home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

9 Kebiasaan Merusak Ginjal yang Mungkin Anda Tidak Sadari

9 Kebiasaan Merusak Ginjal yang Mungkin Anda Tidak Sadari

Organ ginjal yang berbentuk mirip kacang dan terletak di kedua sisi tubuh Anda memiliki beragam fungsi penting. Namun, ada sejumlah kebiasaan yang bisa merusak ginjal yang perlu Anda waspadai.

Berbagai kebiasaan yang bisa merusak ginjal

Ginjal memiliki sejumlah peranan penting bagi tubuh Anda, salah satunya membersihkan darah dari limbah metabolisme dan membuangnya melalui urine.

Apabila organ ini tidak berfungsi dengan baik, tentunya hal ini dapat memicu sejumlah penyakit ginjal, seperti batu ginjal dan gagal ginjal.

Pola makan sehat, memenuhi kebutuhan cairan, dan rutin berolahraga adalah langkah-langkah mudah yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan ginjal.

Namun tetap saja, ada beberapa kebiasaan buruk yang dapat merusak ginjal dan jarang Anda sadari seperti berikut ini.

1. Konsumsi garam secara berlebihan

makanan tinggi garam

Berbagai makanan tentu akan hambar bila tak Anda tambahkan garam. Namun, asupan garam berlebihan justru bisa membahayakan kesehatan ginjal.

Kelebihan garam atau natrium dapat membuat cairan menumpuk dalam darah. Hasilnya, organ ginjal akan bekerja lebih keras dan makin menurun fungsinya.

Selain itu, Anda lebih berisiko terkena tekanan darah tinggi. Lama-kelamaan, hal ini dapat menjadi penyebab gagal ginjal bila tidak segera Anda tangani.

Membatasi konsumsi garam tidak lebih dari 1.500 mg per hari dan cek tekanan darah secara rutin dapat Anda lakukan untuk mengelola kondisi ini.

2. Sering makan makanan manis

Kebiasaan yang merusak ginjal lainnya adalah sering mengonsumsi makanan manis. Tingginya asupan gula juga mengganggu fungsi organ ginjal.

Memperoleh asupan gula dari kue, permen, es krim, atau minuman ringan secara berlebihan tentu dapat memengaruhi berat badan Anda.

WHO menyebutkan bahwa pada tahun 2016 terdapat lebih dari 650 juta orang dewasa di seluruh dunia mengalami obesitas.

Obesitas diketahui dapat menyebabkan diabetes dan hipertensi yang menjadi faktor risiko utama dari gagal ginjal kronis.

Mendapatkan asupan diet rendah gula membantu Anda untuk menjaga berat badan ideal.

3. Terlalu banyak makan daging

Jika Anda berisiko terkena gangguan ginjal, sebaiknya mulai kurangi konsumsi daging merah.

Protein hewani dapat menghasilkan asam dalam jumlah tinggi. Kondisi ini dapat menyebabkan asidosis, yakni saat cairan tubuh terlalu asam yang mengganggu fungsi ginjal.

Sebuah studi dalam Journal of Renal Nutrition menyebutkan tingginya konsumsi daging merah dan olahan dapat membuat Anda lebih berisiko terkena gagal ginjal kronis.

Diet rendah protein jadi salah satu langkah yang bisa Anda lakukan agar ginjal tetap sehat.

Menyeimbangkan asupan protein hewani dengan sumber protein nabati, seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan juga bisa menurunkan risiko penyakit ginjal.

4. Hobi konsumsi junk food

makan junk food

Meski mineral fosfor bisa membantu menjaga kesehatan tulang, asupan yang berlebihan berisiko bagi orang dengan gangguan ginjal.

Fosfor banyak terdapat dalam junk food atau makanan olahan lain, seperti makanan cepat saji, keju, kornet, sosis, dan minuman bersoda.

Ginjal akan bekerja ekstra untuk mengeluarkan kelebihan fosfor dari tubuh Anda. Pasalnya, penumpukan fosfor bisa membuat pembuluh darah kaku dan tulang melemah.

Maka dari itu, penting untuk menerapkan diet sehat dan batasi fosfor tidak lebih dari 700 mg per hari.

5. Kurang minum air putih

Jarang minum air bisa menjadi salah satu kebiasaan merusak ginjal yang sering Anda lakukan. Padahal, minum air putih bisa membantu ginjal dalam membersihkan zat sisa dari dalam tubuh.

Mencukupi kebutuhan cairan tubuh membantu menjaga keseimbangan air dan mineral sehingga jaringan, otot, dan saraf bisa berfungsi normal.

Kurang minum juga membuat Anda lebih berisiko mengalami batu ginjal. Bagi orang normal, minum 1,5 hingga 2 liter air putih dapat memenuhi kebutuhan harian.

