Novel Coronavirus, Virus Baru Pemicu Wabah Pneumonia di Tiongkok

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Pada akhir tahun 2019, sebuah virus pneumonia misterius menyerang puluhan warga di kota Wuhan, Tiongkok. Virus baru tersebut membuat masyarakat di negara tersebut khawatir apakah wabah pneumonia seperti SARS tahun 2004 silam kembali merebak. Namanya novel coronavirus.

Bagaimana penjelasan soal virus tersebut dan apa bedanya dengan SARS yang dahulu menyebabkan ratusan orang meninggal dunia? Berikut ulasannya.

Jenis virus baru pemicu wabah pneumonia di Tiongkok

bronchopneumonia atau bronkopneumonia adalah

Menurut seorang ilmuwan terkemuka asal Tiongkok, Xu Jianguo, wabah pneumonia yang meresahkan masyarakat disebabkan oleh jenis virus baru yang termasuk kelompok coronavirus tipe 2019-nCoV. 

Sejauh ini terdapat laporan 44 kasus penyakit yang tidak diketahui penyebabnya, termasuk 11 kasus yang dianggap parah. Korban yang terinfeksi umumnya berasal dari pasar grosir makanan laut Huanan di Wuhan. 

Setelah diteliti lebih lanjut, terdapat 15 sampel yang terindikasi positif dari jenis baru dari coronavirus melalui sampel darah dan air liur. Penemuan ini pun diperkuat oleh pernyataan dari WHO yang mengkonfirmasi hal tersebut. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

538,883

Terkonfirmasi

450,518

Sembuh

16,945

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Namun, mereka mengingatkan bahwa masih diperlukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui sumber virus, cara penularan, tingkat infeksi, hingga cara mencegahnya. 

Untungnya, delapan dari 59 pasien telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit. Akan tetapi, terdapat tujuh dari pasien-pasien tersebut yang mengalami sakit parah dan menerima perawatan di karantina

karantina adalah

Akibat dari virus baru yang menyebabkan wabah pneumonia ini, pasar makanan tersebut ditutup untuk mencegah penyebaran virus. Tak hanya itu, pemerintah Tiongkok juga melakukan desinfeksi, pemantauan, dan pencegahan pada tempat-tempat umum, seperti stasiun, bandara, dan terminal bus.

Mereka mengimbau bagi para penumpang yang mengalami gejala pneumonia diharapkan untuk melapor kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat. 

Virus baru yang menyebabkan wabah pneumonia di Tiongkok ini memang belum teridentifikasi dengan jelas. Namun, tidak ada salahnya untuk tetap menjaga kebersihan tubuh dan menghindari tempat-tempat yang berisiko sebagai upaya pencegahan. 

Coronavirus, payung besar dari virus SARS

Pneumonia disebabkan bakteri penyebab batuk berdarah

Coronavirus merupakan jenis virus yang memengaruhi saluran pernapasan. Penyakit yang paling sering dialami oleh manusia akibat virus ini adalah pilek, pneumonia, SARS, hingga kesehatan usus Anda. 

Infeksi virus yang dapat menyebabkan wabah pneumonia ini sering terjadi selama musim dingin hingga awal musim semi. Biasanya, orang yang menderita flu akibat coronavirus dan sembuh, dapat tertular lagi sekitar 3-4 bulan kemudian. 

Hal ini dikarenakan antibodi coronavirus tidak bertahan lama dan hanya berlaku pada satu jenis saja. Sejauh ini, terdapat empat jenis coronavirus yang umum dialami oleh tubuh manusia, yaitu:

  • 229E (alpha coronavirus)
  • NL63 (alpha coronavirus)
  • OC43 (beta coronavirus)
  • HKU1 (beta coronavirus)

Jenis virus yang lebih jarang, namun berbahaya adalah MERS-CoV. Virus ini dapat menyebabkan MERS di Timur Tengah dan sindrom pernapasan akut yang parah, atau lebih dikenal SARS-CoV. 

Oleh karena itu, jenis virus baru yang menjadi dalang dari wabah pneumonia di Tiongkok tersebut sering dikaitkan dengan SARS. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jenis virus tersebut.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Perawatan yang Dibutuhkan Setelah Sembuh dari COVID-19

Setelah dinyatakan sembuh dari COVID-19, banyak pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut untuk menangani keluhan post COVID-19 syndrome. Apa pentingnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Saja Penyebab Orang Tidak Percaya Keberadaan COVID-19?

Luasnya penyebaran COVID-19 di Indonesia terkait dengan banyak faktor, termasuk persoalan sebagian warga yang tidak percaya keberadaan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Porsi Olahraga Setelah Sembuh dari COVID-19

Olahraga setelah sembuh dari COVID-19 memiliki potensi bahaya. Oleh karena itu harus porsi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Mengadakan resepsi pernikahan di tengah pandemi tetap memiliki risiko penularan COVID-19. Lalu bagaimana cara untuk mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

covid-19 lockdown

Karantina Wilayah Karena COVID-19 Terbukti Menyelamatkan Banyak Nyawa

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30 November 2020 . Waktu baca 4 menit
hamil di masa pandemi

Adakah Pengaruh Pandemi COVID-19 Terhadap Tingkat Bayi Lahir Mati?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 27 November 2020 . Waktu baca 4 menit
penularan covid-19 tanpa gejala

Sebesar Apa Dampak Orang Tanpa Gejala COVID-19 Berpengaruh Terhadap Penularan Wabah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 3 menit
antibodi covid-19

Berapa Lama Antibodi Pasien COVID-19 Sembuh dapat Bertahan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit