Update: Jumlah Positif COVID-19 di Indonesia Jadi 369 Kasus dan 32 Kematian

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia terus meningkat. Jumat (20/3), pemerintah mengumumkan bertambahnya 60 kasus baru menjadi total 369 pasien positif SARS-CoV-2. Sementara itu jumlah kasus kematian bertambah 7 kasus menjadi 32 kasus kematian.

Jumlah positif COVID-19 di Indonesia

Dapatkah Pasien Menularkan COVID-19 Setelah Sembuh

Pemerintah kembali mengumumkan pertambahan kasus baru pasien positif COVID-19 di Indonesia. Jumat (20/3) Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengumumkan bertambahnya 60 kasus baru yakni menjadi total 369 pasien positif.

Angka kematian hari ini bertambah 7 orang menjadi total 32 orang dengan total pasien sembuh sebanyak 17 orang.

Saat ini, pemerintah Indonesia belum mengambil langkah untuk melakukan lockdown kota. Belakangan muncul wacana pemerintah memilih untuk melakukan rapid test secara massal.

Presiden Jokowi menginstruksikan untuk melakukan rapid test secara massal dan telah memesan 500 ribu alat rapid test. Tapi belum diketahui kapan tes ini akan siap untuk dilakukan.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

563,680

Terkonfirmasi

466,178

Sembuh

17,479

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Jumlah positif COVID-19 di Indonesia, Kamis (19/3)

Angka positif covid-19 di indonesia

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengumumkan lonjakan kasus positif baru bertambah menjadi 309 kasus. Pada hari Kamis (19/3), total kasus menjadi 309 dengan angka kematian 25 orang.

Angka kematian ini menjadikan kasus COVID-19 di Indonesia saat ini sebagai salah satu yang terparah. Yakni tingkat mortaliti 8 persen, jika dibandingkan global 4 persen.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi kasus yang meninggal. Artinya persentase ini adalah angka yang posisi pada hari ini angka yang dinamis dan setiap saat pasti akan berubah,” kata Yuri.

COVID-19 di Indonesia, Selasa (17/3)

Angka kasus baru Positif COVID-19 di Indonesia

Hari Selasa (17/3) jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah 38 kasus baru menjadi total 172 kasus. Angka ini dengan rincian 5 kasus kematian dan 10 orang sembuh dan sisanya masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Di luar update angka yang diumumkan oleh jubir pemerintah Indonesia untuk coronavirus Achmad Yurianto. Informasi satu kematian tambahan disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sore ini. Pasien ini meninggal di Rumah Sakit Kariadi Semarang setelah mendapatkan perawatan selama 10 hari. Informasi ini menambahkan angka kasus kematian menjadi 6 orang.

COVID-19

Satu orang pasien meninggal ke-5 diumumkan pada Senin (16/3), menjadikan Indonesia berada rangking 4 angka kematiannya kasus positif COVID-19 terburuk.

Selain pertambahan kasus, dalam konferensi pers Senin (17/3) juru bicara pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto bersama kepala BNPB Doni Monardi di Gedung BNPB mengumumkan beberapa informasi.

Yakni bahwa pasien positif COVID-19 yang tidak memiliki gejala apapun diminta untuk karantina mandiri di rumah.

“Sekarang bukan berarti kasus positif harus diisolasi di rumah sakit. Ada beberapa kasus positif tanpa gejala yang akan dikarantina secara mandiri,” kata Yuri.

Yuri tidak menjelaskan lebih lanjut kenapa pasien positif tanpa gejala ini harus karantina mandiri dan tidak mendapatkan perawatan dari rumah sakit yang disediakan pemerintah.

Yuri juga mengumukan untuk masyarakat yang pernah berkontak dengan pasien positif COVID-19 untuk tidak langsung bersama-sama meminta diperksa di rumah sakit. Ia meminta mereka untuk mengkarantina diri sendiri dan menunggu adanya gejala.

Rincian jumlah positif dan pasien meninggal COVID-19 Indonesia

enularan COVID-19 toilet-19 di Indonesia

Satu orang pasien meninggal dunia pertama diumumkan pemerintah pada Rabu (11/3). Pasien pertama positif COVID-19 di Indonesia yang meninggal dunia adalah kasus 25 yang merupakan warga negara asing (WNA).

Tiga kasus meninggal karena COVID-19 berikutnya diumumkan Jumat (13/3). Yakni kasus 35, kasus 36, dan kasus 50.

Kasus 35 adalah perempuan berusia 57 tahun, sebelumnya perempuan ini membutuhkan bantuan alat ventilator. Kasus 36 yakni perempuan berusia 37 tahun dan kasus 50, yakni laki-laki berusia 59 tahun. Dikatakan Yuri, pasien kasus 50 ini sempat mengalami perburukan kondisi secara mendadak dan kemudian tidak bisa diselamatkan.

Daftar Rumah Sakit Rujukan untuk Penanganan COVID-19

Berbeda dengan pengumuman sebelumnya, kali ini pemerintah tidak menjelaskan usia dan kondisi pasien, asal kasus ini apakah imported case, klaster dari mana, atau merupakan transmisi lokal. Pemerintah hanya memberikan update angka pertambahan kasus positif COVID-19, pasien sembuh, dan angka kematian.

Untuk mengetahui detail pasien angka kasus positif COVID-19 di Indonesia dari kasus 01 sampai 34 silakan baca di sini dan untuk mengetahui perkembangan informasi COVID-19 bisa dilihat di sini.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Adakah Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Bayi Lahir Mati?

Selama pandemi ada tren peningkatan angka kehamilan yang berakhir dengan stillbirth atau bayi lahir mati, di mana bayi meninggal di dalam rahim. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Sebesar Apa Dampak Orang Tanpa Gejala COVID-19 Berpengaruh Terhadap Penularan Wabah?

Lebih dari 50% penularan COVID-19 terjadi dari orang tanpa gejala (OTG) termasuk mereka yang berada di tahap awal infeksi dan masih belum bergejala.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 26 November 2020 . Waktu baca 3 menit

Berapa Lama Antibodi Pasien COVID-19 Sembuh dapat Bertahan?

Banyak pasien COVID-19 mengalami infeksi kedua meski telah sembuh. Berapa lama antibodi yang dihasilkan pada saat infeksi pertama bisa bertahan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Perawatan yang Dibutuhkan Setelah Sembuh dari COVID-19

Setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19, banyak pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk menangani keluhan post COVID-19 syndrome. Apa pentingnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Beda swab PCR dan rapid test

Semua Hal tentang Rapid Test & Tes Swab yang Perlu Kamu Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
obat anti-depresan covid-19

Obat Antidepresan untuk Menangani COVID-19, Benarkah Ampuh?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
bayi dengan antibodi covid-19

Bayi di Singapura Lahir dengan Antibodi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 3 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
covid-19 lockdown

Karantina Wilayah Karena COVID-19 Terbukti Menyelamatkan Banyak Nyawa

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit