Nama Generik: Ketumbar Reviews:

Manfaat

Untuk apa ketumbar?

Ketumbar digunakan untuk masalah pencernaan termasuk sakit perut, kehilangan nafsu makan, hernia, mual, diare, kejang usus, dan gas usus. Herbal ini juga digunakan untuk mengobati campak, wasir, sakit gigi, cacing, dan nyeri sendi, serta infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Beberapa wanita menyusui menggunakan ketumbar untuk meningkatkan produksi ASI. Dalam makanan, ketumbar digunakan sebagai bumbu kuliner dan untuk mencegah keracunan makanan. Dalam manufaktur, ketumbar digunakan sebagai agen penyedap dalam obat-obatan dan tembakau dan sebagai aroma dalam kosmetik dan sabun.

Bagaimana cara kerjanya?

Tidak ada penelitian yang cukup mengenai bagaimana cara kerja suplemen herbal ini. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter Anda untuk informasi lebih lanjut. Namun, ada beberapa penelitian yang menunjukkan adanya agen anti-lipid dan anti-diabetes dalam ketumbar. Fungsi antibakteri yang signifikan, seperti yang diperlihatkan dengan menggunakan metode difusi agar, bisa dapatkan dari minyak ketumbar (essential oil).

Dosis

Informasi yang disediakan di bawah ini bukanlah pengganti rekomendasi medis. Selalu konsultasikan dengan herbalis atau dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini.

Berapa dosis yang biasa digunakan untuk ketumbar untuk orang dewasa?

Dosis untuk ketumbar tergantung pada bentuk ketumbar tersebut:

  • rebusan: 2 sendok teh hancurkan ramuan dalam 150 ml air mendidih, diamkan 15 menit, saring, minum 8 oz sebelum makan
  • tincture: 10-20 tetes setelah makan
  • semua ramuan: 3 g / hari dalam dosis yang terbagi

 

Dosis dari suplemen herbal dapat berbeda pada tiap pasien. Dosis yang Anda perlukan tergantung pada usia, kesehatan, dan beberapa kondisi lain. Suplemen herbal tidak selalu aman untuk dikonsumsi. Diskusikan dengan ahli herbal atau dokter untuk dosis yang cocok untuk Anda.

Dalam bentuk apa saja ketumbar tersedia?

Suplemen herbal ini dapat tersedia dalam bentuk dan dosis sebagai berikut: ekstrak kasar, sirup, dan bentuk aslinya.

 

Efek Samping

Apa efek samping yang dapat ditimbulkan oleh ketumbar?

Ketumbar dapat menyebabkan beberapa efek samping termasuk:

  • mual, muntah, anoreksia, tumor hati berlemak
  • reaksi hipersensitivitas, anafilaksis

 

Tak semua orang mengalami efek samping berikut ini. Mungkin saja ada efek samping lain yang tidak dicantumkan di sini. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang efek samping tertentu, harap berkonsultasi dengan ahli herbal atau dokter Anda.

Keamanan

Apa yang harus saya ketahui sebelum mengonsumsi ketumbar?

Simpan ketumbar dalam wadah tertutup jauh dari cahaya dan kelembapan.

Berhenti mengonsumsi ketumbar minimal 2 minggu sebelum jadwal operasi.

Ketumbar dapat menurunkan tekanan darah dan kadar gula darah. Perhatikan tekanan darah dan kadar gula darah secara ketat. Gunakan dengan hati-hati jika Anda memiliki tekanan darah rendah atau menggunakan obat untuk menurunkan tekanan darah Anda.
Regulasi yang mengatur penggunaan suplemen herbal tidak seketat peraturan obat-obatan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui keamanannya. Sebelum menggunakan, pastikan manfaat penggunaan suplemen herbal lebih besar dibandingkan risikonya. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter untuk informasi lebih lanjut.

Seberapa amankah ketumbar?

Sampai penelitian lebih lanjut tersedia, ketumbar (yang digunakan untuk obat) tidak boleh digunakan selama kehamilan dan menyusui. Herbal ini tidak boleh diberikan kepada anak-anak. Ketumbar tidak boleh digunakan oleh orang dengan hipersensitivitas terhadap ramuan ini.

Interaksi

Interaksi seperti apakah yang mungkin terjadi ketika saya mengonsumsi ketumbar?

Suplemen herbal ini dapat berinteraksi dengan pengobatan lain atau dengan kondisi kesehatan yang Anda miliki. Konsultasikan dengan ahli herbal atau dokter sebelum penggunaan.

Ketumbar dapat meningkatkan efek dari obat anti-diabetes; jikan digunakan bersamaan, gunakan dengan hati-hati.

 

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: January 20, 2017 | Terakhir Diedit: January 20, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan