home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Penyebab dan Faktor Risiko Batu Ginjal Berdasarkan Jenisnya

Penyebab dan Faktor Risiko Batu Ginjal Berdasarkan Jenisnya

Kebanyakan kasus batu ginjal tidak memiliki penyebab yang pasti. Namun, ada beberapa faktor penyebab yang diduga dapat menjadi pemicu terbentuknya batu ginjal. Beberapa kondisi bahkan bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini.

Yuk, kenali bagaimana batu ginjal dapat terbentuk dan mengapa bisa membuat seseorang merasakan sakit yang begitu parah.

Penyebab batu ginjal

Batu ginjal adalah endapan yang terbentuk ketika kandungan mineral pembentuk kristal dalam urine lebih banyak dibandingkan cairan pengencer. Kondisi ketika urine kekurangan zat yang dapat mencegah pembentukan kristal itu mendukung pembentukan batu ginjal.

Anda bisa saja memiliki masalah batu ginjal ini selama bertahun-tahun tanpa menyadarinya karena gejala batu ginjal seringkali tidak terlihat. Oleh sebab itu, mengenali apa saja penyebab penyakit ini berdasarkan jenisnya menjadi penting.

1. Batu kalsium

batu ginjal dan batu empedu

Salah satu jenis batu yang menjadi penyebab seseorang mengalami batu ginjal adalah batu kalsium, hal ini cukup umum terjadi. Batu kalsium dapat terbentuk akibat terlalu banyak kalsium oksalat dalam urine.

Kalsium oksalat adalah senyawa alami yang biasa ditemukan dalam buah dan sayuran seperti bayam dan tomat. Oksalat juga biasanya terdapat di kacang-kacangan dan cokelat. Jika urine terlalu banyak mengandung oksalat daripada cairannya, hal ini bisa memicu pembentukan batu ginjal.

Tak heran jika ada orang berkata terlalu banyak makan bayam dapat menjadi penyebab sakit ginjal. Bayam memang salah satu sayuran yang mengandung banyak kalsium oksalat. Meski begitu, mengonsumsi satu porsi bayam tidak serta menimbulkan batu ginjal.

Dalam 100 gram sayur bayar diperkirakan hanya mengandung 0,97 gram kalsium oksalat. Sementara ambang batas kalsium oksalat dalam tubuh yang dapat menyebabkan batu ginjal adalah 5 gram.

Oleh sebab itu, selama Anda tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung oksalat maka makanan tersebut tidak akan membahayakan tubuh.

2. Batu struvit

Selain kalsium, batu struvit juga bisa menjadi penyebab penyakit batu ginjal. Struvit tidak diproduksi oleh ginjal, zat ini disebabkan oleh bakteri yang biasanya berasal dari tanah.

Jika Anda penggemar makanan mentah, mungkin perlu berhati-hati karena beberapa di antaranya mengandung bakteri pembentuk struvit. Bagaimana bisa terjadi?

Makanan yang tidak dimasak dengan matang kemungkinan masih mengandung bakteri. Bakteri tersebut bisa masuk ke saluran kemih, terutama pada wanita yang memiliki uretra lebih pendek.

Urine yang telah terisi dengan urea ternyata bisa dipecah menjadi amonia akibat adanya bakteri tanah yang masuk saluran kemih. Hal ini yang ternyata bisa membentuk batu struvit.

Infeksi saluran kemih pun tidak dapat dihindari karena merupakan respons tubuh akan keberadaan bakteri. Bahkan, bakteri yang menghasilkan struvit juga dapat menginfeksi batu kalsium dan menciptakan batu campuran.

3. Batu asam urat

batu ginjal

Jenis yang satu ini lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. Batu asam urat terbentuk ketika kadar asam urat dalam urine terlalu tinggi atau pH urine terlalu asam (di bawah 5,5).

Sebagai salah satu penyebab dari penyakit batu ginjal, ada beberapa hal yang meningkatkan tingkat keasaman urine hingga membentuk batu asam urat. Salah satunya adalah konsumsi makanan yang mengandung purin terlalu banyak.

Purin dapat ditemukan pada protein hewani, seperti daging sapi, unggas, babi, dan ikan. Jika Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan tersebut, asam urat dapat menumpuk di urine. Akibatnya, penumpukan asam urat pun terjadi dan membentuk batu atau tercampur dengan kalsium.

Selain diet tinggi protein dan purin, ada beberapa faktor lainnya yang membuat seseorang berisiko mengembangkan batu asam urat, yaitu:

  • riwayat penyakit asam urat (encok) dalam keluarga,
  • penderita diabetes dan obesitas, serta
  • pernah menjalani kemoterapi.

4. Batu sistin

Batu sistin adalah jenis batu yang terbentuk dari bahan kimia yang disebut sistin dan dihasilkan dari kondisi bernama sistinuria. Dikutip dari Cleveland Clinic, sistinuria adalah kondisi bawaan yang menyebabkan sistin kimia, yaitu asam amino dalam tubuh, menumpuk di urine.

Penumpukan sistin di dalam urine ini akhirnya bisa menjadi penyebab batu ginjal terbentuk. Berbeda dengan ketiga jenis sebelumnya, batu sistin hanya dapat terjadi pada orang yang memiliki anggota keluarga yang menderita sistinuria.

Faktor risiko sakit batu ginjal

Keempat jenis penyebab batu ginjal di atas sebenarnya memperlihatkan bahwa ada kondisi lain yang dapat meningkatkan risiko pembentukan batu, yaitu sebagai berikut.

1. Riwayat penyakit dalam keluarga

Penyakit ini akan lebih mudah terjadi saat Anda memiliki riwayat keluarga serupa. Anda cenderung berisiko mengalami kondisi ini jika ada orang tua atau saudara kandung yang memiliki kondisi batu ginjal.

Selain itu, jika pernah mengalami batu ginjal satu atau dua kali, maka Anda juga lebih berisiko mengalaminya kembali.

2. Tubuh kekurangan cairan

dehidrasi saat puasa

Penyebab lain mengapa Anda lebih berisiko adalah tubuh kekurangan cairan. Setiap orang perlu memenuhi kebutuhan cairan harian mereka, terutama bagi mereka yang mudah berkeringat.

Jika hal ini terjadi pada Anda, cairan urine yang dikeluarkan akan lebih sedikit dibandingkan biasanya. Akibatnya, senyawa kimia yang seharusnya dikeluarkan lewat urine justru menumpuk dan membentuk batu ginjal.

3. Menjalani pola makan atau minum tertentu

Siapa sangka, melakukan pola makan atau minum (diet) yang selama ini Anda pikir akan menyehatkan, malah bisa menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko batu ginjal?

Contohnya konsumsi terlalu banyak makanan tinggi garam dan natrium yang bisa menjadi penyebab batu ginjal. Diet tinggi garam dapat memperbanyak jumlah kalsium yang harus diolah oleh ginjal. Akibatnya, kalsium yang berlebih ini berisiko menciptakan batu ginjal yang dapat menyumbat saluran kemih Anda.

Selain itu, sering minum minuman bersoda ternyata juga bisa membentuk batu ginjal. Dibandingkan dengan air putih yang mudah diproses oleh ginjal, minuman bersoda mengandung senyawa tambahan yang membuat kerja ginjal lebih berat.

Fruktosa (pemanis buatan) dan asam fosfat adalah dua senyawa dari sekian banyak zat tambahan yang dapat membentuk gumpalan batuan kalsium. Jika hal ini terjadi, batuan kalsium dapat menimbulkan masalah pada saluran kencing Anda.

4. Masalah pencernaan tertentu

Bagi Anda yang tengah mengalami masalah pencernaan, seperti diare, mungkin perlu berhati-hati. Pasalnya, diare bisa menjadi penyebab seseorang lebih berisiko terkena penyakit ini.

Pada saat seseorang mengalami diare, tubuh akan kehilangan sejumlah cairan dari tubuh dan menurunkan volume air kencing. Selain itu, tubuh Anda juga akan menyerap kalsium oksalat terlalu banyak dari usus, sehingga membuang oksalat lebih banyak dalam urine.

5. Penggunaan obat tertentu

Pada dasarnya, sesuatu yang berlebihan tentu tidak bagi kesehatan tubuh, termasuk konsumsi obat dan suplemen. Beberapa obat dan suplemen kalsium dan vitamin C ternyata bisa meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

Maka dari itu, usahakan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum memakai obat atau suplemen tertentu. Pasalnya, zat yang ada di dalam obat bisa memengaruhi proses pembentukan batu ginjal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Saldana TM, Basso O, Darden R, Sandler DP. Carbonated Beverages and Chronic Kidney Disease. Epidemiology. 2007 July ; 18(4): 501-6.

Han, H., Segal, A. M., Seifter, J. L., & Dwyer, J. T. (2015). Nutritional Management of Kidney Stones (Nephrolithiasis). Clinical nutrition research, 4(3), 137–152. https://doi.org/10.7762/cnr.2015.4.3.137. Retrieved 14 July 2020. 

Pendick, D. (2013). 5 steps for preventing kidney stones. Retrieved 4 September 2019, from https://www.health.harvard.edu/blog/5-steps-for-preventing-kidney-stones-201310046721

Calcium oxalate stones. National Kidney Foundation. Retrieved 14 July 2020, from https://www.kidney.org/atoz/content/calcium-oxalate-stone

Coe, F. Kidney Stone Types. The University of Chicago. Retrieved 14 July 2020, from https://kidneystones.uchicago.edu/kidney-stone-types/

Kidney Stones. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 14 July 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-stones/symptoms-causes/syc-20355755

Uric Acid Stones. (2016). Cleveland Clinic. Retrieved 14 July 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16378-uric-acid-stones

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Monika Nanda Diperbarui 31/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x