Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Efikasi dan Efek Samping Vaksin Janssen (Johnson and Johnson)

Efikasi dan Efek Samping Vaksin Janssen (Johnson and Johnson)

Pemerintah masih gencar memperluas cakupan vaksin ke seluruh daerah di Indonesia untuk menekan angka kematian akibat infeksi virus SARS-CoV-2. Selain mengandalkan ketersediaan vaksin yang ada seperti Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Sinopharm, dan Moderna, Indonesia juga akan menggunakan vaksin terbaru, yakni vaksin Janssen (Johnson & Johnson). Seperti apa efikasi dan efek samping vaksin jenis ini? Mari simak penjelasan lengkapnya pada ulasan berikut ini!

Apa itu vaksin Janssen (Johnson and Johnson)?

Vaksin Janssen atau dikenal juga dengan sebutan vaksin J&J (Janssen Ad26.CoV2.S) adalah vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Janssen Pharmaceuticals Companies of Johnson & Johnson.

Pada vaksin ini terdapat 2-hydroxypropyl-β-cyclodextrin (HBCD), trisodium sitrat dihidrat, asam sitrat monohidrat, natrium klorida, dan Adenovirus tipe 26 yang tidak dapat bereplikasi.

Peneliti yang mengembangkan vaksin ini menambahkan gen untuk protein lonjakan virus corona ke virus lain yang disebut Adenovirus 26. Nah, adenovirus sendiri adalah virus yang biasanya menyebabkan pilek dan flu, sedangkan protein lonjakan (protein spike) merupakan permukaan virus yang berbentuk seperti paku-paku menancap.

Adenovirus tipe 26 yang ditambahkan pada vaksin ini, sebelumnya dimodifikasi sehingga dapat memasuki sel tapi tidak bereplikasi di dalamnya sehingga tidak menimbulkan penyakit ketika dimasukkan ke tubuh.

Kapan vaksin janssen (Johnson and Johnson) tiba di Indonesia?

Sabtu (11/9), Indonesia kedatangan vaksin J&J yang merupakan hasil kerja sama dengan Pemerintahan Belanda melalui skema bilateral.

Berdasarkan situs yang dikelola oleh Kemenkes RI, vaksin J&J yang diterima sebanyak 500 ribu dosis, dan telah memperoleh izin penggunaan darurat atau EUA (Emergency Use Authorization) dari Badan POM pada tanggal 7 September 2021. Total dosis vaksin J&J yang diberikan sebenarnya sekitar 3 juta dosis, namun pengirimannya ke Indonesia akan dilakukan secara bertahap.

Siapa saja sasaran vaksin janssen (Johnson and Johnson)?

Program Vaksinasi Sekma Gotong Royong, Jenis Vaksin yang Digunakan dan Prosedur Pendaftarannya

Menurut Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Dante Saksono Harbuwono pada konferensi pers secara virtual, Sabtu (11/9), vaksin J&J diperuntukkan bagi masyarakat yang berusia 18 tahun ke atas. Dosis yang diberikan cukup satu kali sekitar 0,5 ml yang diberikan melalui intramuskular, yakni disuntikan ke pembuluh darah.

Perbedaan vaksin ini dengan vaksin COVID-19 lainnya adalah jumlah dosis yang diberikan. Vaksin yang tersedia sebelumnya harus diberikan sebanyak dua kali, sedangkan vaksin J&J diberikan cukup satu kali suntik.

Fokus


Individu dengan riwayat anafilaksis atau reaksi alergi berat, seperti sesak napas, tidak boleh diberikan vaksin J&J. Selain itu, vaksin ini juga tidak boleh diberikan pada orang dengan suhu tubuhnya di atas 38,5ºC. Pemberian vaksin akan ditunda hingga suhu tubuh penerima vaksin COVID-19 ini kembali normal.

Rencananya, vaksin ini akan didistribusikan ke daerah aglomerasi di pulau Jawa yang masih rendah cakupan vaksinasinya. Terlebih, pemberian vaksinnya hanya satu kali dosis sehingga cukup efektif untuk membantu masyarakat mendapatkan perlindungan vaksin yang optimal.

Bagaimana efikasi vaksin janssen (Johnson and Johnson)?

Vaksinasi covid-19 Tahap Tiga

Berdasarkan laporan WHO, 28 hari setelah inokulasi vaksin J&J menunjukkan kemanjuran 85,4% terhadap penyakit parah dan 93,1% terhadap kasus rawat inap. Dosis tunggal vaksin J&J menunjukkan kemanjuran sekitar 66,9% terhadap infeksi SARS-CoV-2 yang menimbulkan gejala Covid-19 sedang maupun berat.

Setelah vaksin disuntikkan ke tubuh, adenovirus akan menyusup masuk ke sel tubuh. Namun, adenovirus pada vaksin ini tidak dapat memperbanyak diri. Kemudian, virus ni membangun protein paku yang akan pecah menjadi fragmen-fragmen yang dapat dikenali ssitem kekebalan tubuh.

Adanya fragmen, memicu sistem alarm sel untuk mengirimkan sinyal peringatan pada sel kekabalan tubuh terdekat. Dapat disimpulkan vaksin Janssen meningkatkan respons pada sistem alarm sel sehingga membuat sistem kekebalan bereaksi lebih kuat terhadap protein lonjakan.

Ketika sel yang divaksinasi mati, puing-puingnya mengandung protein lonjakan dan fragmen protein yang kemudian dapat diambil oleh jenis sel kekebalan yang disebut sel penyaji antigen. Sel ini kemudian akan mengaktifkan sel B dan sel T untuk membuat antibodi dan menghancurkan sel yang terinfeksi virus. Dengan begitu, tubuh sudah memiliki antibodi yang mirip dengan virus Covid-19.

Jika suatu saat terinfeksi virus Covid-19, antibodi inilah yang digunakan tubuh untuk melawan virus sehingga tidak menimbulkan gejala parah dan cepat pemulihannya.

Dalam uji klinis vaksin J&J telah diuji terhadap berbagai varian virus SARS-CoV-2, termasuk B1.351 (pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan) dan P.2 (pertama kali diidentifikasi di Brasil), dan terbukti manjur.

Apa saja efek samping vaksin janssen (Johnson and Johnson)?

sakit kepala gejala covid-19

Hasil pemantauan baksin J&J, efek samping yang paling sering dilaporkan adalah sakit kepala, demam disertai tubuh menggigil, nyeri pada bekas suntikan, dan kelelahan.

Efek samping ini biasanya akan muncul dalam satu atau dua hari setelah vaksin, dan mungkin memengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Namun jangan khawatir, karena biasanya efek samping tersebut akan hilang dalam beberapa hari.

Pada beberapa kasus, vaksin J&J juga bisa menyebabkan pingsan, yang terjadi dalam kurun waktu 15 menit setelah vaksin diberikan. Hingga kini, belum diketahui secara pasti apakah kondisi tersebut merupakan respons tubuh terhadap kandungan vaksin atau kecemasan perihal vaksinasi.

Di samping itu, laporan lain menunjukkan vaksin J&J dapat meningkatkan risiko terjadinya trombosis dengan sindrom trombositopenia (TTS). Kondisi ini menandakan pembekuan darah dengan trombosit rendah, yang terjadi pada wanita dewasa yang berusia kurang dari 50 tahun.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Janssen Ad26.COV2.S Covid-19 vaccine: What you need to know. (n.d.). Retrieved September 14, 2021, from https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/the-j-j-covid-19-vaccine-what-you-need-to-know?gclid=Cj0KCQjwkIGKBhCxARIsAINMioKqJfduldLF5j_CpQKUbt6IWZ27WK56wBX6nvWY1lV7KasjLL-t3Y4aAvd8EALw_wcB

Rokom. (2021, September 11). Vaksin Johnson & Johnson Tiba di Indonesia. Retrieved September 14, 2021, from https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210911/4138456/vaksin-johnson-johnson-tiba-di-indonesia/

CDC recommends use of Johnson & Johnson’s Janssen Covid-19 vaccine resume. (n.d.). Retrieved September 14, 2021, from https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/safety/JJUpdate.html

Jinpeng Li; Norbert Kaminski; Elisabeth Anderson. (2021, April 15). Vaccine safety – J&J vaccine. Retrieved September 14, 2021, from https://www.canr.msu.edu/news/vaccine-safety-j-j-vaccine

Corum, J., & Zimmer, C. (2020, December 18). How the johnson & johnson vaccine works. Retrieved September 14, 2021, from https://www.nytimes.com/interactive/2020/health/johnson-johnson-covid-19-vaccine.html

The Johnson & Johnson Adenovirus vaccine explained. (2021, April 30). Retrieved September 14, 2021, from https://www.mayoclinic.org/johnson-johnson-adenovirus-vaccine-explained/vid-20510091

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui 22/09/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.