home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenali Tanda dan Penyebab Hormon Estrogen Rendah pada Wanita

Kenali Tanda dan Penyebab Hormon Estrogen Rendah pada Wanita

Hormon estrogen berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh wanita termasuk organ reproduksi. Kadar hormon estrogen yang terlalu rendah atau tinggi di dalam tubuh menimbulkan berbagai efek untuk kesehatan. Lantas, apa akibatnya ketika hormon estrogen pada wanita rendah atau di bawah kadar normal? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Manfaat hormon estrogen untuk wanita

Sama seperti pria, wanita memiliki dua jenis hormon dalam tubuh, yaitu hormon estrogen dan progesteron. Dibandingkan progesteron, kadar hormon estrogen dalam tubuh wanita lebih banyak.

Ada tiga jenis hormon estrogen dalam tubuh, yaitu estron, estradiol, dan juga estriol. Hormon inilah yang akan memengaruhi perkembangan seksual serta alat reproduksi wanita.

Mengutip dari laman Hormone, estrogen mempunyai peranan penting dalam perubahan fisik wanita pada masa puber, seperti:

  • mengatur siklus menstruasi,
  • berperan dalam pertumbuhan payudara, serta
  • pertumbuhan rambut kemaluan dan ketiak.

Selain itu, ada pula fungsi lainnya dari hormon estrogen untuk kesehatan tubuh, seperti:

  • mengontrol kadar kolesterol,
  • menjaga kesehatan tulang, dan juga
  • memengaruhi fungsi otak, jantung, kulit, serta jaringan lainnya.

Tanda hormon estrogen rendah pada wanita

hormon estrogen rendah

Umumnya, wanita yang sedang merasakan gejala perimenopause atau menopause mengalami kekurangan hormon estrogen. Akan tetapi, remaja yang belum juga mencapai pubertas juga dapat mengalami kondisi ini.

Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa wanita pada usia berapa pun dapat mengalami kekurangan hormon estrogen.

Berikut adalah tanda atau gejala saat wanita mengalami rendahnya hormon estrogen, seperti:

Kemungkinan ada gejala atau tanda lainnya yang tidak disebutkan karena perbedaan kondisi masing-masing tubuh.

Penyebab hormon estrogen rendah

Sebenarnya, ada berbagai macam kondisi kesehatan yang menjadi penyebab tubuh kekurangan hormon estrogen. Apalagi, tingkat hormon juga dapat berubah karena berbagai macam alasan.

Perlu pula Anda ketahui apabila ada kondisi tertentu yang memengaruhi atau merusak ovarium (indung telur), hal inilah yang menjadi penyebab utama penurunan hormon.

Berikut adalah beberapa penyebab hormon estrogen rendah pada wanita, di antaranya adalah:

  • gangguan makan seperti diet ekstrem atau anoreksia,
  • olahraga berlebihan,
  • gangguan kelenjar tiroid,
  • kegagalan ovarium prematur,
  • malnutrisi karena underweight,
  • sindrom Turner, serta
  • penyakit ginjal kronis.

Ada pula faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami hormon estrogen rendah seperti usia yang sudah lanjut dan gangguan hormonal karena riwayat keturunan.

Konsultasikan lebih lanjut mengenai kondisi Anda dengan dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Akibat yang muncul saat hormon estrogen terlalu rendah

kekurangan hormon estrogen

Apabila Anda mengalami kekurangan hormon estrogen, tidak menutup kemungkinan ini dapat mengakibatkan terjadinya masalah kesehatan wanita lainnya.

Hal ini bisa terjadi mengingat hormon estrogen bergerak melalui darah dan bekerja pada setiap area tubuh sehingga dapat memengaruhi kesehatan Anda.

Bahkan, saat masalah hormon ini tidak mendapatkan penanganan yang seharusnya, Anda bisa mengalami masalah kesuburan yang berujung pada susah hamil.

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Diagnosis awal dokter dari kondisi kekurangan hormon estrogen pada wanita adalah dengan melakukan pemeriksaan fisik serta melihat riwayat kesehatan.

Lalu, dokter juga akan menanyakan apa saja gejala pada tubuh, baik yang Anda rasakan maupun yang terlihat secara fisik.

Berikut adalah tes yang akan dokter lakukan untuk mendiagnosis hormon estrogen rendah, seperti:

  • tes darah untuk melihat kadar hormon,
  • melihat penyebab lainnya seperti gangguan tiroid atau hipofisis, serta
  • mengevaluasi kelainan pada sistem endokrin.

Pengobatan untuk hormon estrogen rendah

perawatan hormon estrogen rendah

Wajar apabila Anda khawatir saat mengalami kekurangan hormon estrogen. Apalagi ketika Anda sedang merencanakan kehamilan.

Walaupun tidak semua wanita membutuhkan pengobatan, tetapi saat gejalanya cukup mengganggu, kemungkinan dokter akan menyarankan perawatan sesuai dengan penyebabnya.

Berikut beberapa terapi yang biasanya dilakukan untuk mengobati kadar estrogen yang terlalu rendah.

1. Terapi estrogen

Wanita berusia 25 – 50 tahun yang mengalami kekurangan estrogen umumnya akan diberikan resep estrogen dosis tinggi.

Terapi ini dapat membantu mengurangi risiko tulang keropos, penyakit jantung, dan ketidakseimbangan hormon lainnya.

Pada sebagian kasus, mungkin Anda perlu melakukan pengobatan jangka panjang setelah kadar hormon kembali normal.

Akan tetapi, dalam kasus lainnya, terapi untuk hormon estrogen rendah ini hanya akan berlangsung dalam jangka wakatu 1 – 2 tahun karena dapat meningkatkan risiko kanker.

2. Terapi penggantian hormon

Biasanya, dokter cenderung memberikan terapi penggantian hormon pada wanita yang mengalami perimenopause atau setelah menopause karena hormon estrogen rendah.

Terkadang, dokter juga mungkin akan menyarankan terapi hormon kombinasi yang mengandung estrogen dan progesteron.

Dosis yang akan diberikan pun juga berdasarkan kondisi kesehatan Anda. Biasanya, dokter akan memberikan dosis terendah untuk meredakan gejala.

Terapi ini juga kemungkinan dapat mencegah terjadinya osteoporosis. Namun, dapat meningkatkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung, penyumbatan darah, kanker payudara, hingga stroke.

Efek samping yang mungkin terjadi dari terapi penggantian hormon adalah perut kembung, sakit kepala, hingga perdarahan vagina.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Estrogen’s Effects on the Female Body. (2021). Retrieved 9 April 2021, from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/estrogens-effects-on-the-female-body

Estrogen | Hormone Health Network. (2018). Retrieved 9 April 2021, from https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/estrogen

Could You Have Low Estrogen?. (2017). Retrieved 9 April 2021, from https://www.healthywomen.org/content/article/could-you-have-low-estrogen

Estrogen’s Effects on the Female Body – Health Encyclopedia – University of Rochester Medical Center . (2021). Retrieved 9 April 2021, from https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=85&ContentID=P00559

Estrogen & The Heart: Risks, Benefits & Side Effects. (2021). Retrieved 9 April 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/16979-estrogen–hormones

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Atifa Adlina
Tanggal diperbarui 2 minggu lalu
x