Kenapa Wanita yang Sedang Menopause Jadi Mudah Marah (dan Bagaimana Mengatasinya)?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 17 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memasuki usia menopause, wanita akan mengalami berbagai penurunan fungsi tubuh dan perubahan emosional. Karena itulah, ia cenderung menunjukkan beberapa gejala menopause yang mudah terlihat seperti perubahan suasana hati dan ketidaktenangan secara psikis, misalnya menjadi mudah marah dan tersinggung. Lantas, apa yang menyebabkan wanita menopause lebih mudah marah? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kenapa wanita menopause lebih mudah marah?

Bagi wanita, perimenopause dan menopause adalah bagian alamiah dari proses penuaan. Perimenopause adalah masa transisi sebelum wanita mengalami menopause. Pada masa inilah wanita cenderung mengalami sejumlah masalah emosional dan perubahan suasana hati, seperti mudah panik, cemas, marah yang ekstrem secara tiba-tiba, bahkan depresi.

Seiring bertambahnya usia, wanita menyadari bahwa dirinya semakin menua dan mulai beralih ke fase kehidupan yang berbeda, seperti menjadi sering mengalami stres akibat kurang tidur dan hot flashes (kondisi kepanasan yang kerap dialami oleh wanita menopause). Hal inilah yang seringkali menjadi dalang naik-turunnya suasana hati atau mood para wanita yang menginjak masa menopause.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, perubahan hormon yang fluktuatif saat menopause membuat wanita lebih mudah tersinggung bahkan tertekan. Salah satu hormon yang memegang kunci utamanya adalah hormon estrogen yang mengatur sebagian besar fungsi reproduksi wanita. Saat mendekati masa menopause, ovarium akan mulai memperlambat produksi estrogen sehingga cenderung menimbulkan sensasi hot flashes pada wanita menopause.

Selain itu, estrogen juga berperan dalam mengendalikan seberapa banyak kadar serotonin yang diproduksi. Serotonin ini merupakan bahan kimia yang membantu mengatur suasana hati. Jika Anda memproduksi lebih sedikit estrogen, maka Anda juga akan memproduksi serotonin dalam jumlah yang sedikit. Akibatnya, hal ini bisa berdampak langsung pada stabil atau tidaknya emosi dan percaya diri yang Anda rasakan.

Cara mengontrol emosi saat menopause supaya tidak mudah marah

Menyeimbangkan hormon merupakan kunci utama bagi Anda untuk mengendalikan suasana hati. Nah, ada beberapa aktivitas dan perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan untuk menyeimbangkan hormon secara alami dan menghindari emosi yang berlebihan.

1. Pola makan seimbang

Pola makan yang seimbang memberikan dampak yang signifikan pada perubahan kadar hormon dalam tubuh. Anda dianjurkan untuk makan makanan yang kaya vitamin D, kalsium, dan zat besi. Pasalnya, kandungan zat-zat ini tidak hanya akan membantu Anda merasa lebih baik, tetapi juga menjaga tulang tetap kuat saat produksi estrogen Anda melambat.

Menopause juga sering kali dikaitkan dengan penambahan berat badan yang cukup drastis sehingga memengaruhi citra diri dan suasana hati Anda. Nah, cobalah untuk makan makanan tinggi serat untuk melindungi kesehatan usus dan pencernaan Anda.

Beberapa makanan yang dapat membantu mengurangi gejala menopause di antaranya adalah kedelai, edamame, tahu, dan susu kedelai. Hindari konsumsi kafein yang dapat meningkatkan hot flashes dan keringat di malam hari pada wanita menopause.

2. Olahraga rutin

Olahraga merupakan kegiatan yang ampuh meredakan stres karena memiliki efek antidepresan. Selain itu, olahraga juga dapat merangsang hormon endorfin yang mampu mengurangi rasa sakit dan dapat meningkatkan mood Anda.

Wanita pasca menopause cenderung berisiko tinggi terkena penyakit jantung, sehingga perlu untuk menjalankan beberapa olahraga kardio untuk kesehatan jangka panjang. Beberapa olahraga yang bisa Anda pilih adalah latihan kardiovaskuler berintensitas rendah, seperti pilates atau jogging. CDC merekomendasikan 150 menit latihan kardiovaskular per minggu untuk orang dewasa yang lebih tua, termasuk wanita yang sedang menopause.

3. Menyalurkan emosi pada aktivitas lainnya yang bermanfaat

Dilansir dari Healthline, beberapa wanita merasa terbantu untuk menyalurkan setiap bentuk emosi yang dirasakan pada beberapa kegiatan yang produktif. Misalnya saja kegiatan seperti melukis, menulis, berkebun, atau mendekorasi rumah bisa memberikan ruang bagi Anda untuk memproses emosi dengan cara yang positif. Sehingga Anda tidak perlu lagi membuang energi dengan marah-marah pada orang di sekitar Anda.

4. Mengendalikan stres dengan meditasi

Melakukan kegiatan meditasi dilaporkan dapat membantu Anda mendapatkan kembali kesadaran positif dan kemampuan untuk mengatasi gejala menopause. Lakukan teknik pernapasan dalam-dalam atau luangkan waktu sekitar 10 menit untuk mengembalikan rasa percaya diri. Atau, cobalah untuk menuliskan segala keluh kesah di jurnal dan renungkan kembali apa penyebab kekesalan Anda beserta solusinya. Hal ini bermanfaat untuk mengendalikan diri Anda dari stres yang dirasakan.

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Digaruk! Ini 2 Jenis Obat Infeksi Jamur Vagina untuk Meredakan Gejala

Vagina gatal akibat infeksi jamur tentu sangat mengganggu aktivitas. Redakan dengan berbagai obat infeksi jamur vagina, mulai dari krim sampai obat minum.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Wanita, Infeksi Jamur Vagina 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Jenis-Jenis Pijat dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Badan pegal bisa jadi lebih segar setelah dipijat. Ada beragam jenis pijat yang memberikan manfaat yang berbeda-beda. Anda lebih suka yang mana?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Pengobatan Alternatif, Pengobatan Herbal dan Alternatif 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Merkuri dan Berbagai Bahayanya untuk Kesehatan Anda

Sebenarnya, seberapa bahaya merkuri untuk kesehatan tubuh Anda? Apakah merkuri hanya ada di pertambangan? Cek selengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan, Informasi Kesehatan 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Posisi Tidur yang Aman dan Nyaman Saat Sakit Leher

Posisi tidur yang salah sering kali membuat Anda terbangun dengan leher sakit. Tenang, coba posisi tidur ini untuk meredakan sakit leher Anda.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 24 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tuba falopi tersumbat, gejala tukak lambung

Waspadai Gejala yang Menandakan Anda Kena Tukak Lambung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
daun mimba

3 Manfaat Daun Mimba (Intaran), Tanaman Obat yang Serba Guna

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tips pendinginan setelah lari

6 Jenis Pendinginan yang Wajib Dilakukan Setelah Lari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit