Saat Ibu Diduga Terinfeksi Coronavirus Melahirkan, Apa Dampaknya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/04/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Sabtu (25/1), seorang ibu yang diduga terinfeksi novel coronavirus melahirkan bayi laki-laki dengan bantuan tim dokter yang melakukan operasi caesar darurat. Apa efeknya peristiwa ini pada ibu dan anak?

Kelahiran bayi dari pasien yang terinfeksi coronavirus ini merupakan fenomena baru dan masih hangat diperbincangkan oleh masyarakat. Tim dokter pun masih menganalisis kondisi sang anak dan ibu. Belum ada informasi resmi apakah anaknya terinfeksi juga atau tidak. 

Namun dari sejumlah kasus penyebaran coronavirus selanjutnya, ada beberapa kasus mirip yang bisa dijadikan sebagai gambaran. Berikut catatannya.

Apa yang terjadi ketika ibu hamil yang terinfeksi coronavirus melahirkan?

tanda-tanda melahirkan

Menurut sejumlah laporan dari media, bayi yang dilahirkan oleh wanita bernama Xiaoyan ini langsung dipulangkan ke rumah. Walaupun ibu yang melahirkan masih belum dikonfirmasi terinfeksi coronavirus, tindakan tersebut dilakukan agar bayi tidak terpapar virus yang tersebar di rumah sakit. 

Kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi ketika wabah MERS-COV berlangsung. MERS (Middle East respiratory syndrome) adalah virus yang menyerang paru-paru akibat coronavirus, payung besar virus yang meliputi SARS dan novel coronavirus

Hampir sedikit masyarakat mengetahui tentang efek coronavirus, terutama MERS, selama kehamilan. Di Arab Saudi, terdapat 5 kasus infeksi MERS-CoV pada wanita hamil yang diteliti. Hasilnya, kelima kasus tersebut berujung pada kesimpulan bahwa MERS-CoV dapat meningkatkan risiko kematian ibu dan kematian perinatal.

Pada 2016, terdapat penelitian dari jurnal BMC Infectious Diseases yang mengungkapkan bahwa ibu yang melahirkan saat terinfeksi coronavirus berisiko mengalami kematian. 

Pasalnya, lebih dari 80% ibu yang terinfeksi coronavirus dan melahirkan  melalui operasi caesar darurat mengalami kegagalan. Kejadian ini disebabkan mereka tidak dapat mempertahankan keseimbangan oksigen darah meskipun sudah menggunakan oksigen sebanyak 100%. 

Dalam sebuah kasus, pasien MERS-CoV yang melahirkan, bayinya lahir dalam keadaan sehat tanpa indikasi MERS-CoV . Namun sang ibu tidak dapat bertahan dan meninggal dunia.

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

78,572

Terkonfirmasi

37,636

Sembuh

3,710

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Apakah sama kondisinya ketika pasien MERS-CoV dan novel coronavirus melahirkan? Masih butuh penelitian lebih lanjut.

Efek coronavirus terhadap ibu hamil

novel coronavirus ibu hamil

Setelah mengetahui dampak dari ibu yang terinfeksi coronavirus dan melahirkan bayinya, kenali apa saja efek yang dapat muncul dari virus ini terhadap ibu hamil

Baik novel coronavirus, SARS, dan MERS-CoV, ketiganya menghasilkan dampak yang cukup serius pada tubuh manusia, terutama ibu hamil. Bagaimana tidak, menurut laporan dari Emerging Infectious Diseases, penyakit SARS 2002 telah menyebabkan keguguran dan kematian ibu hamil tahun 2004. 

Kemudian, wabah MERS-CoV juga mengakibatkan efek yang serupa terhadap ibu hamil, yaitu keguguran dan hal ini terjadi setahun setelahnya. 

Coronavirus yang menjadi penyebab SARS dan MERS memang dapat memengaruhi kesehatan ibu hamil. Namun, wabah coronavirus di Wuhan, Tiongkok masih perlu diteliti lebih dalam lagi. 

Terlebih lagi, kasus yang baru saja muncul adalah seorang ibu yang menjadi pasien diduga coronavirus melahirkan seorang bayi dan hingga saat ini masih dipantau oleh tim dokter. 

Efek coronavirus terhadap kesehatan janin

Mengutip pernyataan dari dr. Rajeev Fernando, M.D, ahli penyakit menular kepada What to Expect, perlu diketahui bahwa tidak ada virus pernapasan yang dapat memengaruhi janin. Maka itu, para ilmuwan berpendapat bahwa coronavirus mungkin tidak akan berdampak pada bayi meskipun Anda sedang terinfeksi. 

Walaupun demikian, pernyataan tersebut masih perlu didukung oleh penelitian lebih lanjut. Selain itu, ibu hamil juga lebih rentan terhadap komplikasi infeksi coronavirus, sehingga sangat direkomendasikan untuk tetap melakukan upaya pencegahan tertentu, misalnya mencuci tangan.

Ibu hamil juga direkomendasikan untuk tetap membatasi paparan virus atau tempat yang memiliki udara yang buruk. Anda bisa menggunakan masker sebagai perlindungan tambahan dan tetap mencuci tangan sebelum dan setelah memegang suatu benda.

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Pelacakan kontak orang yang positif maupun diduga terinfeksi COVID-19 sangat penting dilakukan agar penyebaran virus bisa diperlambat. Mengapa?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 02/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Ventilator Buatan Anak Bangsa yang Jadi Solusi Penanganan COVID-19 di Indonesia

Kurangnya ketersediaan ventilator dalam penanganan COVID-19 mendorong peneliti untuk berinovasi. Berikut lima ventilator buatan peneliti Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 29/06/2020 . Waktu baca 6 menit

Mudah Kok! Ini Cara Membuat dan Mencuci Masker Kain Sendiri

Ketahui tips membuat masker kain secara mandiri. Karena bisa dipakai secara berulang, Anda perlu menerapkan cara mencuci masker kain dengan tepat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 26/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Herbavid-19 COVID-19

Virus COVID-19 Bertahan di Udara (Airborne) dan Menular

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
new normal

5 Tips Beradaptasi dan Melindungi Diri di Masa New Normal

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Antibodi pasien covid-19

Antibodi Pasien Sembuh COVID-19 Hanya Bertahan 3 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Oksigen covid-19 Krisis oksigen

WHO Ingatkan Krisis Oksigen Konsentrator, Apa Artinya Bagi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 09/07/2020 . Waktu baca 3 menit