Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus (COVID-19)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 30 Juni 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Guna mencegah penyebaran COVID-19, badan kesehatan di tiap negara mengimbau semua orang agar mencuci tangan dan membatasi interaksi dengan orang lain. Selain langkah-langkah tersebut, tahukah Anda bahwa mencukupi kebutuhan nutrisi juga sama pentingnya untuk mencegah penularan coronavirus penyebab COVID-19?

Setiap jenis nutrisi memiliki manfaat tersendiri bagi kesehatan. Beberapa di antaranya bahkan bisa membantu tubuh melawan serangan virus, tak terkecuali coronavirus yang kini mewabah ke seluruh dunia. Apa saja nutrisi yang Anda butuhkan dan apa saja sumbernya?

Pentingnya nutrisi untuk mencegah penularan coronavirus

Sumber: The Conversation

Komponen sistem kekebalan tubuh terdiri dari berbagai sel, protein, jaringan, dan organ. Tiap komponen ini saling bekerja sama untuk melawan patogen (bibit penyakit) yang masuk ke tubuh, baik berupa bakteri, parasit, atau virus seperti coronavirus.

Sistem kekebalan tubuh melawan infeksi coronavirus dengan cara membentuk antibodi. Antibodi merupakan protein khusus yang bisa berikatan dengan protein pada patogen. Setelah berikatan, antibodi bisa membunuh patogen sehingga tubuh pulih dari penyakit.

Namun, coronavirus tentu lebih sulit dilawan bila sistem kekebalan tubuh lemah. Salah satu faktor yang memengaruhi sistem ini adalah nutrisi. Asupan nutrisi yang tepat akan memperkuat fungsi sistem imun sehingga tubuh mampu mencegah infeksi virus dengan lebih efektif.

Apabila sistem kekebalan tubuh Anda cukup kuat, tiap komponen di dalamnya dapat membentuk antibodi yang sama kuatnya. Antibodi tersebut kemudian akan membunuh coronavirus di dalam tubuh dan mencegahnya agar tidak menimbulkan penyakit.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

275,213

Terkonfirmasi

203,014

Sembuh

10,386

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Nutrisi terpenting untuk mencegah penularan coronavirus

nutrisi untuk mencegah penularan coronavirus

Nutrisi yang dibutuhkan guna mencegah penularan coronavirus penyebab COVID-19 sebenarnya sama dengan nutrisi yang Anda perlukan untuk mencegah flu.

1. Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi bagi sel-sel sistem kekebalan tubuh. Karbohidrat yang Anda konsumsi akan diubah menjadi energi dalam proses yang disebut glikolisis. Selain menghasilkan energi, proses ini juga mendukung produksi sel-sel limfosit.

Limfosit berfungsi mengenali protein pada permukaan patogen, membentuk antibodi, dan membunuh patogen yang menimbulkan kerusakan pada jaringan tubuh. Saat tubuh terpapar coronavirus, sel-sel inilah yang bereaksi pertama kali.

2. Protein dan asam amino

Nutrisi paling penting untuk mencegah penularan coronavirus tentu melibatkan protein. Pasalnya, protein adalah bahan terpenting untuk membentuk sel-sel kekebalan tubuh. Kekurangan protein akan meningkatkan risiko seseorang terinfeksi penyakit.

Selain protein, sistem kekebalan tubuh juga membutuhkan asam amino berupa arginine dan glutamine. Asam amino adalah senyawa terkecil yang membentuk protein. Kedua senyawa ini diperlukan untuk proses pembentukan limfosit.

COVID-19

3. Vitamin dan mineral

Vitamin dan mineral adalah dua nutrisi yang tidak boleh ketinggalan dalam mencegah penularan coronavirus. Fungsi vitamin adalah menjaga sel-sel kekebalan tubuh bekerja dengan normal. Jenis vitamin yang Anda perlukan antara lain vitamin A, C, E, serta B kompleks.

Contoh mineral yang dibutuhkan seperti selenium, zinc, dan zat besi. Selenium menjaga kekuatan sel dan mencegah kerusakan DNA, zinc memicu respons kekebalan tubuh, sedangkan zat besi membantu penyerapan vitamin C.

Guna membentuk sistem kekebalan tubuh yang kuat, selain mengonsumsi vitamin C, Anda pun memerlukan kombinasi gabungan beberapa vitamin dan mineral.

