home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

9 Perubahan Gaya Hidup Pasien Gagal Ginjal yang Penting Dilakukan

9 Perubahan Gaya Hidup Pasien Gagal Ginjal yang Penting Dilakukan

Pasien gagal ginjal umumnya akan mengalami penurunan fungsi ginjal untuk menyaring zat sisa metabolisme dan kelebihan cairan dari aliran darah. Untuk menjaga kondisi ginjal, terdapat sejumlah perubahan gaya hidup gagal ginjal yang perlu Anda lakukan.

Perubahan gaya hidup untuk pasien gagal ginjal

Ginjal merupakan salah satu organ penting bagi tubuh Anda. Organ ginjal membantu menyaring zat sisa dan cairan ekstra, memproduksi sel darah merah, dan mengontrol tekanan darah.

Jika Anda terkena gagal ginjal, artinya organ ginjal rusak dan tidak bisa bekerja dengan optimal. Orang dengan gagal ginjal umumnya akan kehilangan 85–90% fungsi ginjal.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan perubahan gaya hidup sehat dalam mencegah timbulnya komplikasi gagal ginjal.

Berikut ini adalah beberapa gaya hidup gagal pasien gagal ginjal yang bisa Anda lakukan.

1. Kelola diabetes

gaya hidup sehat gagal ginjal dan diabetes

Apabila memiliki kadar gula darah tinggi atau diabetes, Anda tentu akan lebih berisiko untuk mengalami penyakit ginjal, termasuk gagal ginjal.

Maka dari itu, penting bagi pasien diabetes untuk mengelola kadar gula darah mereka untuk membantu mengurangi keparahan gagal ginjal.

Dokter umumnya akan melakukan tes HbA1C, yakni pemeriksaan lewat sampel darah untuk mengetahui kadar gula darah rata-rata selama tiga bulan terakhir.

Jika tes HbA1C menunjukkan hasil yang tinggi, tentu dokter akan menyarankan Anda untuk mengontrol kadar gula darah, misalnya dengan minum obat, diet sehat, dan olahraga.

2. Kontrol tekanan darah

Selain diabetes, tekanan darah tinggi juga menjadi faktor risiko lain yang dapat menjadi penyebab gagal ginjal dan memperparah kondisinya.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat merusak pembuluh darah ginjal, yang menghambat fungsi ginjal dalam membuang limbah dan kelebihan cairan dari dalam tubuh.

Pada pasien gagal ginjal, dokter akan menyarankan tekanan darah kurang dari 130/80 mmHg.

Untuk mengontrol tekanan darah, Anda bisa minum obat sesuai resep, diet rendah garam, olahraga rutin, istirahat cukup, serta berhenti merokok dan minum alkohol.

3. Jaga kadar kolesterol

Kadar protein yang sangat tinggi dalam urine atau proteinuria umumnya terjadi pada pasien gagal ginjal. Hal ini juga bisa menjadi tanda kadar kolesterol tinggi dalam tubuh.

Untuk menurunkan kadar kolesterol, Anda bisa melakukan gaya hidup gagal ginjal dengan menjalani pola makan sehat dan seimbang.

Hal ini bisa Anda lakukan dengan mengurangi asupan makanan tinggi kolesterol, seperti produk susu, telur, daging merah, dan makanan berminyak atau berlemak.

Jika kolesterol tinggi masih terjadi setelah mengubah pola makan, lebih baik konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan resep obat penurun kolesterol sesuai kondisi Anda.

4. Asupan makanan sehat

diet gagal ginjal

Salah satu hal terpenting saat Anda menjalankan gaya hidup gagal ginjal yang sehat adalah mengatur asupan makanan sehat dan seimbang.

Tujuan dari diet gagal ginjal sendiri adalah menjaga kadar elektrolit, mineral, dan cairan dalam tubuh agar tidak terlalu membebani organ ginjal Anda.

Sebagian pasien gagal ginjal juga memiliki diabetes dan hipertensi sehingga Anda disarankan untuk konsultasi bersama ahli gizi untuk menentukan diet yang tepat.

Umumnya, Anda perlu meningkatkan konsumsi buah, sayuran, dan biji-bijian utuh sambil membatasi makan makanan tinggi garam (natrium), kalium, dan fosfor.

Selain itu, Anda juga perlu memilih makanan rendah protein dan lemak untuk mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah.

5. Atur asupan cairan

Kebanyakan orang disarankan untuk mencukupi kebutuhan air sebagai salah satu cara menjaga kesehatan ginjal. Namun, lain halnya dengan gaya hidup pasien gagal ginjal.

Dokter spesialis ginjal biasanya menyarankan untuk mengurangi jumlah cairan harian karena organ ginjal sudah tidak berfungsi secara maksimal.

Minum air putih berlebihan malah memicu penumpukan cairan dalam tubuh yang bisa mengarah pada pembengkakan tubuh, tekanan darah tinggi, hingga gagal jantung.

Selain air putih, dokter tidak menganjurkan Anda untuk minum minuman beralkohol dan minuman berkafein, seperti kopi atau teh.

6. Olahraga rutin

Pasien gagal ginjal tidak boleh melewatkan olahraga rutin dari gaya hidup dalam membantu mengurangi stres, mengelola berat badan, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah.

Saat melakukannya, Anda bisa memilih olahraga aerobik, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda selama minimal 30 menit dalam setiap sesinya.

Berolahragalah setidaknya tiga hari dalam seminggu untuk memperoleh manfaat yang optimal dari latihan Anda.

7. Jaga berat badan ideal

Kelebihan berat badan dan obesitas dapat memicu tekanan darah tinggi dan diabetes. Keduanya bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ginjal.

Pada orang dengan gagal ginjal, kelebihan berat badan juga bisa membuat organ ginjal bekerja lebih keras dan memperparah kondisinya.

Cara menentukan Anda kelebihan berat badan atau tidak adalah dengan mengukur indeks massa tubuh (IMT).

Dokter menyarankan IMT antara 20-22,9 kg/m2 dalam mengelola gagal ginjal.

Diet sehat dan olahraga rutin umumnya membantu menurunkan berat badan. Jika hal ini tidak berhasil, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau ahli gizi Anda.

8. Tidur cukup

pola tidur yang baik

Istirahat malam yang cukup sangat baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hal ini juga sangat penting sebagai bagian dari gaya hidup pasien gagal ginjal.

Usahakan untuk tidur selama 7–8 jam setiap malam. Manfaat tidur cukup tentu akan membantu Anda untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Sebaliknya, kurang tidur malah meningkatkan risiko diabetes dan penyakit kardiovaskular yang rentan terjadi sebagai komplikasi dari gagal ginjal.

9. Berhenti merokok

Berhenti merokok tentu akan memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk dalam mengelola kondisi pasien gagal ginjal.

Sebuah studi dalam American Journal of Kidney Diseases menyebutkan pasien gagal ginjal yang merokok secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Zat beracun dari rokok yang masuk ke tubuh akan menghambat aliran darah yang memicu tekanan darah tinggi, stroke, hingga serangan jantung.

Perubahan gaya hidup gagal ginjal sangat penting untuk mengelola kondisinya. Dikutip dari National Kidney Foundation, hal ini dapat mengurangi risiko kematian hingga 68 persen.

Orang dengan gagal ginjal umumnya sulit disembuhkan. Namun, pasien masih bisa menjalani aktivitas normal asalkan mengubah gaya hidupnya.

Apabila memiliki pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi terbaik sesuai masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is Kidney Failure?. National Kidney Foundation. (2020). Retrieved 3 November 2021, from https://www.kidney.org/atoz/content/KidneyFailure

Lifestyle Modifications Improve CKD Patient Outcomes. National Kidney Foundation. (2015). Retrieved 3 November 2021, from https://www.kidney.org/news/lifestyle-modifications-improve-ckd-patient-outcomes

Lifestyle Changes for Kidney Disease in Adults. NYU Langone. Retrieved 3 November 2021, from https://nyulangone.org/conditions/kidney-disease-in-adults/treatments/lifestyle-changes-for-kidney-disease-in-adults

Lifestyle – diet, fluids and exercise. Kidney Care UK. Retrieved 3 November 2021, from https://www.kidneycareuk.org/about-kidney-health/living-kidney-disease/lifestyle/

Managing Chronic Kidney Disease. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. (2016). Retrieved 3 November 2021, from https://www.niddk.nih.gov/health-information/kidney-disease/chronic-kidney-disease-ckd/managing

Evangelidis, N., Craig, J., Bauman, A., Manera, K., Saglimbene, V., & Tong, A. (2019). Lifestyle behaviour change for preventing the progression of chronic kidney disease: a systematic review. BMJ open, 9(10), e031625. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2019-031625

Staplin, N., Haynes, R., Herrington, W. G., Reith, C., Cass, A., Fellström, B., Jiang, L., Kasiske, B. L., Krane, V., Levin, A., Walker, R., Wanner, C., Wheeler, D. C., Landray, M. J., Baigent, C., Emberson, J., & SHARP Collaborative Group (2016). Smoking and Adverse Outcomes in Patients With CKD: The Study of Heart and Renal Protection (SHARP). American journal of kidney diseases : the official journal of the National Kidney Foundation, 68(3), 371–380. https://doi.org/10.1053/j.ajkd.2016.02.052

Ricardo, A. C., Anderson, C. A., Yang, W., Zhang, X., Fischer, M. J., Dember, L. M., Fink, J. C., Frydrych, A., Jensvold, N. G., Lustigova, E., Nessel, L. C., Porter, A. C., Rahman, M., Wright Nunes, J. A., Daviglus, M. L., Lash, J. P., & CRIC Study Investigators (2015). Healthy lifestyle and risk of kidney disease progression, atherosclerotic events, and death in CKD: findings from the Chronic Renal Insufficiency Cohort (CRIC) Study. American journal of kidney diseases : the official journal of the National Kidney Foundation, 65(3), 412–424. https://doi.org/10.1053/j.ajkd.2014.09.016

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan