6 Fakta yang Harus Anda Tahu Tentang Menopause

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Setiap wanita akan melalui masa menopause, tetapi masing-masing memiliki pengalaman berbeda. Menopause tidak terjadi pada usia yang sama atau untuk periode waktu tertentu, dan hal ini bisa menyebabkan gejala berbeda – baik fisik dan emosional. Menopause bisa membuat kehidupan wanita tidak tenang, sementara pada beberapa wanita, mereka bisa melaluinya tanpa masalah.

Menopause adalah waktu ketika siklus menstruasi bulanan pada wanita berhenti. Ini terjadi karena saat wanita bertambah usia, secara perlahan sel telur mereka akan habis. Beberapa ilmuwan percaya hal ini terjadi untuk melindungi wanita dan anak mereka dari bahayanya hamil pada usia tua.

Kapan saya akan mengalami menopause?

Rata-rata usia wanita mengalami menopause adalah 52 tahun, tetapi seorang wanita bisa mengalami gejala menopause antara usia 45 dan 55 tahun. Gejala bisa bertahan antara dua sampai lima tahun.

Kondisi medis bisa menyebabkan menopause terjadi lebih awal, terkadang pada wanita usia 20-an atau, pada kasus ekstrem, pada masa kanak-kanak. Dikenal sebagai kegagalan rahim dini atau premature ovarian failure (POF).

Apa saja gejala menopause?

Perubahan tingkat hormon bisa menghasilkan gejala yang berbeda. Diperkirakan sekitar dua pertiga dari wanita mengalami gejala umum seperti rasa panas dan berkeringat di malam hari. Namun, beberapa wanita juga melaporkan gejala psikologis, termasuk depresi, lelah, kurangnya energi, dan kekeringan vagina, yang bisa berhubungan dengan penurunan hasrat seks. Efek jangka panjang dari menopause termasuk peningkatan risiko osteoporosis dan penyakit kardiovaskular.

Osteoporosis pasca menopause

Kekuatan tulang bergantung pada kepadatan dan struktur jaringan tulang. Penurunan jumlah mineral dalam tulang dan lambatnya produksi atau pergantian sel tulang bisa melemahkan tulang. Hal ini terjadi pada banyak orang saat usia semakin bertambah tua, tetapi perubahan ini terjadi lebih cepat pada wanita setelah menopause. Inilah mengapa satu dari tiga wanita di atas usia 50 tahun mengalami osteoporosis, dibandingkan pada pria yang hanya satu berbanding 12.

Osteoporosis meningkatkan risiko patah tulang, terutama di pergelangan tangan, pinggul, atau tulang belakang.  Karena estrogen penting bagi kesehatan pertumbuhan tulang, terapi pergantian hormon/hormone replacement therapy (HRT) bisa membantu melindungi tulang wanita dari osteoporosis ketika mereka menjalani pengobatan ini.

Penyakit jantung pasca menopause

Penyakit kardiovaskular adalah penyakit pada jantung atau pembuluh darah, termasuk serangan jantung dan stroke, biasanya disebabkan oleh penyumbatan arteri. Penyebab kematian paling umum pada wanita di atas usia 60 tahun dan terdapat bukti yang menyatakan bahwa wanita lebih rentan mengalami penyumbatan arteri setelah mengalami menopause.

Meringankan gejala menopause

Selain melindungi wanita dari osteoporosis, terapi hormon juga baik dalam mengendalikan gejala menopause, tetapi bisa sedikit meningkatkan risiko perkembangan kondisi seperti kanker payudara, deep vein thrombosis (DVT), stroke dan penyakit jantung.

Mengubah pola makan dan sering berolahraga juga bisa membantu meringankan gejala menopause.

Menopause pada pria

Beberapa pria mungkin mengalami depresi, kehilangan hasrat seks, disfungsi ereksi, dan gejala fisik serta emosional lainnya ketika mereka memasuki usia akhir 40-an atau awal 50-an. Hal ini terkadang disebut sebagai “menopause pria”. Namun, istilah ini bisa disalahartikan, karena tidak seperti menopause pada wanita, gejala ini tidaklah selalu berhubungan dengan hormon.

BACA JUGA:

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Harus Berapa Kali Berhubungan Seks dalam Seminggu Agar Tetap Intim?

Seks adalah salah satu fondasi utama untuk menjaga rumah tangga tetap awet. Lantas harus berapa kali berhubungan seks dalam seminggu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Seksual, Tips Seks 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Disfungsi Seksual

Ketidakpuasan saat melakukan aktivitas seks bisa karena seseorang mengalami disfungsi seksual. Cari tahu informas selengkapnya di sini, ya!

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Tips Seks 24 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Merasa Sakit Saat Berhubungan Seks? 9 Hal Ini Bisa Jadi Alasannya

Ada berbagai alasan sakit saat berhubungan intim, mulai dari masalah fisik hingga psikologis. Agar cepat diatasi, mari cari tahu penyebab lainnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Tips Seks 23 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Muncul Flek Darah Saat Tidak Menstruasi: Haruskah Khawatir?

Berbeda dengan menstruasi, flek darah biasanya berwarna gelap dan hanya berupa sedikit noda. Apakah ini sesuatu yang berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Wanita, Menstruasi 23 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan intim di malam hari

3 Manfaat Berhubungan Seks Sebelum Tidur di Malam Hari

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
penyebab kondom sobek

8 Kesalahan yang Tanpa Disadari Bisa Bikin Kondom Sobek

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
alat reproduksi wanita

Mengenal Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit