Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Semua yang Perlu Kamu Tahu tentang Vaksin COVID-19 Pfizer

Semua yang Perlu Kamu Tahu tentang Vaksin COVID-19 Pfizer

Vaksin COVID-19 Pfizer dilaporkan terbukti aman dan efektif menangkal penularan hingga lebih dari 90%. Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat ini menjadi yang pertama mengumumkan hasil sementara uji klinis tahap 3. Vaksin buatan Pfizer-BioNTech itu kini telah tersedia di Indonesia, namun apa saja yang perlu diperhatikan terkait vaksin ini?

Fakta-fakta penting vaksin COVID-19 Pfizer

vaksin pfizer covid-19 efektif 90 persen

Pfizer mengembangkan vaksin COVID-19 bersama dengan perusahaan farmasi Jerman BioNTech. Perusahaan mengatakan bahwa analisis hasil sementara dari uji klinis tahap 3 vaksin itu lebih dari 90% efektif mencegah penularan pada peserta uji.

“Hari ini adalah hari yang luar biasa bagi sains dan kemanusiaan. Rangkaian hasil pertama dari uji klinis vaksin COVID-19 tahap 3 memberikan bukti awal kemampuan vaksin kami dalam mencegah penularan COVID-19,” kata Dr. Albert Bourla, Ketua dan CEO Pfizer dalam siaran pers Senin (9/11).

Laporan keefektifan vaksin Pfizer ini menjadi pertanda baik bagi kandidat vaksin COVID-19 lainnya. Meski begitu, para ilmuwan memperingatkan bahwa masih banyak pertanyaan-pertanyaan dari keamanan dan keefektifan vaksin yang belum terjawab. Laporan sementara ini tidak bisa dijadikan jaminan bahwa vaksin buatan jenisi ini bisa mengakhiri pandemi.

Bukti keefektifan vaksin COVID-19 Pfizer bukan hasil final

vaksin pfizer covid-19 efektif 90 persen

Uji coba tahap 3 vaksin Pfizer melibatkan sekitar 44.000 orang di enam negara, separuh di antaranya telah diberikan vaksin, sementara separuh lainnya diberi plasebo–perawatan yang dirancang tanpa efek apapun.

Pengumuman keefektifan vaksin ini berdasarkan analisis sementara yang dilakukan terhadap 94 peserta uji yang terkonfirmasi positif COVID-19 setelah mendapatkan dua kali penyuntikkan vaksin Pfizer. Dari 94 peserta ini dilakukan pengecekan berapa banyak diantaranya yang menerima vaksin asli dan berapa banyak yang menerima plasebo.

Pfizer tidak memberikan detail ini dalam laporan mereka, tapi jika dinyatakan 90 persen efektif berarti bisa diperkirakan bahwa tidak lebih dari 8 orang dari 94 peserta positif tersebut yang mendapat suntikan vaksin asli.

Untuk memastikan tingkat kemanjurannya, Pfizer mengatakan akan melanjutkan uji coba hingga ada 164 peserta uji yang tertular COVID-19. Ini adalah angka yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sebagai ukuran untuk mengetahui seberapa baik vaksin bekerja.

Selain itu, data keefektifan vaksin COVID-19 Pfizer ini belum melalui tinjauan rekan sejawat (peer review) juga belum diterbitkan di jurnal medis manapun.

Pfizer mengatakan akan melakukan publikasi hasil studi di jurnal ilmiah setelah mendapatkan hasil dari keseluruhan uji klinis.

Bagaimana vaksin bekerja?

vaksin covid-19 pfizer

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Vaksinasi biasanya dilakukan dengan menyuntikkan bagian sel atau kode genetik virus yang telah dilemahkan atau mati lalu dimodifikasi sedemikian rupa.

Dengan cara ini, vaksin membuat tubuh mengenali virus tersebut tanpa membuatnya terinfeksi. Tubuh mengidentifikasi vaksin sebagai mikroorganisme asing yang perlu dilawan sehingga memicu respons kekebalan dan memproduksi antibodi. Sehingga ketika suatu saat berkontak langsung dengan virus, maka tubuh akan telah lebih siap menangkalnya.

Vaksin COVID-19 Pfizer ini membutuhkan dua kali dosis penyuntikkan pada setiap orang.

Berapa lama efektivitas kekebalan tubuh bertahan?

Ilmuwan telah memperingatkan agar tidak merayakan secara berlebihan data awal ini sebelum analisis keamanan dan kemanjuran jangka panjang dipublikasi secara resmi.

Berdasarkan data uji klinis tahap 1 dan tahap 2, para peserta berhasil memunculkan respons antibodi yang cukup kuat. Namun, saat ini belum diketahui berapa lama perlindungan kekebalan yang diberikan vaksin COVID-19 bisa bertahan.

“Bagi saya, pertanyaan utamanya adalah bagaimana dengan enam bulan kemudian, atau bahkan tiga bulan kemudian,” kata Rafi Ahmed, ahli imunologi di Universitas Emory di Atlanta, Georgia. Menurutnya belum ada data yang membuktikan perlindungan yang diberikan vaksin bisa bertahan tiga bulan atau lebih lama.

Dalam beberapa studi, antibodi pasien COVID-19 sembuh hanya bertahan selama 3 bulan. Ada beberapa bukti pasien COVID-19 sembuh dapat kembali terinfeksi COVID-19 dari variasi (strain) virus yang berbeda.

Apa saja efek samping vaksin COVID-19 Pfizer?

ilmuwan sedang meneliti vaksin covid-19

Sama halnya dengan vaksin COVID-19 lainnya, Pfizer juga memiliki beberapa potensi efek samping. Meski demikian, kemunculan efek samping mungkin akan berbeda-beda pada setiap orang.

Menurut laman pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat, berikut adalah efek yang mungkin timbul di area lengan bekas suntikan vaksin:

  • rasa nyeri,
  • kemerahan, dan
  • pembengkakan.

Sementara itu, efek yang mungkin terasa di seluruh tubuh meliputi:

  • kelelahan,
  • sakit kepala,
  • nyeri otot,
  • tubuh menggigil,
  • demam, dan
  • mual.

Efek samping biasanya muncul dalam kurun waktu 1-2 hari setelah Anda menerima vaksinasi pertama kali. Kemunculan efek samping adalah hal yang normal. Itu artinya, sistem imun tubuh Anda sedang bekerja untuk membentuk perlindungan. Efek-efek di atas biasanya akan hilang dalam beberapa hari.

Konsultasikan dengan dokter apabila Anda membutuhkan obat seperti ibuprofen, parasetamol, atau antihistamin untuk meredakan efek samping yang cukup parah.

Ketersediaan vaksin COVID-19 Pfizer di Indonesia

Untuk saat ini, vaksin Pfizer telah tiba di Indonesia dengan merek COMINARTY. Vaksin ini akan disebarkan ke wilayah Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi untuk tahap awal.

Menurut Kemenkes, pemberian vaksin Pfizer dikhususkan untuk masyarakat umum yang belum pernah mendapatkan vaksinasi sebelumnya. Alasan pemerintah untuk mendistribusikan vaksin ke wilayah Jabodetabek terlebih dahulu adalah karena masa penyimpanan vaksin yang berbeda dengan jenis vaksin lain.

Vaksin Pfizer hanya boleh disimpan di tempat dengan suhu yang sangat rendah sehingga penanganannya pun cukup rumit jika dibandingkan dengan merek vaksin lainnya.

Hingga saat ini, telah tersedia 6 jenis vaksin COVID-19 di Indonesia, yang terdiri dari Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna, Novavax, dan Pfizer.

Terlepas dari banyaknya jenis vaksin, Kemenkes menghimbau agar masyarakat tidak pilih-pilih vaksin. Pasalnya, seluruh jenis vaksin sudah terjamin keamanan dan manfaatnya dalam melawan COVID-19.

[article-spotlight]

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Mulligan, M.J., Lyke, K.E., Kitchin, N. et al. Phase I/II study of COVID-19 RNA vaccine BNT162b1 in adults. Nature 586, 589–593 (2020). https://doi.org/10.1038/s41586-020

Vaksin Pfizer Tahap Awal Diperuntukan Untuk Masyarakat Umum di Jabodetabek – Kementerian Kesehatan RI. (2021). Retrieved August 31, 2021 from https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/berita-utama/20210821/3938331/vaksin-pfizer-tahap-awal-diperuntukan-untuk-masyarakat-umum-di-jabodetabek/

Pfizer-BioNTech – CDC. (2021). Retrieved August 31, 2021 from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/Pfizer-BioNTech.html

Pfizer. Pfizer And Biontech Announce Vaccine Candidate Against Covid-19 Achieved Success In First Interim Analysis From Phase 3 Study. Retrieved August 31, 2021 from  https://www.pfizer.com/news/press-release/press-release-detail/pfizer-and-biontech-announce-vaccine-candidate-against

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Ulfa Rahayu Diperbarui 08/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri