Bagaimana Cara Tenaga Kesehatan Melindungi Diri dari Coronavirus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Wabah novel coronavirus yang kini merebak di sejumlah negara bisa menjangkiti siapa saja, tidak terkecuali para tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien. Kasus terparah dialami oleh Liang Wudong, dokter di salah satu rumah sakit di Wuhan, China, yang meninggal setelah merawat puluhan pasien terinfeksi novel coronavirus.

Sebelum meninggalnya Wudong, sebanyak 15 petugas kesehatan di China dilaporkan telah terinfeksi oleh novel coronavirus. Hal ini terjadi sebelum pihak pemerintah China mengumumkan bahwa virus berkode 2019-nCoV ini dapat menular antarmanusia.

Mencegah penularan novel coronavirus bagi tenaga kesehatan

Sumber: Times of Israel

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memberikan rekomendasi bagi para tenaga kesehatan untuk mencegah penularan lebih lanjut. Rekomendasi ini didasarkan pada wabah Middle-East Respiratory Syndrome (MERS) tahun 2013 akibat virus dalam kelompok yang sama dengan 2019-nCoV.

Berikut rekomendasi dari CDC:

1. Membatasi paparan patogen (bibit penyakit)

Sebisa mungkin, tenaga kesehatan perlu membatasi paparan patogen untuk mencegah penularan novel coronavirus. Pembatasan dilakukan mulai dari sebelum pasien datang, saat pasien dirawat, hingga setelah pasien pulang.

Sebelum pasien datang

Beritahukan pasien dan orang yang menemaninya untuk menghubungi tenaga medis bila mengalami gejala penyakit pernapasan. Mereka juga harus memakai alat pelindung seperti masker untuk mencegah penularan akibat batuk, bersin, dan sebagainya.

Saat pasien dirawat

Pastikan semua orang yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan mengikuti aturan kebersihan tangan, etika batuk, dan triase. Triase adalah prosedur seleksi untuk menentukan mana pasien yang perlu ditangani terlebih dahulu.

Guna mencegah penyebaran, tenaga kesehatan harus segera mengisolasi pasien yang tersangka atau berisiko tinggi terinfeksi novel coronavirus, apalagi pasien yang telah terkonfirmasi positif. Imbau pasien agar mencuci tangan dengan benar dan tidak duduk berdekatan dengan pasien lainnya.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

207,203

Terkonfirmasi

147,510

Sembuh

8,456

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

2. Mematuhi aturan pencegahan penyakit

Ada beberapa aspek yang perlu dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mencegah penularan penyakit, di antaranya:

Menjaga kebersihan tangan

Tenaga kesehatan harus mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan pasien, menyentuh barang yang mungkin terkontaminasi, dan memakai alat pelindung pribadi (sarung tangan, masker, dan sebagainya). Proses cuci tangan harus dilakukan dengan baik dan benar.

Menggunakan alat pelindung pribadi (APD)

Tenaga kesehatan harus menggunakan APD sekali pakai meliputi sarung tangan, gaun, masker, dan pelindung mata. Setelah keluar dari ruang perawatan, segera lepas APD dan buang mengikuti prosedur aman.

3. Mengelola pengunjung dan pergerakan dalam rumah sakit

Tenaga kesehatan harus memantau, mengelola, dan mengedukasi pengunjung untuk mencegah penularan coronavirus. Pengunjung yang melakukan kontak dengan pasien sebelum pasien dirawat berisiko tertular sehingga harus menjalani pemeriksaan.

Pengunjung tidak dibolehkan memasuki ruang perawatan pasien, kecuali atas kondisi tertentu yang disetujui rumah sakit. Sebagai contoh, pasien berada dalam kondisi kritis dan keberadaan pengunjung penting bagi kesejahteraan emosionalnya.

4. Melatih, mengedukasi, dan memantau kondisi tenaga kesehatan

Setiap tenaga kesehatan harus mendapatkan edukasi dan latihan tentang APD, serta memahami cara memakai APD sebelum merawat pasien. Mereka pun harus mengerti penanggulangan terhadap pakaian, kulit, dan lingkungan yang terkontaminasi.

Jika terdapat tenaga kesehatan yang diduga terinfeksi novel coronavirus, ia dibebaskan dari pekerjaan selama 14 hari untuk dipantau kondisinya. Tenaga kesehatan yang mengalami gejala penyakit pernapasan harus segera melapor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

5. Menerapkan pengendalian infeksi di lingkungan sekitar

Pastikan seluruh prosedur pembersihan dan desinfeksi dilakukan dengan tepat dan konsisten. Barang-barang yang sering disentuh harus dibersihkan dengan desinfektan sesuai standar. Pakaian, alat makan, dan sampah medis juga harus dibersihkan sesuai prosedur.

Tenaga kesehatan terpapar novel coronavirus setiap waktu sehingga mereka lebih berisiko tertular virus ini. Walau demikian, para tenaga kesehatan dapat mencegah penularan dengan mengikuti prosedur yang berlaku di rumah sakit.

Hingga hari ini (28/1), tenaga kesehatan yang terinfeksi di China pun dilaporkan tengah menjalani perawatan. Kesembuhan mungkin tidak datang dengan instan, tapi perawatan intensif dapat membantu para tenaga kesehatan untuk pulih secara perlahan.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Memilih Jenis Masker yang Paling Efektif Menangkal Virus

Jenis masker untuk menjaga kesehatan Anda ada beragam. Lantas, apakah benar alat itu efektif menurunkan risiko penularan penyakit?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Hidup Sehat, Tips Sehat 16 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Polusi dapat Meningkatkan Risiko Gejala Berat COVID-19

Polusi udara meningkatkan risiko tingkat kesakitan dan kematian pada pasien COVID-19 dibandingkan dengan pasien yang berada di wilayah rendah polusi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Kasus-kasus Pasien COVID-19 Sembuh yang Terinfeksi Dua Kali, Kok Bisa?

Pria 33 tahun yang tertular COVID-19 dua kali setelah dinyatakan sembuh pada akhir Maret. Apakah kekebalan terhadap infeksi kedua tidak terbentuk?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 3 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Amerika Izinkan Perawatan COVID-19 dengan Plasma Darah Pasien Sembuh, Apa itu?

Plasma darah pasien sembuh dipercaya mampu menjadi terapi untuk menangani pasien COVID-19. Meski begitu keefektifannya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 3 September 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dampak jangka panjang covid-19

Dampak Jangka Panjang Setelah Pasien Sembuh dari COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 22 September 2020 . Waktu baca 4 menit
klaster penularan COVID-19

Klaster Penularan COVID-19 di Perkantoran Terus Bertambah, Apa yang Salah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 5 menit
dexamethasone obat covid-19

Kortikosteroid dan Keampuhannya Menyelamatkan Pasien COVID-19 Gejala Berat

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
penularan covid-19 di kampanye pilkada serentak 2020 berbahaya

Penularan COVID-19 dalam Aktivitas Sehari-hari, dari Makan Hingga Berenang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 4 menit