Begini Cara Mengatur Perawatan Kanker Selama Wabah COVID-19

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro

Sampai saat ini, pandemi coronavirus (COVID-19) telah menyebabkan lebih dari 337.000 kasus secara global dan menelan sekitar 14.600 korban jiwa. Peningkatan kasus dan pasien COVID-19 yang ada di rumah sakit di beberapa negara tentu  khawatir, terutama pasien kanker selama masa perawatan jalan.

Lantas, bagaimana mengatur perawatan kanker yang harus dijalani selama pandemi COVID-19?

Mengatur perawatan pasien kanker selama COVID-19

kesehatan jiwa pasien kanker

Virus COVID-19 memang berdampak cukup serius pada setiap aspek kehidupan masyarakat, termasuk sistem pelayanan kesehatan. Salah satu aspek yang cukup berpengaruh selama pandemi COVID-19 adalah perawatan pada pasien kanker. 

Orang yang menderita kanker terlihat lebih berisiko terinfeksi virus SARS-CoV-2 dibandingkan mereka yang tidak terkena kanker. Maka itu, beberapa lembaga dan pelayanan kesehatan mencoba lebih bersiap diri untuk mengelola wabah yang sudah menelan belasan ribu korban jiwa. 

Banyak dari mereka yang berbagi pengetahuan dalam mengelola sistem perawatan kanker selama pandemi ini berlangsung mengingat fokus dunia tertuju pada COVID-19.

Menurut artikel dari Journal of the National Comprehensive Cancer Network, faktor terpenting dalam menjalani perawatan kanker selama wabah berlangsung adalah komunikasi terbuka. Baik antara staf rumah sakit, pasien, orang yang merawat, dan masyarakat umum. 

Lalu, dokter Anda mungkin akan meninjau kembali rencana perawatan kanker, termasuk risiko jika terdapat perubahan. Pada beberapa kasus hal ini akan membutuhkan diskusi tentang modifikasi rencana perawatan. 

Hal tersebut dikarenakan manfaat dan risiko perawatan tertentu mungkin akan memiliki pengaruh berbeda terkait risiko COVID-19. 

pengobatan kanker payudara

Umumnya, kebanyakan rumah sakit menggunakan layanan konsultasi via telepon sebagai cara agar pasien tidak lama menunggu di rumah sakit dan untuk mendapatkan nomor panggil. 

Dengan begitu, risiko penularan COVID-19 bisa dikurangi dan dapat menunggu dengan aman di rumah masing-masing. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait perawatan pasien kanker selama pandemi COVID-19.

  • Hindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala coronavirus
  • Memperhatikan gejala yang berkaitan, seperti demam atau batuk 
  • Mengurangi penggunaan transportasi umum atau tidak bepergian saat jam sibuk
  • bekerja dari rumah
  • menghindari keramaian, pertemuan besar, atau di ruang publik
  • tetap berkomunikasi dengan teman dan keluarga via telepon atau media sosial
  • menggunakan telepon atau layanan daring untuk menghubungi dokter

Kesimpulannya, baik masyarakat biasa maupun pasien kanker perlu menjalani social distancing, yaitu menjaga jarak dengan orang lain sekitar 1-2 meter untuk mengurangi risiko penularan. 

Risiko yang dihadapi pasien kanker terkait coronavirus

komplikasi kanker hati

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, pasien kanker lebih berisiko terinfeksi coronavirus dibandingkan mereka yang tidak memiliki kanker. Terlebih lagi, ketika mereka sedang menjalani perawatan kanker selama wabah COVID-19, seperti:

  • sedang menjalani atau selesai menerima kemoterapi dalam tiga bulan terakhir
  • mendapatkan imunoterapi atau perawatan antibodi berkelanjutan untuk kanker
  • memiliki perawatan kanker yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh
  • menjalani radioterapi secara intensif untuk kanker paru-paru
  • melakukan transplantasi sumsum tulang atau sel induk dalam enam bulan terakhir
  • masih mengonsumsi atau menggunakan obat penekan kekebalan tubuh
  • pasien kanker darah atau sumsum tulang yang sedang dalam tahap pengobatan

Walaupun demikian, sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung perubahan perawatan atau kemoterapi yang diberhentikan pada pasien kanker.

Maka itu, sangat tidak dianjurkan untuk menghentikan imunosupresi atau terapi anti kanker secara rutin. Hal ini dikarenakan belum ada bukti dengan menunda atau menghentikan pengobatan dapat mengurangi risiko COVID-19. 

Pilihan lain pengobatan kanker selama pandemi coronavirus

Kemoterapi obat batuk berdarah

Sebenarnya, American Society of Clinical Oncology telah membuat beberapa pilihan perawatan kanker lain jika penularan virus semakin parah. Beberapa poin di bawah ini merupakan pertimbangan yang mungkin dapat didiskusikan dengan dokter terkait perawatan pasien kanker selama wabah COVID-19. 

  • menghentikan kemoterapi bagi pasien yang menerima terapi perawatan
  • mengganti kemoterapi dari IV ke terapi oral untuk beberapa pasien tertentu
  • memberikan jeda kemoterapi selama dua minggu jika terjadi penularan lokal 
  • mempertimbangkan kelayakan pemberian obat terapi di rumah

Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan jika terapi ditunda hingga dihentikan, seperti jumlah siklus terapi yang telah selesai dan toleransi terapi terhadap pasien. Penting untuk mengingat bahwa mengubah terapi dapat berpengaruh terhadap risiko kanker kambuh.

Selama pandemi ini berlangsung, fokus pemerintah dan rumah sakit mungkin tertuju pada pasien dengan gejala terkait. Bahkan, peningkatan kasus di sebagian besar negara juga menimbulkan tantangan bagi dokter dan pasien kanker, seperti:

  • kekurangan staf karena risiko penyebaran
  • keterbatasan fasilitas, seperti tempat tidur, ventilasi, dan peralatan lainnya
  • larangan bepergian mengurangi akses donor internasional untuk transplantasi

Maka itu, jangan lupa berkonsultasi dengan dokter, baik tentang kondisi terkini hingga rencana perawatan kanker selama wabah COVID-19. 

Adakah kendala memperoleh obat-obatan untuk pasien kanker?

obat kemoterapi minum

Sebenarnya, sampai saat ini kekurangan obat untuk pasien kanker akibat wabah coronavirus belum terjadi, terutama di negara-negara maju. Beberapa negara sudah mempersiapkan diri menghadapi dampak penyebaran virus dengan memiliki stok obat generik, seperti parasetamol. 

Walaupun demikian, tidak ada salahnya untuk memperkaya diri dengan informasi terbaru terkait wabah penyakit ini dan pengobatan yang Anda jalani. 

Hal yang perlu Anda ingat terkait perawatan kanker selama pandemi COVID-19 adalah tidak perlu mengubah cara pemesanan resep atau minum obat selama tidak ada instruksi dari dokter. 

Jika pasien merasa khawatir dan membeli jumlah obat dalam jumlah yang berlebihan, hal itu justru akan berpengaruh ke pasien lainnya. Mereka mungkin tidak mendapatkan jatah obat-obatan dan produk medis yang dibutuhkan karena kekurangan obat akibat pembelian yang berlebihan. 

Perawatan pada pasien kanker selama pandemi COVID-19 harus selalu dengan instruksi dokter. Baik rencana pengobatan hingga frekuensi konsultasi ke rumah sakit.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 26, 2020 | Terakhir Diedit: Maret 31, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca