Tips Donor Darah yang Aman Saat Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Pandemi coronavirus (COVID-19) berdampak cukup besar pada setiap aspek di fasilitas kesehatan secaraglobal. Salah satunya adalah pasokan darah yang berkurang drastis. Banyak dari Anda yang mungkin bertanya, apakah aman melakukan donor darah saat wabah COVID-19?

Pentingnya donor darah saat wabah COVID-19

hepatitis boleh donor darah

Menurut laporan dari sejumlah media, stok darah saat pandemi COVID-19 berkurang drastis di berbagai negara, termasuk Indonesia. Sebagian besar wilayah di Indonesia mengalami kekurangan pasokan darah, seperti Surabaya, Bandung, hingga Yogyakarta.

Hal ini dikarenakan imbauan dari pemerintah untuk mengurangi aktivitas berkumpul ramai-ramai yang menyebabkan kegiatan donor darah mulai berkurang. Akibatnya, pasokan darah yang terus dipakai pun berkurang banyak dan dianggap tidak cukup karena terlalu banyak pengeluaran ketimbang pemasukan donor darah.

Beberapa orang mungkin menganggap kegiatan donor darah saat pandemi coronavirus terasa tidak aman karena harus berbagi ruangan dengan orang lain. Faktanya, donor darah ternyata aman dilakukan. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

392,934

Terkonfirmasi

317,672

Sembuh

13,411

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Sebenarnya, donor darah sangat dibutuhkan terutama ketika wabah seperti COVID-19 ini. Walaupun mungkin pasien yang terinfeksi tidak terlalu membutuhkannya, masih ada kebutuhan lain yang membuat donor darah cukup penting.

Operasi jantung, transplantasi organ, dan kebutuhan trombosit pada pasien kanker tidak akan berhenti meskipun pandemi terjadi.

Menurut Pampee Young, kepala petugas medis Palang Merah Amerika (American Red Cross), donor darah merupakan hal yang akan terus dibutuhkan. Terlebih lagi jika wabah semakin memburuk, tentu para pasien lebih membutuhkan transfusi darah dan pasokan semakin berkurang. 

Maka dari itu, organisasi Palang Merah di berbagai negara meminta orang untuk menyumbangkan darah mereka mengingat stok darah yang semakin berkurang di tengah wabah ini. 

Aturan donor darah saat pandemi coronavirus

manfaat donor darah

Baik donor darah saat pandemi coronavirus maupun ketika tidak terjadi, kegiatan ini tidak dilakukan sembarangan. 

Dilansir dari American Red Cross, prioritas utama Palang Merah adalah keselamatan pendonor, karyawan, pekerja sukarela, dan penerima darah. Satu hal yang perlu diingat bahwa sampai saat ini belum ada bukti bahwa SARS-CoV-2 dapat ditularkan melalui transfusi darah. 

Walaupun demikian, ada beberapa aturan yang dijalankan oleh organisasi ini ketika melakukan kegiatan donor darah yang dilakukan oleh setiap karyawan, seperti:

  • mengenakan sarung tangan dan rutin menggantinya
  • membersihkan area yang disentuh pendonor
  • memakai tempat penyimpanan yang sudah disterilisasi setiap donasi
  • menyiapkan lengan yang akan disuntikkan steril dari bakteri dan virus
  • menyebarkan kuesioner untuk memastikan pendonor sehat

Selain itu, mereka juga berusaha meningkatkan kewaspadaan dengan mengubah beberapa hal ketika kegiatan donor darah berlangsung saat coronavirus, yaitu:

  • lebih sering membersihkan peralatan dengan desinfektan
  • memberikan hand sanitizer untuk digunakan sebelum masuk dan ketika kegiatan donor
  • memberikan jarak antar tempat tidur untuk mengikuti anjuran physical distancing
  • selimut yang digunakan pendonor akan dicuci setelah setiap penggunaan
  • mengimbau pendonor untuk membawa selimut sendiri karena keterbatasan jumlah

Beberapa aturan di atas diusahakan untuk tetap dilakukan selama kegiatan donor darah saat pandemi coronavirus. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penularan virus selama kegiatan donor berlangsung dan pendonor merasa aman untuk memberikan darah mereka.

Tidak perlu donor darah jika memiliki gejala terkait

donor darah saat flu

Sementara itu, ada sebuah dilema terkait orang lansia berumur di atas 65 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi yang cukup serius ketika terinfeksi COVID-19. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) pun merekomendasikan agar orang-orang yang berisiko terkena penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini menghindari tempat umum dan lebih banyak tinggal di rumah. 

Apabila Anda mengembangkan gejala terkait coronavirus seperti demam, sakit tenggorokan, batuk, dan sesak napas, sangatlah tidak dianjurkan untuk melakukan donor darah.

Walaupun tempat penyimpanan darah akan sering diberikan desinfektan, Palang Merah berusaha mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk mengurangi risiko penularan. Maka itu, donor darah tidak dapat dilakukan, terutama saat pandemi COVID-19 sedang terjadi. 

Kesimpulannya, melakukan donor darah saat pandemi COVID-19 cukup aman dan membutuhkan waktu yang tidak lama. Banyak pusat donor darah yang dapat membuat janji di awal agar Anda tidak terlalu lama menunggu, seperti memanggil pendonor lewat telepon ketika semuanya sudah siap.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Donor Darah Saat Terinfeksi Virus Herpes?

Tidak semua orang boleh melakukan donor darah. Lantas, bagaimana jika ingin donor darah saat terinfeksi herpes? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dermatologi, Health Centers 27 April 2019 . Waktu baca 4 menit

Sederet Fakta Mengejutkan Tentang Darah Manusia

Darah yang mengalir di dalam tubuh Anda memiliki banyak fakta mengejutkan yang mungkin tidak pernah bayangkan sebelumnya. Apa saja? Yuk, intip di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 17 April 2019 . Waktu baca 12 menit

Pernah Mengidap Hepatitis Sebelumnya, Bolehkah Saya Ikut Donor Darah?

Pendonor darah harus selalu dalam kondisi sehat jasmani dan rohani. Lantas, jika pernah mengalami hepatitis boleh donor darah atau tidak, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Gangguan Pencernaan, Health Centers 9 Februari 2019 . Waktu baca 4 menit

Setelah Donor Darah, Kapan Saya Boleh Mulai Olahraga Lagi?

Donor darah bisa dilakukan siapa saja, termasuk atlet atau orang yang suka olahraga. Setelah itu, kapan saya boleh kembali olahraga setelah donor darah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 20 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mempersiapkan transfusi darah

Hal yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Menjalani Tranfusi Darah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 4 menit
donor darah saat puasa

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 2 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
aturan transfusi darah

Adakah Batas Maksimal untuk Transfusi Darah?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit
plasma darah mengobati covid-19

Plasma Darah Orang Sembuh Bisa Mengobati Pasien COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 21 Februari 2020 . Waktu baca 5 menit