home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

7 Gejala Batu Ginjal yang Mudah Anda Kenali

7 Gejala Batu Ginjal yang Mudah Anda Kenali

Batu ginjal adalah endapan padat yang terbentuk dari mineral dan bahan kimia lainnya dalam urine. Jika tidak diatasi dengan baik, batu ginjal dapat menyumbat aliran kemih dan menyebabkan infeksi hingga penyakit ginjal lainnya. Oleh sebab itu, mengenali apa saja tanda dan gejala batu ginjal penting agar Anda mendapatkan perawatan sedini mungkin.

Tanda dan gejala batu ginjal

Kebanyakan orang yang mengalami masalah batu ginjal mereka tidak memperlihatkan gejala. Pasalnya, setiap orang memiliki ukuran batu ginjal yang bervariasi. Ada beberapa orang yang memiliki batu dengan ukuran sekecil butir pasir, tetapi tidak sedikit pula yang berukuran sebesar bola golf.

Umumnya, semakin besar ukuran, semakin banyak tanda dan gejala yang dialami penderita batu ginjal. Berikut ada beberapa tanda-tanda penyakit batu ginjal, dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease.

1. Nyeri di beberapa bagian tubuh

obat penghancur batu ginjal

Salah satu gejala batu ginjal yang sering dialami oleh penderitanya adalah nyeri di beberapa bagian tubuh, terutama pada pinggang dan punggung. Namun, kebanyakan orang mungkin merasa bingung membedakan antara sakit punggung biasa dengan tanda sakit batu ginjal.

Berbeda dengan nyeri punggung yang biasa terjadi di punggung bagian bawah, nyeri yang diakibatkan batu ginjal terletak pada punggung bagian lebih atas. Hal ini dikarenakan lokasi ginjal berada di sisi kanan dan kiri bawah tulang rusuk bagian belakang.

Selain itu, batu ginjal juga dapat menyebabkan sakit pinggang dan bagian bawah tulang rusuk dan kanan atau kiri tulang belakang. Bahkan, gejala ini juga bisa menjalar ke bagian tubuh lainnya, seperti perut dan selangkangan.

Kondisi ini dapat terjadi mengingat batu ginjal dengan ukuran yang besar turun ke ureter dan keluar dari tubuh lewat urine. Peristiwa tersebut tentu bisa menyebabkan rasa sakit, bukan?

Perasaan sakit ini juga membuat penderita batu ginjal sulit menemukan posisi yang nyaman. Jika rasa sakit tidak kunjung mereda setelah mengubah posisi, ada kemungkinan hal ini adalah tanda dari batu ginjal.

Pada kebanyakan kasus rasa nyeri akibat batu ginjal datang silih berganti dan tingkat keparahannya juga bervariasi. Rasa sakit ini juga dapat berlangsung setidaknya 20 menit atau selama satu jam.

2. Kencing berdarah

Normalnya, orang sehat akan mengeluarkan urine berwarna bening atau kuning. Namun, hal ini tidak berlaku pada penderita batu ginjal. Perubahan warna urine yang menyerupai warna darah bisa menjadi salah satu gejala batu ginjal.

Terlebih lagi, ketika Anda mendapati warna air kencing berubah menjadi merah terang, merah muda, atau kecoklatan. Artinya, Anda mengalami kondisi yang disebut sebagai hematuria.

Hematuria adalah kondisi ketika adanya sel darah merah dalam urine dan sering terjadi pada penderita batu ginjal. Kencing berdarah dapat terjadi akibat luka yang disebabkan batu ginjal ketika melewati saluran kencing atau ureter.

Batu ginjal dapat menyebabkan luka dan iritasi pada ureter dan biasanya darah akan ikut keluar ketika Anda buang air kecil. Beberapa orang mungkin akan mengeluarkan urine berwarna merah yang berbeda-beda. Hal ini dapat terjadi karena tergantung pada beratnya perdarahan. Oleh sebab itu, darah dalam urine adalah gejala sakit batu ginjal yang cukup serius.

3. Harus segera buang air kecil

vagina sakit saat kencing

Sulit menahan buang air kecil lebih sering daripada biasanya bisa menjadi gejala dari batu ginjal. Kondisi ini bisa menjadi pertanda bahwa batu sedang mengalami perpindahan ke bagian bawah saluran kemih.

Maka dari itu, Anda mungkin sering merasa ingin terus ke toilet sepanjang hari. Bahkan, perasaan buang air kecil tersebut terkadang tidak dapat ditahan hingga membuat seseorang mengompol.

4. Kencing berbusa

Jika Anda mendapati urine berbusa dan berwarna keruh, sebaiknya konsultasikan ke dokter karena bisa jadi kondisi ini adalah gejala dari sakit batu ginjal. Kencing berbusa terjadi akibat adanya infeksi saluran kemih karena serpihan dari batu ginjal.

Infeksi saluran kemih akibat batu ginjal tidak hanya ditandai dengan kencing berbusa, melainkan juga urine jauh lebih bau daripada biasanya. Bau tersebut ternyata berasal dari bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih dan adanya perubahan pada konsentrasi urine.

5. Nyeri saat buang air kecil

Pernahkah Anda mengalami nyeri saat buang air kecil? Jika iya, ada kemungkinan Anda tengah mengalami gejala dari penyakit batu ginjal. Tanda batu ginjal yang satu ini juga dikenal dalam dunia medis sebagai disuria.

Disuria akibat batu ginjal terjadi karena batu dapat mengalir hingga ke saluran kemih. Jika penderitanya buang air kecil, batu-batu tersebut akan ikut keluar dan beberapa diantaranya akan menyebabkan rasa sakit tergantung ukurannya.

6. Sulit buang air kecil

Setelah berhasil mengatasi perasaan ingin segera buang air dan ternyata urine yang dikeluarkan sedikit, artinya Anda mungkin mengalami gejala batu ginjal lainnya. Lantas, apa hubungannya kesulitan buang air kecil dengan tanda batu ginjal di tubuh?

Batu ginjal terkadang dapat mengganggu ‘kebiasaan’ Anda buang air kecil. Pasalnya, batu dapat berpindah ke tabung yang mengarah dari ginjal ke kandung kemih. Akibatnya, saluran kemih tersumbat dan membuat Anda sulit buang air kecil.

7. Mual dan muntah

mual setelah berhubungan intim

Perasaan mual hingga memuntahkan isi perut ternyata termasuk gejala yang cukup umum terjadi pada penderita batu ginjal, terutama pada wanita. Mual dan muntah ternyata terjadi akibat adanya hubungan saraf dengan ginjal dan saluran pencernaan.

Batu ginjal yang semakin membesar dapat memicu saraf di saluran pencernaan dan berdampak besar terhadap isi perut Anda. Selain itu, mual dan muntah juga bisa menjadi respons tubuh terhadap rasa sakit akibat batu ginjal.

Ada beberapa tanda dan gejala penyakit batu ginjal yang mungkin tidak disebutkan. Jika Anda khawatir, segera periksakan diri ke dokter, terutama ketika tubuh meriang dan disertai rasa sakit di beberapa bagian tubuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kidney stones. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 22 May 2017, from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/symptoms-causes/dxc-20319562

Fritz, A. 10 Signs Your Back Pain Could be A Kidney Stone. Keck Medicine of USC. Retrieved 14 July 2020, from https://www.keckmedicine.org/10-signs-your-back-pain-could-be-a-kidney-stone/

Hematuria: blood in urine. (2017). University of Iowa Hospitals & Clinics. Retrieved 14 July 2020, from https://uihc.org/health-topics/hematuria-blood-urine

Symptoms & Cause of Kidney Stones. (2017). National Institution of Diabetes and Digestive and Kidney Disease. Retrieved 14 July 2020, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/kidney-stones/symptoms-causes

Uric Acid Stone. (2016). Cleveland Clinic. Retrieved 14 July 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16378-uric-acid-stones

What are kidney stones? And how do they contribute to incontinence? (2018). National Association of Incontinence. Retrieved 14 July 2020, from https://www.nafc.org/bhealth-blog/what-are-kidney-stones-and-how-do-they-contribute-to-incontinence

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Yuliati Iswandiari Diperbarui 26/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x