Apa Bedanya Batu Ginjal dan Batu Empedu?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 12/12/2017
Bagikan sekarang

Mengeluarkan batu dari dalam tubuh mungkin terdengar aneh. Namun, ada dua penyakit bisa menyebabkan hal itu terjadi, yaitu penyakit batu ginjal dan batu empedu. Meski sama-sama menghasilkan batu, kedua penyakit tersebut merupakan penyakit yang berbeda. Apa saja perbedaan antara batu ginjal dengan batu empedu?

Sekilas mengenai ginjal dan kantong empedu

Secara sederhana, fungsi ginjal adalah untuk menyaring darah dan juga menghasilkan urine (air kencing). Sedangkan kantong empedu menyimpan empedu yang dihasilkan oleh hati, yang membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak. Kedua organ ini sama-sama menghasilkan batu jika ada gangguan terhadap kerja kedua organ tersebut.

Apa saja perbedaan batu ginjal dengan batu empedu?

1. Zat pembentuk batu ginjal dan batu empedu

Batu ginjal terbuat dari kumpulan kristal kecil dari mineral, kalsium, oksalat, dan asam urat. Sedangkan batu empedu terbuat endapan kolesterol yang terbentuk pada kantong empedu. Batu-batu tersebut bisa berukuran seperti batu-batu pasir dan jumlahnya bisa satu maupun lebih.

2. Proses terjadinya batu ginjal dan batu empedu

Batu ginjal terbuat ketika ginjal kekurangan cairan untuk memproses mineral secara normal. Tanpa cairan yang cukup, ginjal tidak akan bisa mengolah penumpukan mineral secara efisien sehingga batu akan terbentuk, sedangkan batu empedu terbentuk ketika kantong empedu mengandung banyak kolesterol atau bilirubin.

3. Siapa yang lebih rentan kena dua penyakit ini?

Kedua penyakit ini bisa terjadi pada orang-orang yang memiliki obesitas. Namun, batu ginjal lebih cenderung terjadi pada pria, sedangkan batu empedu cenderung terjadi pada wanita.

4. Gejala yang muncul

Dilansir dari Medical Daily, pada batu ginjal biasanya banyak gejala yang muncul saat batu melewati ureter. Rasa sakit bisa berubah dalam intensitas saat batu melewati ureter. Gejala batu ginjal antara lain:

  • Nyeri parah di bawah tulang rusuk
  • Nyeri di perut bagian bawah dan pangkal paha
  • Buang air kecil terasa sakit dan terjadi secara terus menerus
  • Urine berwarna pink, merah, atau cokelat dan berbau. Dalam kasus tertentu, ahkan urine bisa berdarah
  • Mual
  • Demam dan menggigil

Sedangkan pada batu empedu, tidak mengalami banyak gejala kecuali batu tersebut menyebabkan penyumbatan pada saluran. Rasa sakit bisa berlangsung beberapa menit atau beberapa jam. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin Anda alami dalam kasus ini:

  • Nyeri tiba-tiba di perut kanan atas Anda
  • Tiba-tiba muncul rasa sakit tepat di bawah tulang dada Anda
  • Sakit punggung
  • Nyeri di bahu kanan

5. Pengobatan yang dilakukan

Untuk mengobati batu ginjal, biasanya dokter akan merekomendasikan pasien untuk memperbanyak minum air putih. Air yang diminum tersebut akan mendorong batu keluar. Dokter tentu akan memberikan obat antinyeri agar rasa sakit berkurang saat batu melewati ureter untuk keluar. Namun, bila sakit sudah terlalu parah maka akan dilakukan operasi lithotripsy, yaitu prosedur medis yang dilakukan untuk mengangkat batu yang menghalangi saluran kemih.

Mengobati batu empedu berbeda dengan batu ginjal. Apalagi bila pasien tidak mengalami gejala, maka harus dilakukan operasi. Kolesistomi laparoskopi merupakan prosedur medis paling umum untuk mengeluarkan kantong empedu. Operasi ini juga dilakukan sekaligus untuk membersihkan kantong empedu.

6. Pencegahan yang dilakukan

Batu ginjal dapat dicegah dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi, yaitu kebutuhan air dalam tubuh tercukupi. Selain itu, hindari makanan yang memiliki kadar oksalat tinggi.

Sedangkan batu empedu dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan sehat dan kaya akan serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Kemudian, hindari makanan yang berlemak atau memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Menjaga berat badan dengan melakukan diet sehat juga dapat menurunkan risiko terjadinya batu empedu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Tak heran jika kale kini naik daun di kalangan para pecinta kesehatan. Sayuran hijau ini mengandung segudang manfaat, termasuk untuk kanker payudara.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi, Hidup Sehat 28/05/2020

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Mau punya berat badan ideal? Diet sehat jawabannya. Namun, agar diet yang Anda lakukan tidak sia-sia, simak dulu panduan lengkap berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

Pilihan Obat untuk Menghancurkan Batu Empedu

Minum obat adalah salah satu perawatan batu empedu. Namun, obat apa saja yang bisa jadi penghancur batu empedu? Baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji

Direkomendasikan untuk Anda

warna rambut

Warna Rambut Sesuai Karakteristik Diri, yang Manakah Anda?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020
gerimis bikin sakit

Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 31/05/2020

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020