4. Antioksidan

Antioksidan adalah berbagai senyawa yang dapat menangkal radikal bebas dan melindungi sel-sel kekebalan tubuh dari kerusakan. Dengan nutrisi yang satu ini, sistem imun bisa berfungsi secara optimal dan membantu mencegah infeksi coronavirus.

Anda dapat memperoleh antioksidan dalam bentuk vitamin E, C, D, atau beta-karoten yang merupakan bahan baku vitamin A. Selain vitamin, Anda pun bisa memperolehnya dari senyawa flavonoid dan likopen yang banyak terdapat pada sayur serta buah.

Makanan untuk mencegah penularan novel coronavirus

buah dan sayuran

Pada dasarnya, tidak ada makanan yang bisa dengan pasti mencegah penularan novel coronavirus. Walau demikian, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh serta melindungi Anda dari risiko infeksi.

1. Buah-buahan sitrus dan blueberry

Buah sitrus adalah sumber vitamin C. Vitamin C dapat melawan coronavirus dengan cara meningkatkan produksi sel darah putih. Anda bisa memperoleh manfaat ini dengan mengonsumsi buah utuh atau menambahkannya ke dalam makanan favorit.

Buah-buahan sitrus yang paling populer di antaranya:

  • jeruk manis
  • jeruk keprok
  • jeruk limau
  • jeruk limau gedang (grapefruit)
  • lemon 

Selain buah-buahan sitrus, Anda juga bisa mencegah penularan coronavirus dengan berbagai jenis berry, terutama blueberry. Blueberry kaya akan antioksidan yang disebut antosianin. Senyawa ini berpotensi mengurangi risiko infeksi pada saluran pernapasan.

2. Sayuran hijau

Sayuran hijau terutama brokoli dan bayam merupakan gudangnya nutrisi penting bagi sistem kekebalan tubuh. Dengan mengonsumsi brokoli, Anda bisa memperoleh asupan serat, antioksidan, serta vitamin A, C, dan E yang bermanfaat.

Sementara itu, bayam mengandung vitamin C, flavonoid, serta beta karoten. Ketiganya memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan produksi sel darah putih. Dengan begitu, tubuh lebih tahan terhadap serangan coronavirus.

Tips Merawat Hubungan Selama Physical dan Social Distancing dengan Pasangan

3. Bumbu dan rempah

Bumbu dan rempah memiliki zat yang membantu tubuh mencegah infeksi coronavirus. Bawang putih misalnya, digunakan untuk mengatasi pilek berkat kandungan allicin di dalamnya. Allicin disinyalir ampuh mencegah infeksi, terutama pada saluran napas.

Ada pula jahe dan kunyit yang mengandung senyawa antioksidan, antibakteri, serta antiradang. Beragam senyawa dalam keduanya bisa membantu sel-sel tubuh melawan bakteri dan virus saat Anda tidak enak badan.

4. Yogurt dan kefir

Yogurt dan kefir mengandung bakteri baik yang disebut probiotik. Probiotik tidak hanya membantu fungsi sistem pencernaan, tapi juga merangsang sistem kekebalan tubuh dan membuatnya semakin kuat melawan infeksi.

5. Paprika merah

Makanan kaya nutrisi lainnya yang membantu mencegah penularan coronavirus adalah paprika merah. Vitamin C pada paprika amat tinggi, bahkan lebih tinggi dari buah sitrus. Selain memperkuat sistem imun, paprika merah juga akan membuat Anda lebih sehat.

Bisakah nutrisi minuman herbal mencegah penularan coronavirus?

jamu pelancar ASI

Beberapa minuman herbal disebut-sebut dapat menangkal infeksi coronavirus. Sebagai contoh, jamu dari kunyit, jahe, dan temulawak sempat sangat populer karena dianggap bisa membuat tubuh kebal terhadap COVID-19.

Selain bahan tersebut, ada pula kayu manis, teh hijau, ginseng, dan bahan-bahan lain yang diyakini dapat melindungi tubuh dari infeksi coronavirus. Lantas, apakah minuman herbal memang dapat mencegah infeksi?

Bahan-bahan dalam minuman herbal memang memiliki senyawa antivirus. Senyawa ini mampu menghambat perbanyakan virus dalam sel-sel tubuh sehingga tidak sampai menimbulkan gejala parah.

Teh herbal bahkan lebih bermanfaat lagi karena kandungan antioksidannya begitu kuat. Antioksidan dapat memperkuat sel-T pada sistem imun. Sel-T berfungsi menghambat perkembangan penyakit dan mencegah penyakit bertambah parah.

Selain itu, kurkumin dalam temulawak juga dapat mencegah badai sitokin pada tubuh. Badai sitokin adalah reaksi kekebalan tubuh yang parah. Kondisi ini ditandai dengan pelepasan sitokin dalam jumlah banyak ke dalam darah sehingga membahayakan jiwa.

Walaupun bermanfaat, nutrisi dari minuman herbal bukanlah pemain utama dalam mencegah penularan coronavirus. Langkah terbaik melawan infeksi coronavirus adalah dengan mencuci tangan dan menjaga jarak dengan orang lain.

Ibuprofen Bisa Perburuk Efek COVID-19, WHO Tak Sarankan Penggunaannya

Perlukah minum suplemen vitamin dan berjemur?

berjemur untuk mencegah penularan coronavirus

Anda sebenarnya dapat memenuhi kebutuhan vitamin dari makanan bergizi seimbang. Jika Anda ingin menambah asupan vitamin, cukup dengan memperbanyak konsumsi beragam sayur dan buah-buahan.

Asupan multivitamin yang berlebihan justru dapat merugikan kesehatan. Terlalu banyak vitamin A bisa mengurangi kepadatan tulang, terlalu banyak vitamin C dapat memicu diare, dan terlalu banyak vitamin E diyakini meningkatkan risiko penyakit jantung.

Sayur dan buah-buahan dapat memberikan vitamin dan mineral dalam jumlah cukup selama dikonsumsi setiap hari. Oleh sebab itu, jangan lupa sertakan buah dan sayur dalam tiap menu makan Anda.

Lalu, apakah Anda harus berjemur untuk mencegah COVID-19? Berjemur sebenarnya tidak terbukti bisa membunuh coronavirus, tetapi sinar matahari ketika berjemur akan memicu pembentukan vitamin D dalam tubuh.

Vitamin D penting untuk merangsang fungsi sistem kekebalan tubuh bawaan. Dengan mencukupi kebutuhan vitamin D, Anda menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat dan mampu melawan coronavirus.

Saat ini, belum tersedia obat maupun vaksin untuk COVID-19. Cara terbaik mencegah penularan coronavirus adalah mencuci tangan, membatasi kontak dengan orang lain, serta menjaga daya tahan tubuh lewat asupan nutrisi yang bervariasi.

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memilih Jenis Masker yang Paling Efektif Menangkal Virus

Jenis masker untuk menjaga kesehatan Anda ada beragam. Lantas, apakah benar alat itu efektif menurunkan risiko penularan penyakit?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Tips Sehat 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Happy Hypoxia, Gejala COVID-19 Berbahaya yang Datang Diam-diam

Happy hypoxia adalah gejala COVID-19 yang baru-baru ini diketahui dan dinyatakan sebagai salah satu gejala berat yang membahayakan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus-kasus Pasien COVID-19 Sembuh yang Terinfeksi Dua Kali, Kok Bisa?

Pria 33 tahun yang tertular COVID-19 dua kali setelah dinyatakan sembuh pada akhir Maret. Apakah kekebalan terhadap infeksi kedua tidak terbentuk?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Studi: Pewarna Makanan Bisa Membunuh COVID-19 di Udara (Airborne)

Seorang peneliti dari Purdue University, Amerika Serikat meneliti kemungkinan cara membunuh COVID-19 di udara dengan pewarna makanan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 28 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kacamata masker covid-19

Apakah Memakai Kacamata Mengurangi Risiko Tertular COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
risiko penularan covid-19 banjir

Banjir dan Risiko Penularan COVID-19, Ancaman Dobel Bencana

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 6 menit
risiko indonesia menjadi episentrum, penularan covid-19 saat konser pilkada 2020

Izin Konser saat Pilkada, Seberapa Bahaya Penularan COVID-19 di Tengah Konser?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kacamata penggunaan sehari hari pandemi covid-19

Penularan COVID-19 dalam Aktivitas Sehari-hari, dari Makan Hingga Berenang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 4 menit