Meski begitu, orang dengan gagal ginjal perlu mengurangi asupan cairan harian. Konsultasikan ke dokter Anda untuk mengetahui kebutuhan yang tepat.

6. Minum obat pereda nyeri terlalu sering

Saat mengalami demam, nyeri perut, atau sakit kepala, tak jarang kebanyakan orang langsung minum obat pereda nyeri untuk meredakannya.

Namun, terlalu sering konsumsi pereda nyeri golongan obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen bisa membahayakan ginjal Anda.

Sebuah ulasan dalam American Journal of Kidney Diseases menyebutkan penggunaan obat NSAID terkait dengan gangguan ginjal, seperti cedera ginjal akut.

Obat pereda nyeri tidak boleh digunakan dalam jangka panjang. Orang dengan penyakit ginjal juga perlu berkonsultasi ke dokter atau apoteker sebelum meminum obat ini.

7. Merokok

bahaya asap rokok

Sebagian besar kalangan sudah mengetahui bahaya rokok bagi kesehatan. Namun, tetap saja masih banyak orang yang melakukan kebiasaan buruk ini.

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang merusak ginjal. Kandungan dalam rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko hipertensi.

Selain itu, orang yang merokok lebih mungkin mengalami albuminuria, yakni kondisi urine dengan kadar albumin yang tidak normal.

Kondisi yang juga disebut ginjal bocor ini sering kali menjadi gejala sakit ginjal. Tentu, berhenti merokok jadi langkah efektif untuk mengurangi risiko ini.

8. Minum alkohol berlebihan

Anda perlu berhati-hati bila tergolong peminum berat dengan konsumsi lebih dari empat gelas minuman beralkohol dalam sehari.

Minum alkohol berlebihan dapat memicu stres oksidatif yang meningkatkan radikal bebas. Hal ini bisa memengaruhi fungsi berbagai organ tubuh, termasuk ginjal.

Menurut National Kidney Foundation, peminum alkohol berat yang juga merokok secara berlebihan memiliki risiko lima kali lebih besar terkena gagal ginjal kronis.

Membatasi kurang dari dua gelas alkohol per hari atau berhenti sama sekali dapat membantu menjaga kesehatan ginjal dan tubuh secara keseluruhan.

9. Kebiasaan kurang gerak

Pola hidup yang kurang gerak alias gaya hidup sedentari kini mulai diwaspadai.

Malas olahraga dan kurang gerak ini diketahui dapat meningkatkan tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol yang menjadi faktor risiko gangguan ginjal.

Untuk mengubah kebiasaan buruk yang dapat merusak ginjal ini, Anda bisa rutin berolahraga.

Anda tidak perlu melakukan olahraga berat, cukup lakukan aktivitas fisik ringan, seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, atau berenang.

Namun, pastikan Anda berolahraga cukup selama 30 menit per hari atau 150 menit per minggu untuk merasakan manfaatnya bagi tubuh.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

10 Common Habits That May Harm Your Kidneys. National Kidney Foundation. (2016). Retrieved 26 November 2021, from https://www.kidney.org/content/10-common-habits-that-may-harm-your-kidneys

Chronic kidney disease. HealthDirect Australia. (2021). Retrieved 26 November 2021, from https://www.healthdirect.gov.au/chronic-kidney-disease

Low-phosphorus diet: Helpful for kidney disease. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 26 November 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-kidney-disease/expert-answers/food-and-nutrition/faq-20058408

Mirmiran, P., Yuzbashian, E., Aghayan, M., Mahdavi, M., Asghari, G., & Azizi, F. (2020). A Prospective Study of Dietary Meat Intake and Risk of Incident Chronic Kidney Disease. Journal of renal nutrition : the official journal of the Council on Renal Nutrition of the National Kidney Foundation, 30(2), 111–118. https://doi.org/10.1053/j.jrn.2019.06.008

Baker, M., & Perazella, M. (2020). NSAIDs in CKD: Are They Safe?. American Journal Of Kidney Diseases, 76(4), 546-557. https://doi.org/10.1053/j.ajkd.2020.03.023

Kovesdy, C. P., Furth, S. L., Zoccali, C., & World Kidney Day Steering Committee (2017). Obesity and Kidney Disease: Hidden Consequences of the Epidemic. Canadian journal of kidney health and disease, 4, 2054358117698669. https://doi.org/10.1177/2054358117698669

Varga, Z. V., Matyas, C., Paloczi, J., & Pacher, P. (2017). Alcohol Misuse and Kidney Injury: Epidemiological Evidence and Potential Mechanisms. Alcohol research : current reviews, 38(2), 283–288. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5513691/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 06/12/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan