home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Perubahan Siklus Menstruasi di Usia 20-an, 30-an, dan 40-an

Perubahan Siklus Menstruasi di Usia 20-an, 30-an, dan 40-an

Meskipun menstruasi terjadi setiap bulan, namun, siklus menstruasi sering kali tidak dapat diprediksi. Menstruasi bisa terjadi lebih cepat atau lebih lambat, terjadi setiap bulan atau dua bulan sekali, atau berlangsung selama tujuh hari, kurang, atau bahkan lebih. Dan seiring bertambahnya usia, siklus haid ini akan beradaptasi karena terjadi perubahan hormonal terkait faktor usia, kehamilan, dan pramenopause.

Siklus menstruasi sebelum usia 20-an

Di usia remaja, wanita cenderung mengalami siklus haid yang tidak menentu. Siklus menstruasi sering datang lebih cepat atau lebih lambat, yang biasanya disertai dengan beberapa gejala yang terjadi sejak beberapa hari sebelum haid, dikenal dengan istilah Premenstrual Syndrome (PMS).

Gejala PMS biasanya berupa kram perut akibat kontraksi otot rahim, payudara terasa sakit dan membesar, serta nyeri pada kaki dan pinggul.

Siklus haid di usia 20-an hingga awal 40-an

Kabar baiknya adalah, di usia 20-an, siklus menstruasi Anda akan lebih teratur dan dapat diprediksi. Jarak antara hari pertama haid bulan ini dengan hari pertama haid bulan depan biasanya berjarak 28 hari, dan menstruasi akan terjadi selama 2 sampai 7 hari.

Saat Anda memiliki bayi namun tidak menyusui, biasanya Anda akan mulai menstruasi lagi setelah enam minggu proses kelahiran. Atau, jika Anda menyusui, Anda akan haid lagi setelah menghentikan atau mengurangi jumlah waktu Anda menyusui. Kram perut saat haid juga akan membaik setelah Anda melahirkan, hal ini terjadi karena pembukaan serviks menjadi sedikit lebih besar, sehingga arus keluar darah tidak memerlukan kontraksi rahim yang kuat.

Sayangnya, faktor tertentu dapat mempengaruhi siklus menstruasi Anda, seperti pemilihan alat kontrasepsi, stres, dan masalah lainnya. Di usia 20-an sampai awal 30-an, ada beberapa gejala yang jika terjadi pada Anda, harus segera diperiksakan ke dokter:

  • Perdarahan yang lebih berat. Hal ini bisa disebabkan oleh pertumbuhan jinak yang disebut fibroid.
  • Rasa sakit yang berlebihan yang berlangsung sepanjang bulan. Hal ini bisa disebabkan oleh endometriosis atau infeksi lapisan dalam rahim.
  • Terlambat menstruasi. Hal ini bisa menjadi tanda awal kehamilan atau disebabkan oleh sindrom ovarium polikistik jika menstruasi disertai dengan pertumbuhan rambut berlebih, penambahan berat badan, dan kolesterol tinggi.

Anda perlu memeriksakan diri ke dokter jika mengalami siklus menstruasi abnormal lebih dari 7 hari, siklus menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 38 hari, rasa sakit yang berlebihan dibandingkan kram perut biasa, perdarahan antar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seksual, atau terlambat menstruasi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi Anda secara tepat.

Siklus menstruasi di usia akhir 40-an sampai 50-an

Meskipun rata-rata menopause terjadi di usia 50-an, namun, menopause dapat terjadi lebih awal untuk beberapa wanita, ini disebut menopause dini. Dan biasanya, 10 tahun sebelum menopause, beberapa wanita sering mengalami perubahan pada siklus haidnya.

Menjelang menopause, aliran darah haid bisa berubah menjadi lebih ringan, lebih berat, atau lebih lama. Anda juga dapat mengalami gejala menopause seperti hot flashes atau berkeringat di malam hari.

Meskipun pada usia ini ovulasi tidak menentu, Anda tetap perlu menggunakan alat kontrasepsi jika tidak ingin mengalami kehamilan. Dan jika pada usia ini Anda mengalami perdarahan berat yang disertai dengan kulit kering, rambut rontok, dan metabolisme yang lambat, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter; karena hal ini dapat menandakan adanya masalah tiroid pada tubuh Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novi Sulistia Wati
Tanggal diperbarui 07/08/2017
x