Apa Efek Coronavirus pada Anak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29/06/2020 . 3 menit baca
Bagikan sekarang

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Akhir-akhir ini, perhatian masyarakat di dunia tertuju pada wabah pneumonia yang disebabkan oleh jenis virus baru, yaitu Novel coronavirus (2019-nCoV). Ratusan korban sudah terinfeksi dan 26 di antaranya meninggal dunia. Bagaimana efek coronavirus pada anak-anak?

Sejauh ini. belum ada informasi mengenai gambaran demografi usia korban Novel coronavirus. Namun, dalam penyebaran wabah coronavirus sebelumnya, anak-anak dilaporkan jarang terkena infeksi. Kenapa? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya. 

Kasus coronavirus jarang terjadi pada si kecil

merawat anak sakit pilek

Bagi para orangtua pasti khawatir mengenai wabah pneumonia baru di Wuhan, Tiongkok. Bagaimana tidak, wabah yang disebabkan oleh Novel coronavirus ini telah membuat ratusan orang terinfeksi dan menginfeksi ratusan orang lainnya, termasuk di negara luar Tiongkok. 

Pada tahun 2010 terdapat penelitian dari jurnal Emerging Infectious Diseases yang menyebutkan bahwa coronavirus sangat jarang terjadi pada anak. 

Para peneliti dari Italia yang melakukan riset ini menyebutkan, HCoVs (Human coronaviruses) pada anak hanya menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas ringan (ISPA).  

Jumlah korban coronavirus yang menimpa anak-anak cukup jarang terjadi. Menurut CDC, korban SARS pada anak memiliki presentase terendah, yaitu kurang 5 persen dari keseluruhan kasus SARS.

Dari 2004 sampai saat ini belum ada laporan tambahan terkait coronavirus, terutama SARS, yang menyerang bayi dan anak-anak. Walaupun demikian, risiko coronavirus pada anak masih tetap ada. Risiko tersebut terbilang rendah, tetapi bukan berarti Anda lengah terhadap kejadian yang terjadi baru-baru ini. 

Update Jumlah Sebaran COVID-19
Negara: Indonesia
Data Harian

59,394

Terkonfirmasi

26,667

Sembuh

2,987

Meninggal Dunia
Peta Penyebaran

Alasan coronavirus jarang ditemukan pada si kecil

sakit kepala pada anak

Masih mengacu pada penelitian yang sama, terdapat beberapa alasan mengapa coronavirus jarang ditemukan pada tubuh bayi dan anak. 

Pertama, penularan coronavirus pada tubuh anak-anak cenderung rendah karena sebagian besar tempat wabah terjadi berada di rumah sakit. Maka itu, petugas kesehatan dan pasien dewasa lebih rentan terkena virus ini, sedangkan anak-anak tidak diperbolehkan mengunjungi rumah sakit. 

Kemudian, anak yang berusia 2.5 – 3.5 tahun ternyata mempunyai antibodi terhadap HCoVs. Alasan ini menjadi dasar mengapa infeksi coronavirus pada anak cukup rendah dan lebih sering ditemukan pada anak yang lebih tua dan remaja. 

Terlebih lagi, kedua kategori anak ini juga memiliki penyakit kronis yang berhubungan dengan virus dan sedang menjalani rawat inap.

5 Langkah Cerdas Menjelaskan COVID-19 dan Penyakit Pandemi pada Anak

Gejala coronavirus yang perlu orangtua ketahui

Berbaring di kasur karena anak batuk terus

Normalnya, gejala coronavirus yang muncul pada anak tidak jauh berbeda dengan yang timbul pada orang dewasa. Gejala coronavirus hampir mirip dengan penyakit flu atau pilek yang terjadi setelah 2-4 ahari setelah infeksi virus terjadi dan cenderung tidak begitu parah.

Berikut ini beberapa gejala yang perlu orangtua ketahui agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan mendapatkan penanganan lebih awal. 

  • bersin dan batuk
  • hidung meler
  • demam 
  • irama pernapasan lebih cepat
  • sakit tenggorokan
  • asma

Tanda-tanda di atas mungkin hampir mirip dengan penyakit lainnya. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan bahwa gejala ini menunjukkan tubuh anak sedang terserang virus ini

Oleh karena itu, jika Anda menemukan gejala coronavirus pada anak, disarankan untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan begitu, Anda dapat menghindari risiko terburuk dari wabah penyakit yang sedang terjadi saat ini. 

Baca semua artikel tentang coronavirus (COVID-19) di sini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Virus Corona Menyebar di Permukaan Benda Rumah Sakit dalam 10 Jam

Penelitian terbaru menemukan bahwa DNA virus corona penyebab COVID-19 bisa menyebar di bangsal rumah sakit dalam waktu 10 jam.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24/06/2020 . 4 menit baca

Protokol Pelaksanaan Kurban di Masa Pandemi COVID-19

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada masa pandemi harus mengikuti protokol khusus untuk menghindari penularan COVID-19. Berikut rinciannya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 23/06/2020 . 5 menit baca

Ahli Peringatkan COVID-19 Bisa Memicu Risiko Diabetes pada Orang Sehat

Selain dapat menimbulkan gejala yang cukup parah, ternyata baru-baru ini para ahli memperingatkan bahwa COVID-19 dapat memicu diabetes pada orang sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 22/06/2020 . 5 menit baca

Kapan Anak Harus Dibawa ke Rumah Sakit Saat Pandemi?

Orangtua disarankan agar tidak membawa anak berobat ke rumah sakit saat pandemi. Lalu, kondisi darurat apa yang membuat anak harus ke rumah sakit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Coronavirus, COVID-19 19/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

pelacakan kontak covid-19

Pelacakan Kontak Dapat Menekan Angka Penyebaran Kasus COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 02/07/2020 . 5 menit baca
Olahraga di luar rumah pandemi

Olahraga di Luar Rumah Saat Pandemi? Perhatikan Hal-hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . 4 menit baca
Indonesia ventilator covid-19

5 Ventilator Buatan Anak Bangsa yang Jadi Solusi Penanganan COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 29/06/2020 . 6 menit baca
cara mencuci masker kain

Mudah Kok! Ini Cara Membuat dan Mencuci Masker Kain Sendiri

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 26/06/2020 . 5 menit baca