Apa Bedanya Batu Ginjal dan Batu Empedu?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Mengeluarkan batu dari dalam tubuh mungkin terdengar aneh. Namun, ada dua penyakit bisa menyebabkan hal itu terjadi, yaitu penyakit batu ginjal dan batu empedu. Meski sama-sama menghasilkan batu, kedua penyakit tersebut merupakan penyakit yang berbeda. Apa saja perbedaan antara batu ginjal dengan batu empedu?

Sekilas mengenai ginjal dan kantong empedu

Secara sederhana, fungsi ginjal adalah untuk menyaring darah dan juga menghasilkan urine (air kencing). Sedangkan kantong empedu menyimpan empedu yang dihasilkan oleh hati, yang membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak. Kedua organ ini sama-sama menghasilkan batu jika ada gangguan terhadap kerja kedua organ tersebut.

Apa saja perbedaan batu ginjal dengan batu empedu?

1. Zat pembentuk batu ginjal dan batu empedu

Batu ginjal terbuat dari kumpulan kristal kecil dari mineral, kalsium, oksalat, dan asam urat. Sedangkan batu empedu terbuat endapan kolesterol yang terbentuk pada kantong empedu. Batu-batu tersebut bisa berukuran seperti batu-batu pasir dan jumlahnya bisa satu maupun lebih.

2. Proses terjadinya batu ginjal dan batu empedu

Batu ginjal terbuat ketika ginjal kekurangan cairan untuk memproses mineral secara normal. Tanpa cairan yang cukup, ginjal tidak akan bisa mengolah penumpukan mineral secara efisien sehingga batu akan terbentuk, sedangkan batu empedu terbentuk ketika kantong empedu mengandung banyak kolesterol atau bilirubin.

3. Siapa yang lebih rentan kena dua penyakit ini?

Kedua penyakit ini bisa terjadi pada orang-orang yang memiliki obesitas. Namun, batu ginjal lebih cenderung terjadi pada pria, sedangkan batu empedu cenderung terjadi pada wanita.

4. Gejala yang muncul

Dilansir dari Medical Daily, pada batu ginjal biasanya banyak gejala yang muncul saat batu melewati ureter. Rasa sakit bisa berubah dalam intensitas saat batu melewati ureter. Gejala batu ginjal antara lain:

  • Nyeri parah di bawah tulang rusuk
  • Nyeri di perut bagian bawah dan pangkal paha
  • Buang air kecil terasa sakit dan terjadi secara terus menerus
  • Urine berwarna pink, merah, atau cokelat dan berbau. Dalam kasus tertentu, ahkan urine bisa berdarah
  • Mual
  • Demam dan menggigil

Sedangkan pada batu empedu, tidak mengalami banyak gejala kecuali batu tersebut menyebabkan penyumbatan pada saluran. Rasa sakit bisa berlangsung beberapa menit atau beberapa jam. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin Anda alami dalam kasus ini:

  • Nyeri tiba-tiba di perut kanan atas Anda
  • Tiba-tiba muncul rasa sakit tepat di bawah tulang dada Anda
  • Sakit punggung
  • Nyeri di bahu kanan

5. Pengobatan yang dilakukan

Untuk mengobati batu ginjal, biasanya dokter akan merekomendasikan pasien untuk memperbanyak minum air putih. Air yang diminum tersebut akan mendorong batu keluar. Dokter tentu akan memberikan obat antinyeri agar rasa sakit berkurang saat batu melewati ureter untuk keluar. Namun, bila sakit sudah terlalu parah maka akan dilakukan operasi lithotripsy, yaitu prosedur medis yang dilakukan untuk mengangkat batu yang menghalangi saluran kemih.

Mengobati batu empedu berbeda dengan batu ginjal. Apalagi bila pasien tidak mengalami gejala, maka harus dilakukan operasi. Kolesistomi laparoskopi merupakan prosedur medis paling umum untuk mengeluarkan kantong empedu. Operasi ini juga dilakukan sekaligus untuk membersihkan kantong empedu.

6. Pencegahan yang dilakukan

Batu ginjal dapat dicegah dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi, yaitu kebutuhan air dalam tubuh tercukupi. Selain itu, hindari makanan yang memiliki kadar oksalat tinggi.

Sedangkan batu empedu dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan sehat dan kaya akan serat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran. Kemudian, hindari makanan yang berlemak atau memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Menjaga berat badan dengan melakukan diet sehat juga dapat menurunkan risiko terjadinya batu empedu.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca