Bisakah Masker Kain Buatan Sendiri Memperlambat Penyebaran Coronavirus?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27/05/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel berita seputar coronavirus (COVID-19) di sini.

Baru-baru ini, CDC mengeluarkan pernyataan bahwa sebaiknya menggunakan masker, entah itu masker kain atau masker bedah, ketika bepergian ke luar rumah. Imbauan ini dikeluarkan mengingat jumlah kasus terinfeksi COVID-19 yang semakin meningkat dan angka korban yang meninggal pun ikut melonjak. Maka itu, banyak orang yang akhirnya membuat sendiri masker dari kain untuk mencegah penularan coronavirus. 

Pertanyaannya, masker kain seperti apa yang mampu mencegah penularan penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini?

Membuat masker kain dapat mencegah coronavirus, asalkan…

masker

Efek coronavirus (COVID-19) terhadap sebagian orang memang menimbulkan dampak yang cukup serius. Baik bagi lansia hingga orang dewasa dengan penyakit kronis tertentu. 

Terlebih lagi, adanya kabar yang beredar bahwa droplet atau percikan air liur dari penderita COVID-19 dapat bertahan di udara. Hal ini akhirnya membuat semua orang semakin waspada.

Tidak sedikit dari pasien positif coronavirus yang tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, virus yang ada di dalam tubuhnya masih dapat menginfeksi orang lain. 

Awalnya, CDC menganjurkan bahwa penggunaan masker hanya ditujukan pada orang sakit dan petugas kesehatan yang merawat pasien positif. Namun, gejala COVID-19 semakin beragam dan mirip dengan penyakit lain membuat para ahli berpendapat bahwa sudah saatnya untuk mengenakan masker saat keluar rumah. 

Tantangan selanjutnya pun muncul, yaitu jumlah permintaan masker membuatnya cukup langka. Bahkan, tidak sedikit orang yang memanfaatkan situasi ini untuk menyimpan stok masker yang mereka beli dan menjualnya dengan harga selangit. 

Oleh karena itu, masyarakat tidak memiliki pilihan lain, yakni membuat sendiri masker kain untuk mencegah penularan coronavirus. Akan tetapi, banyak dari Anda yang mungkin bertanya-tanya, bagaimana membuat masker yang dapat mengurangi risiko penularan.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

111,455

Terkonfirmasi

68,975

Sembuh

5,236

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Sebenarnya, Anda bisa memproduksi masker kain yang dibuat dari barang-barang yang ada di rumah atau bahan umum lainnya. Menurut dr. Benjamin LaBrot, profesor pendidikan kedokteran di University of Southern California kepada Healthline, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat membuat masker. 

Ia menjelaskan bahwa sarung bantal yang tebal atau dua lapis kain flanel dapat menyaring partikel udara hingga 60 persen. Anda bisa menguji kain yang akan dibuat menjadi masker dengan cahaya, untuk melihat seberapa baik bahan dapat disaring. 

Cobalah untuk memegang kain sambil memperlihatkannya ke cahaya. Apabila anda dapat melihat cahaya melalui kain, kemungkinan bahan tersebut tidak terlalu baik untuk menyaring partikel udara. Di sini Anda bisa melihat, semakin tebal dan padat suatu kain, semakin bagus kualitas penyaringannya. 

Kain lainnya untuk membuat masker mencegah coronavirus

Tidak hanya kain flanel atau katun, ada bahan kainnya yang bisa menjadi pilihan dalam membuat masker untuk mencegah coronavirus. 

Sebagai contoh, filter HEPA dapat digunakan sebagai penyaring yang dipakai untuk memperlambat penyebaran virus. Selain itu, bahan Quilt yang memiliki jumlah benang yang banyak juga dapat menyaring partikel kecil hingga 80 persen. 

Walaupun demikian, menggunakan masker kain yang lebih tebal dan padat tentu akan menimbulkan masalah, terutama ketika dipakai dalam waktu yang lama. 

Pertama, Anda mungkin akan kesulitan bernapas. Lalu, penggunaan filter udara pada masker yang dibuat dari fiberglass atau serat kaca ternyata tidak selalu aman digunakan untuk bernapas. 

Oleh karena itu, ketika Anda ingin membuat masker kain untuk mencegah penularan coronavirus, selalu perhatikan bahan yang digunakan. 

Bagaimana masker kain melindungi dari coronavirus?

Menurut American Lung Association, satu dari empat orang yang terinfeksi COVID-19 mungkin akan menunjukkan gejala ringan hingga tidak ada sama sekali. Menggunakan masker kain ketika berada di dekat orang lain ternyata membantu menyaring partikel yang dapat dikeluarkan saat batuk dan bersin. 

Hal tersebut bisa terjadi tanpa sengaja, termasuk saat berbicara. Membuat dan menggunakan masker kain dapat memperlambat penyebaran coronavirus. Terlebih ketika Anda tidak mengetahui bahwa tubuh sudah terinfeksi. 

Maka itu, jenis masker kain tidak dimaksudkan untuk melindungi pemakainya, melainkan agar tidak terjadi penularan yang tidak diinginkan. 

jenis masker

Bisakah masker kain dicuci dan digunakan kembali?

Membuat masker kain untuk mencegah coronavirus ternyata bukan hal yang sia-sia. Tidak seperti masker bedah yang hanya dapat digunakan sekali, masker kain ternyata bisa dicuci dan digunakan kembali. 

Setiap kali Anda pergi ke luar, masker ini harus rutin dicuci tergantung pada frekuensi penggunaan. Bahkan, Anda bisa menggunakan mesin cuci untuk membersihkan masker ini. 

Dengan begitu, Anda bisa membantu memperlambat penyebaran coronavirus melalui masker kain yang dibuat sendiri. 

Membuat dan menggunakan masker kain untuk mencegah coronavirus memang menjadi pilihan alternatif yang cukup baik. Akan tetapi, jangan lupa untuk melakukan upaya mencegah COVID-19 lainnya, seperti tidak perlu keluar rumah jika tidak perlu, mencuci tangan dan menjaga jarak 2-3 meter dari orang lain.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan di bawah ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin COVID-19 Moderna Memasuki Tahap Akhir Uji Kllinis

Vaksin COVID-19 buatan Moderna menunjukkan hasil positif dan akan memasuki tahap akhir uji klinis. Vaksin ini akan diuji coba pada 30.000 orang relawan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Menkes Mengganti Istilah PDP, ODP, dan OTG, Apa Artinya Bagi Penanganan COVID-19?

Kemenkes menghapus istilah PDP, ODP, dan OTG. Sebagi gantinya pemerintah menetapkan beberapa istilah baru untuk digunakan dalam penanganan COVID-19.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 22/07/2020 . Waktu baca 4 menit

WHO Mengonfirmasi Virus COVID-19 Bertahan di Udara (Airborne)

Selain melalui droplet, COVID-19 juga menular lewat sebaran di udara (airborne). Hal ini sudah dikonfirmasi oleh WHO. Begini penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 14/07/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Beradaptasi dan Melindungi Diri di Masa New Normal

New normal dapat menjadi tantangan bagi sebagian orang. Namun, hal terpenting adalah Anda tetap harus melindungi kesehatan dengan langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
new normal
Hidup Sehat, Tips Sehat 13/07/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

nutrisi untuk mencegah covid

Penuhi Nutrisi Ini untuk Mencegah Penularan Coronavirus saat New Normal

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 30/07/2020 . Waktu baca 9 menit
Konten Bersponsor
asuransi di masa pandemi

5 Manfaat Punya Asuransi di Masa Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
lindungi diri di adaptasi kebiasaan baru

9 Cara Lindungi Diri Jalankan Hobi di Luar Ruang saat Adaptasi Kebiasaan Baru

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 29/07/2020 . Waktu baca 5 menit
vaksin covid-19 oxford

Vaksin COVID-19 Buatan Oxford Berhasil Picu Respons Kekebalan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/07/2020 . Waktu baca 5 menit