Cara Karantina Diri Sendiri di Rumah untuk Cegah Penularan COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

COVID-19 telah menginfeksi ratusan ribu orang dari 109 negara sejak kemunculannya pada akhir 2019. Guna mencegah penyebaran lebih lanjut, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan cara karantina diri yang bisa dilakukan tiap orang di rumah masing-masing, terutama bagi mereka yang menunjukkan gejala COVID-19.

Salah satu kesalahan yang memperburuk wabah COVID-19 yakni tidak mengkarantina diri sendiri ketika wabah merebak. Padahal, karantina dengan cara yang tepat sangat penting untuk mencegah penularan COVID-19. Karantina juga membantu melindungi orang yang sehat dan menunjang kesembuhan bagi orang yang terjangkit penyakit.

Siapa yang memerlukan karantina diri saat wabah COVID-19?

obh combi plus

Karantina adalah pemisahan dan pembatasan gerak orang-orang sehat yang mungkin terpapar penyakit menular. Karantina dilakukan karena orang-orang tersebut bisa jadi telah terpapar kuman tapi tidak menyadarinya atau tidak menunjukkan gejala apa pun.

CDC menyarankan agar tiap orang yang berisiko terjangkit COVID-19 menerapkan cara karantina diri. Orang-orang yang berisiko adalah mereka yang menunjukkan gejala, memiliki hasil positif COVID-19, atau baru pulang dari negara yang terkena wabah ini.

Melalui karantina, para tenaga kesehatan dapat memantau orang-orang yang berisiko dan menentukan apakah mereka betul-betul terjangkit COVID-19. Karantina juga akan mencegah interaksi antara orang sakit dengan orang yang sehat sehingga penyakit tidak semakin menyebar luas.

Karantina sering kali dikaitkan dengan isolasi, tetapi perlu diketahui bahwa keduanya berbeda. Isolasi dilakukan untuk memisahkan orang sakit dari orang yang sehat. Pasien yang diisolasi biasanya juga menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Tidak seperti isolasi yang lebih ketat, karantina guna mencegah penularan COVID-19 dapat dilakukan dengan cara yang lebih sederhana. Anda bahkan dapat melakukannya di lingkungan rumah, baik sendirian ataupun dengan keluarga, tergantung siapa saja yang terpapar.

COVID-19 Outbreak updates
Country: Indonesia
Data

1,314,634

Confirmed

1,121,411

Recovered

35,518

Death
Distribution Map

Cara melakukan karantina diri untuk mencegah COVID-19

flu batuk pilek

Karantina dan isolasi sama-sama terbukti efektif melindungi masyarakat dari paparan penyakit. Namun, agar karantina dapat memberikan hasil optimal, setiap orang perlu menerapkannya dengan cara yang tepat.

CDC menjabarkan beberapa cara melakukan karantina diri bagi Anda yang berisiko tertular. Berikut di antaranya:

1. Membatasi kontak dengan orang lain dan hewan peliharaan

Sedapat mungkin, batasi kontak dekat dengan semua orang di luar maupun di dalam rumah Anda. Jika Anda tinggal bersama keluarga, tidurlah di kamar yang berbeda dan gunakan kamar mandi yang berbeda bila memungkinkan.

Jangan izinkan orang lain mengunjungi Anda untuk sementara, kecuali terdapat urusan penting yang membuatnya harus berada di rumah Anda. Jangan pergi ke luar rumah, kecuali Anda harus memperoleh perawatan atau obat-obatan dari rumah sakit.

Belum ada laporan terkait penularan COVID-19 lewat hewan peliharaan. Namun, Anda tetap perlu membatasi kontak dengan hewan hingga terdapat informasi lebih lanjut. Jika Anda harus menyentuh hewan peliharaan, gunakan masker dan cuci tangan lebih dulu.

2. Membersihkan perabotan di rumah

Meskipun Anda sedang melakukan karantina diri, virus COVID-19 tetap bisa menular dengan cara menempel pada perabotan di rumah. Maka dari itu, pastikan Anda rutin membersihkan permukaan perabot maupun barang-barang yang sering disentuh.

Bersihkan permukaan meja dan kursi, kenop pintu, pegangan tangga, serta perabotan rumah Anda dengan kain lap dan cairan desinfektan yang sesuai. Bersihkan pula permukaan perabot yang mungkin terpapar cairan tubuh, darah, atau feses seperti toilet.

COVID-19

3. Mencuci tangan secara rutin

Cuci tangan Anda menggunakan air mengalir dan sabun setidaknya selama 20 detik, terutama sebelum makan dan menyiapkan makanan. Anda juga perlu mencuci tangan setelah batuk, bersin, membersihkan hidung dari lendir, dan memakai kamar mandi.

Air dan sabun sudah cukup untuk menjaga tangan tetap bersih. Jika tidak ada sabun, gunakan hand sanitizer yang mengandung sedikitnya 60 persen alkohol. Pastikan tangan Anda selalu bersih sebelum menyentuh mata, hidung, dan mulut.

4. Jangan berbagi barang pribadi dengan orang lain

COVID-19 menular lewat droplet, atau percikan cairan tubuh yang mengandung partikel virus. Apabila Anda berbagi barang pribadi dengan orang lain, droplet mungkin akan menempel pada barang tersebut dan berpindah ke anggota keluarga yang sehat.

Oleh sebab itu, hindari berbagi peralatan makan dan minum, alat makan, handuk, dan selimut dengan orang lain di rumah Anda. Usai menggunakan barang-barang tersebut, segera cuci bersih dengan air dan sabun cuci.

Guna mencegah penyebaran COVID-19, Anda sebaiknya melakukan cara karantina diri tersebut selama setidaknya dua minggu. Setiap kasus COVID-19 akan berbeda, jadi pastikan Anda juga memantau gejala yang muncul selama mengkarantina diri.

Efek Coronavirus COVID-19 pada Lansia, Ibu Hamil hingga Anak

Segera periksakan diri Anda ke rumah sakit bila Anda mengalami sesak napas atau gejala menjadi semakin parah. Sebelum mendatangi rumah sakit, hubungi pihak rumah sakit terlebih dulu untuk memberitahu bahwa Anda mungkin terjangkit COVID-19.

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

WHO Investigasi Asal Muasal COVID-19, Bagaimana Perkembangannya?

Setahun sejak kemunculannya, belum diketahui benar bagaimana asal muasal virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 ini. Berikut temuan terbarunya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 16 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Proses Vaksinasi COVID-19 di Indonesia, Kelompok Prioritas Sampai Masyarakat Umum

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Indonesia telah berjalan, berikut tahapan cara registrasi hingga kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

China Gunakan Tes Swab Anal untuk COVID-19, Apa Bedanya dengan Swab Nasofaring?

Swab anal untuk COVID-19 dilakukan dengan memasukan kapas berukuran 3-5 cm ke dalam anus dan memutarnya untuk mengambil sampel feses.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 5 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Virus Nipah Berpotensi Menjadi Wabah Besar Berikutnya

Virus Nipah, yang mewabah hampir setiap tahun di beberapa negara di Asia, berpotensi menjadi wabah besar berikutnya seperti pandemi COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 4 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Vaksin covid-19

Antisipasi dan Data Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Alergi vaksin covid-19

Setelah Vaksinasi COVID-19 Berjalan, Kapan Indonesia Mencapai Herd Immunity?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Harimau dan Kasus Hewan Peliharaan yang Tertular COVID-19

Bayi Harimau Mati Diduga COVID-19, Bisakah Hewan Peliharaan Tertular Virus Corona?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
Vaksin covid-19

Vaksinasi COVID-19 Tahap 2 Dimulai, Siapa Saja Targetnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 17 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit