Antibodi dari Pasien SARS Dikabarkan Dapat Melawan COVID-19

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Sejauh ini belum ditemukan obat-obatan khusus untuk melawan virus di tubuh pasien COVID-19. Maka dari itu, para ahli mencoba berbagai upaya untuk mendapatkan obat yang ampuh mengobati COVID-19. Salah satu temuan dari studi tersebut adalah antibodi dari pasien SARS dikabarkan dapat untuk melawan virus COVID-19.

Antibodi SARS untuk melawan COVID-19

laboratorium coronavirus

Pada kasus tertentu, antibodi atau kombinasi dari sejumlah antibodi bisa berfungsi sebagai pengobatan infeksi virus baru atau mencegah virus pada orang yang berisiko tinggi. Peluang tersebut akhirnya digunakan oleh tim peneliti untuk menggali perkembangan antibodi monoklonal yang menetralkan virus. 

Menurut penelitian dari Nature, terdapat antibodi yang ditemukan dalam sampel darah pasien yang telah pulih dari SARS dikabarkan dapat melawan virus corona, termasuk COVID-19. Antibodi yang disebut sebagai S309 ini sebenarnya telah dipelajari sebelum pandemi COVID-19 merebak. 

Di dalam penelitian tersebut, para ahli mencoba bereksperimen dengan 25 jenis antibodi yang berbeda. Kemudian, mereka mencoba menargetkan antibodi tersebut terhadap lonjakan spesifik pada virus untuk melihat apakah terdapat jenis antibodi untuk mencegah sel terinfeksi COVID-19. 

Pasalnya, seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa baik SARS dan virus yang menyebabkan COVID-19 berasal dari payung yang sama, yaitu coronavirus. Virus yang diduga berasal dari hewan ini disebut memiliki struktur yang serupa. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

59,394

Terkonfirmasi

26,667

Sembuh

2,987

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Hasilnya, para peneliti berhasil mengidentifikasi delapan antibodi yang disebut dapat mengikat COVID-19 dan sel yang terinfeksi. Salah satu kandidat yang cukup menjanjikan dikenal sebagai S309 dan terbukti dapat menetralisir coronavirus COVID-19. 

Para ahli mulai mencoba menggabungkan S309 dengan antibodi lainnya yang dianggap kurang kuat. Kemudian, gabungan antibodi tersebut digunakan untuk menargetkan tempat yang berbeda pada lonjakan protein virus. Dengan demikian, antibodi dapat mengurangi risiko virus untuk bermutasi.

Walaupun penelitian antibodi SARS dapat melawan COVID-19 belum diujicobakan pada manusia, temuan tersebut membuka jalan pengobatan lain dalam mengatasi COVID-19. Bahkan, terapi antibodi ini juga kemungkinan besar dapat mengurangi risiko infeksi virus pada kelompok yang berisiko, seperti lansia dan pasien dengan riwayat penyakit kronis.

COVID-19

Mengapa antibodi penting untuk melawan virus?

Selain digunakan untuk mendeteksi keberadaan virus COVID-19 di tubuh, antibodi juga diperlukan untuk melawan infeksi, baik SARS maupun jenis virus corona lainnya. 

Antibodi atau imunoglobulin (Ig) merupakan protein khusus yang berikatan dengan antigen dan bisa ditemukan pada permukaan patogen, seperti bakteri atau virus. Umumnya, antibodi dibuat oleh limfosit B yang merupakan sel darah putih khusus dan berasal dari sistem kekebalan tubuh. 

Pada dasarnya antibodi terdiri atas berbagai macam dengan fungsi yang berbeda-beda pula, yaitu:

  • immunoglobulin A (IgA): berperan dalam munculnya alergi
  • immunoglobulin E (IgE): digunakan untuk pemeriksaan awal alergi
  • immunoglobulin G (IgG): melindungi tubuh dengan menghafal patogen yang pernah masuk
  • immunoglobulin M (IgM): antibodi pertama untuk melawan infeksi saat tubuh terserang infeksi

Limfosit atau sel B ini mempunyai antibodi pada permukaan sel, sehingga memungkinkan antibodi untuk mendeteksi benda asing. Pada saat berhasil menemukan patogen, sel B akan berubah menjadi sel plasma dan memproduksi antibodi agar dapat berikatan dengan antigen khusus dengan patogen tersebut.

Eksperimen Tes Antibodi, Metode Lain Mendeteksi COVID-19

Kemudian, sel plasma akan melepaskan antibodi dalam jumlah besar ke sirkulasi tubuh agar tubuh terlindungi dengan dua cara. 

Pertama, antibodi dapat berikatan dengan antigen di luar bakteri atau virus agar berhenti masuk ke sel-sel tubuh. Pasalnya, ketika patogen berhasil masuk ke sel tubuh Anda memudahkan mereka untuk memperbanyak diri hingga membuat tubuh sakit. Apabila sel berhenti masuk ke sel, tentu risiko terkena penyakit pun berkurang. 

Kedua, antibodi juga dapat bekerja dengan mengikat antigen pada patogen. Kemudian, antibodi memberi sinyal sel darah putih lainnya (fagosit) untuk menghancurkan patogen. Intinya, antibodi diperlukan untuk menetralkan virus dan menandainya agar dapat dihancurkan. 

Maka dari itu, temuan antibodi pasien SARS dapat digunakan untuk melawan COVID-19 cukup penting mengingat belum ada obat khusus untuk mengobati penyakit pernapasan ini. Terlebih lagi, informasi tentang antibodi COVID-19 dapat membantu peneliti merancang vaksin yang aman dan efektif untuk mencegah infeksi virus.

Bantu dokter dan tenaga medis lain mendapatkan alat pelindung diri (APD) dan ventilator untuk melawan COVID-19 dengan berdonasi melalui tautan berikut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Olahraga yang dilakukan di luar rumah bisa bermanfaat bagi kebugaran dan kesehatan mental. Tapi apakah aman olahraga di luar rumah saat pandemi COVID-19?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 30/06/2020 . 4 menit baca

Jamur Cordyceps Militaris Bantu Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Jamur Cordyceps militaris, sebagai suplemen yang memiliki potensi untuk meningkatkan sistem imun tubuh dalam melawan virus penyebab penyakit.

Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/06/2020 . 5 menit baca

5 Ventilator Buatan Anak Bangsa yang Jadi Solusi Penanganan COVID-19 di Indonesia

Kurangnya ketersediaan ventilator dalam penanganan COVID-19 mendorong peneliti untuk berinovasi. Berikut lima ventilator buatan peneliti Indonesia.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 29/06/2020 . 6 menit baca

Mudah Kok! Ini Cara Membuat dan Mencuci Masker Kain Sendiri

Ketahui tips membuat masker kain secara mandiri. Karena bisa dipakai secara berulang, Anda perlu menerapkan cara mencuci masker kain dengan tepat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 26/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

pelacakan kontak covid-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
tinggal sendiri selama pandemi

Tinggal Sendiri Selama Pandemi, Apa yang Harus Diperhatikan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 6 menit baca
rasa aman palsu pandemi

Rasa Aman Palsu, Alasan Mengapa Banyak Orang Berkerumun Saat Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 4 menit baca
cara menjaga kesehatan gigi

Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut di Masa Pandemi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 4 menit baca