5 Tips Membuat Menopause Terasa Lebih Mudah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 November 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Menghadapi menopause tentu tidak mudah bagi wanita, karena rentetan perubahan yang terjadi dalam tubuh sering kali di luar dugaan, menyebabkan Anda seperti hilang kontrol atas diri Anda sendiri. Namun jangan khawatir, berikut kami rangkum 5 cara mudah untuk meringankan gejala menopause.

Dinginkan tubuh

Kepanasan dan berkeringat di malam hari adalah salah satu gejala umum dari menopause. Kedua kondisi ini disebabkan oleh malfungsi sistem tubuh dalam mengatur suhu alaminya. Kepanasan dan berkeringat dapat terjadi sebelum masa menstruasi Anda berhenti, tetapi umumnya terjadi di tahun pertama setelah masa menstruasi terakhir.

Untuk meredakan kepanasan dan berkeringat di malam hari, lakukan hal berikut:

  • Pakai baju tidur yang tipis dan longgar
  • Atur suhu kamar agar tetap sejuk
  • Olahraga rutin
  • Kurangi stress
  • Hindari pemicu kepanasan, seperti makanan pedas, kafein, merokok, dan alkohol

Rileks dan santai sejenak

Gejala psikologis sering terjadi bersamaan dengan perubahan hormon akibat menopause, termasuk perasaan sedih yang berkelanjutan, cemas, mudah marah, perubahan mood, kecapekan, dan lesu.

Namun demikian, menopause dapat secara kebetulan dimulai bersamaan dengan stres psikologis lainnya, seperti merawat orangtua yang semakin menua dan perlu bantuan; kematian saudara atau keluarga dekat; perceraian; atau anak-anak yang beranjak dewasa dan tinggal terpisah dari orangtua. Faktor-faktor di atas dapat menyulitkan Anda untuk membedakan apakah stress psikologis yang Anda alami merupakan akibat langsung dari menopause atau merupakan gejala stress biasa pada umumnya.

Strategi di bawah ini bisa membantu Anda meningkatkan mood dan kualitas hidup Anda:

  • Istirahat yang cukup
  • Olahraga rutin
  • Latihan relaksasi tubuh, seperti yoga atau tai chi

Tidur cukup

Tidur cukup bisa membantu Anda untuk terbiasa mengatasi berkeringat di malam hari dan berbagai tanda menopause lainnya. Tingkatkan kualitas, bukan kuantitas, tidur Anda dengan:

  • Menghindari olahraga dua jam sebelum tidur
  • Pergi tidur di waktu yang sama setiap harinya
  • Pakai pakaian tidur yang tipis dan longgar, atur suhu kamar Anda

Olahraga rutin

Banyak penelitian medis yang bisa membuktikan bahwa wanita yang lebih aktif akan mengalami gejala menopause yang lebih ringan daripada wanita yang jarang bergerak. Olahraga tidak hanya penting untuk meringankan gejala jangka pendek, namun juga untuk melindungi tubuh Anda dari penyakit jantung dan osteoporosis. Olahraga rutin akan membantu tulang dan otot Anda tetap kuat. Berolahraga juga bermanfaat bagi fleksibilitas dan pergerakan Anda, yang akan membantu keseimbangan Anda agar lebih baik lagi. Selain itu, berolahraga rutin akan menghindari Anda dari risiko pengeroposan dan patah tulang.

Olahraga terbaik yang bisa Anda lakukan sendiri di rumah adalah senam aerobik yang rutin dan terjadwal. Jalan cepat juga merupakan olahraga yang baik, serta murah meriah. Lakukan jalan cepat tiga kali seminggu untuk menstimulasi diri Anda memulai olahraga lainnya.

Berhenti merokok

Wanita perokok lebih berisiko mengalami menopause dini dibandingkan yang tidak merokok. Mereka juga lebih rentan terhadap kepanasan dan tubuhnya tidak akan bereaksi dengan baik terhadap obat. Tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok.

BACA JUGA:

Berapa Banyak Kalori yang Anda Butuhkan?

Selain rajin berolahraga, mengetahui berapa banyak asupan kalori yang harus dikonsumsi juga penting untuk menjaga kesehatan. Cari tahu kalori harian yang Anda butuhkan di sini.

Cari Tahu!
active

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Bisakah Mengetahui Keperawanan Wanita Lewat Ciri Fisiknya?

Banyak yang percaya gadis perawan memiliki ciri-ciri khusus. Tapi bagaimana dengan pandangan medis soal tes keperawanan wanita? Benarkah bisa dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Impotensi atau impoten adalah kondisi ketika penis tidak bisa ereksi optimal saat berhubungan seks. Berikut gejala, penyebab, dan cara mengatasi impotensi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Impotensi 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Menggaruk alat kelamin terkadang sudah menjadi kebiasaan, tapi bisa juga karena memang terasa gatal. Apa saja penyebab buah zakar gatal? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Pria kadang suka "keluar" duluan. Adakah cara agar seks menjadi lebih lama? Yuk simak berbagai cara tahan lama pria saat berhubungan seks di bawah ini.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara kerja obat kuat

Ragam Obat Kuat Pria di Apotek, Apakah Bisa Bikin Tahan Lama di Ranjang?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
obat kuat alami

11 Pilihan Obat Kuat Alami yang Bikin Pria Lebih Tahan Lama di Ranjang

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
menelan sperma

Apakah Bisa Hamil Jika Kita Menelan Sperma?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 27 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
Seks setelah haid

Berhubungan Seks Sehari Setelah Haid, Apakah Bisa Hamil?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 2 menit