memengaruhi masa subur pria, yaitu:

  • Merokok.
  • Berat badan berlebih.
  • Banyak pikiran sehingga menjadi stres.
  • Aktif mengonsumsi alkohol.
  • Terlalu sering berada di ruangan yang panas.
  • Duduk terlalu lama.
  • Aktivitas fisik melelahkan sehingga menekan testis dan penis.
  • Obat-obatan yang membuat ketidakseimbangan hormon, saluran sperma tidak berfungsi dengan baik, sampai tumor.
  • Sering terpapar beberapa kandungan kimia berbahaya, seperti benzene, pestisida, dan herbisida.

Tanda-tanda pria sedang dalam masa subur

Berbeda dengan wanita, pria tidak mempunyai tanda-tanda atau ciri ciri spesifik pada siklus masa subur .

Hal ini karena sperma terus terbentuk, disimpan dalam testis, dan siap digunakan kapan saja.

Namun, ada kondisi yang bisa diperhatikan seperti bagaimana air mani pria di pagi hari. Dalam sebuah studi disebutkan bahwa kualitas sperma terbaik adalah pada waktu tersebut.

Maka dari itu, yang harus diperhatikan oleh pria adalah menjaga gaya hidup sebaik mungkin sehingga kualitas sperma pun tidak menurun.

Apabila dalam jangka waktu tertentu Anda dan pasangan belum mengalami perubahan, maka yang bisa dilakukan adalah mencoba tes kesuburan.

Masalah seputar masa subur

kesuburan wanita

Ada beberapa alasan yang membuat wanita mengalami masalah pada masa ovulasi atau masa subur, yaitu:

1. Masalah berat badan

American Society for Reproductive Medicine menjelaskan bahwa wanita yang memiliki berat badan rendah cenderung memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur.

Begitu pula dengan wanita dengan berat badan berlebih yang dapat menyebabkan letidakseimbangan hormonal pada tubuh.

2. Polycystic Ovarian Syndrome

Polycystic Ovarian Syndrome atau PCOS merupakan penyebab utama ketidaksuburan pada wanita. PCOS adalah kondisi pembesaran ovarium yang disertai kista kecil berisi cairan.

Kondisi ini bisa menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan mengganggu kesuburan. Gejala lain dari PCOS ini adalah resistensi insulin, obesitas, pertumbuhan rambut yang tidak normal, juga jerawat.

3. Disfungsi hipotalamus

Kondisi ini terjadi ketika adanya hormon yang merangsang gangguan masa subur juga ovulasi. Penyebab disfungsi hipotalamus adalah stres fisik atau emosional berlebihan, berat badan sangat rendah atau justru tinggi.

Tidak hanya itu saja, olahraga terlalu berlebihan juga bisa merangsang disfungsi hipotalamus.

4. Insufisiensi ovarium prematur

Ini terjadi ketika produksi sel telur berhenti sebelum waktunya karena penurunan hormon estrogen.

Masalah kesuburan ini bisa disebabkan oleh penyakit autoimun, kelainan genetik, atau racun lingkungan. Biasanya, ini terjadi pada wanita sebelum usia 40 tahun.

5. Kelebihan prolaktin atau hiperprolaktinemia

Kondisi ini dipengaruhi oleh penggunaan obat-obatan atau kelainan kelenjar hipofisis.

Kelenjar yang berperan sebagai produsen hormon tertentu dan bertindak sebagai pengendali beberbagai aspek tubuh manusia.

Hal ini pula yang membuat jumlah prolaktin wanita berlebihan sehingga memengaruhi waktu subur yang seharusnya.

Kelebihan prolaktin ini bisa menurunkan hormon estrogen. Meski begitu, kasus ini sangat jarang terjadi dan terbilang kasus langka.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is Ovulation? – American Pregnancy Association. (2012). Retrieved 3 August 2020, from https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/understanding-ovulation/

Right Time For Sex , When Do You Ovulate ? | Your Fertility. (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.yourfertility.org.au/everyone/timing

How Health Conditions Affects Your Fertility | Your Fertility. (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.yourfertility.org.au/everyone/health-medical

Ovulation and fertility . (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.tommys.org/pregnancy-information/planning-pregnancy/how-get-pregnant/ovulation-and-fertility

Timing of Sexual Intercourse in Relation to Ovulation — Effects on the Probability of Conception, Survival of the Pregnancy, and Sex of the Baby | NEJM. (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/nejm199512073332301

How Age Matters For Your Fertility | Your Fertility. (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.yourfertility.org.au/everyone/age

Healthy sperm: Improving your fertility. (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/fertility/art-20047584

Optimizing Male Fertility . (2020). Retrieved 3 August 2020, from https://www.reproductivefacts.org/news-and-publications/patient-fact-sheets-and-booklets/documents/fact-sheets-and-info-booklets/optimizing-male-fertility/

Isiah D Harris, R. (2011). Fertility and the Aging Male. Reviews In Urology, 13(4), e184. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3253726/

Signs and Symptoms of Ovulation. (2012). Retrieved 24 July 2020, from https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/signs-of-ovulation/

Right Time For Sex , When Do You Ovulate ? | Your Fertility. (2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.yourfertility.org.au/everyone/timing

Ovulation Signs. (2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.pregnancybirthbaby.org.au/ovulation-signs

When are women & men most fertile? » British Fertility Society . (2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.britishfertilitysociety.org.uk/fei/when-are-women-men-most-fertile/

Male Fertility Predictor. (2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.qfg.com.au/trying-to-conceive/male-fertility/male-fertility-predictor

Tommy’s – How to improve male fertility. (2020). Retrieved 24 July 2020, from https://www.tommys.org/pregnancy-information/planning-pregnancy/are-you-ready-conceive/how-improve-male-fertility

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 10/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x