home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Ternyata, 4 Makanan Ini Bisa Membuat Menopause Datang Lebih Cepat

Ternyata, 4 Makanan Ini Bisa Membuat Menopause Datang Lebih Cepat

Setiap wanita pasti akan mengalami masa menopause, yaitu berhentinya siklus menstruasi. Umumnya, kondisi ini terjadi saat seorang wanita mencapai usia tertentu, antara 45-55 tahun. Namun, menopause juga bisa datang lebih cepat (menopause dini) karena pengaruh makanan tertentu. Berikut makanan yang memicu menopause lebih cepat.

Makanan yang membuat menopause datang lebih cepat

Ada berbagai faktor yang bisa memicu menopause datang lebih cepat, salah satunya makanan. Berikut daftar makanan yang bisa mempercepat menopause pada wanita.

1. Makanan tinggi karbohidrat

Journal of Epidemiology & Community Health menerbitkan penelitian bahwa karbohidrat bisa memicu menopause datang lebih cepat.

Peneliti melakukan penelitian pada 35.000 wanita di Inggris berusia 40-65 tahun selama 4 tahun.

Hasilnya, ada hubungan antara konsumsi karbohidrat dengan menopause yang datang lebih cepat.

Pasalnya, karbohidrat merupakan salah satu penyebab resistensi insulin. Insulin yang tinggi ini kemudian dapat mengganggu aktivitas hormon seks dan meningkatkan kadar estrogen.

Saat hormon seks terganggu dan kadar estrogen bertambah, jumlah siklus menstruasi juga meningkat dan menguras pasokan sel ovum.

Itu sebabnya, peneliti menduga bahwa karbohidrat berperan dalam menyebabkan menopause yang datang lebih awal.

Setiap mengosumsi karbohidrat tinggi, seperti nasi putih dan pasta, menopause mulai lebih cepat, yaitu sekitar 1,5 tahun sebelumnya.

2. Makanan pedas

Berbagai jenis makanan pedas bisa membuat wanita merasakan gejala menopause lebih cepat, yaitu hot flashes.

The International Menopause Study of Climate menerbitkan penelitian yang dilakukan pada 896 wanita yang mengalami menopause di Spanyol dan Amerika Selatan.

Mereka menemukan bahwa wanita yang sering mengonsumsi makanan pedas memiliki kadar estrogen yang tidak stabil.

Ketidakstabilan hormon tersebut memicu gejala menopause lebih awal, seperti hot flashes dan gangguan kecemasan.

Meski begitu, reaksi terhadap makanan pedas pada setiap wanita tidak akan sama.

Ada baiknya tidak terlalu sering mengonsumsi makanan pedas agar terhindar dari kemungkinan menopause dini maupun masalah pencernaan.

3. Makanan tinggi garam

Penelitian dari Osteoporosis International menunjukkan bahwa konsumsi garam yang berlebihan bisa memicu penurunan kepadatan tulang pada wanita.

Peneliti melakukan penelitian pada 9.500 wanita pascamenopause yang mengonsumsi makanan tinggi garam lebih dari 2 gram, 28 persen berisiko kekurangan kepadatan tulang.

4. Alkohol dan kafein

Wanita yang rutin mengonsumsi minuman dan makanan beralkohol dan kafein seperti kopi dan teh, mengalami gejala menopause lebih cepat.

Penelitian yang terbit dalam jurnal Climacteric menunjukkan bahwa alkohol dan kafein memicu hot flashes pada wanita.

Hot flashes adalah kondisi ketika sebagian tubuh terasa lebih panas. Biasanya terjadi pada leher dan kepala.

Selain itu, kafein dan alkohol bisa mengganggu kualitas tidur wanita. Terlebih salah satu gejala menopause adalah kesulitan dan gangguan tidur.

Lantas, adakah makanan penunda menopause? Jawabannya tentu saja ada, yaitu makan-makanan sehat seperti sayur, buah, dan kacang-kacangan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Dunneram, Y., Greenwood, D., Burley, V., & Cade, J. (2018). Dietary intake and age at natural menopause: results from the UK Women’s Cohort Study. Journal Of Epidemiology And Community Health, 72(8), 733-740. doi: 10.1136/jech-2017-209887

Publishing, H. (2021). Diet might delay — or hasten — the onset of menopause – Harvard Health. Retrieved 19 March 2021, from https://www.health.harvard.edu/womens-health/diet-might-delay-or-hasten-the-onset-of-menopause

Emling, S. (2021). Foods That May Bring On Early Menopause. Retrieved 19 March 2021, from https://www.aarp.org/health/conditions-treatments/info-2018/foods-that-affect-menopause.html

Hunter, M., Gupta, P., Chedraui, P., Blümel, J., Tserotas, K., & Aguirre, W. et al. (2012). The International Menopause Study of Climate, Altitude, Temperature (IMS-CAT) and vasomotor symptoms. Climacteric, 16(1), 8-16. doi: 10.3109/13697137.2012.699563

Kwon, S., Ha, Y., & Park, Y. (2017). High dietary sodium intake is associated with low bone mass in postmenopausal women: Korea National Health and Nutrition Examination Survey, 2008–2011. Osteoporosis International, 28(4), 1445-1452. doi: 10.1007/s00198-017-3904-8

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 22/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita