Syarat yang Harus Dipenuhi Jika Ingin Jadi Donor Ginjal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Cangkok ginjal biasanya menggunakan sumbangan ginjal dari donor yang sudah meninggal. Tapi tetap mungkin bagi seseorang yang sehat walafiat untuk mendonorkan ginjalnya jika diperlukan, asalkan ginjal tersebut cocok dan aman untuk tubuh si penerima ginjal. Orangtua, anak, suami, istri, teman, rekan kerja, bahkan orang asing sekalipun bisa jadi calon donor ginjal. Tapi tidak sembarang orang bisa mendonorkan ginjalnya. Apa saja syarat donor ginjal?

Syarat donor ginjal yang harus dipenuhi

Pada umumnya, donor ginjal hidup harus memenuhi beberapa persyaratan dasar berikut ini:

  • Usia di atas 18 tahun
  • Sehat mental dan fisik
  • Memiliki golongan darah yang sama dengan penerima donor
  • Tekanan darah normal
  • Tidak memiliki diabetes (termasuk diabetes gestasional)
  • Tidak punya kanker dan/atau bukan pasien kanker, termasuk juga riwayat kanker baru-baru ini
  • Tidak memiliki penyakit autoimun, seperti lupus eritematosus sistemik, PCOS
  • Tidak punya penyakit pembuluh darah, misalnya deep vein thrombosis (DVT)
  • Tidak terlalu gemuk (BMI harus kurang dari 35)
  • Tidak memiliki kelainan ginjal, misalnya batu ginjal
  • Tidak memiliki penyakit menular lewat darah, seperti HIV, Hepatitis B, Hepatitis C
  • Tidak memiliki riwayat penggumpalan darah
  • Tidak memiliki penyakit paru dengan gangguan oksigenasi atau ventilasi
  • Memiliki protein dalam urin < 300 mg per 24 jam (dibuktikan dalam tes fungsi ginjal)

Sejumlah persyaratan di atas akan dibuktikan dalam serangkaian uji pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan donor. Kriteria medis/fisik ini sangat penting untuk menyeleksi sumbangan organ, tapi ada juga yang lainnya. Beberapa syarat donor ginjal lainnya juga memainkan peran penting dalam menemukan calon donor yang baik. Donor yang baik seharusnya juga:

  • Bersedia untuk menyumbang sukarela. Pendonor tidak boleh berada di bawah tekanan, ancaman, iming-iming, atau paksaan untuk menyumbang. Memperjualbelikan organ dapat dikenakan tindak pidana
  • Diinformasikan dengan baik. Calon donor yang baik harus memiliki pemahaman yang kuat mengenai risiko, manfaat, dan hasil akhirnya — yang baik dan buruk, baik bagi donor maupun penerima
  • Tidak menyalahgunakan obat-obatan dan alkohol, baik masih aktif maupun riwayat
  • Mendapatkan dukungan dari keluarga

Saya memenuhi semua syarat di atas, tapi saya merokok. Apa masih boleh donor ginjal?

Perokok aktif bisa menjadi donor. Namun pusat donor yang berbeda memiliki kebijakan yang berbeda mengenai donor yang merokok.

Calon pendonor yang merokok sangat berisiko tinggi mengalami berbagai komplikasi terkait operasi. Merokok dapat menyebabkan komplikasi yang berpotensi mengancam pernapasan selama atau segera setelah pembiusan operasi. Merokok juga dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah di pembuluh darah kaki yang bisa lepas dan bergerak menuju paru, yang juga berpotensi menyebabkan kematian.

Merokok menyebabkan peningkatan produksi lendir dan penurunan kemampuan paru-paru membersihkan diri yang bisa menyebabkan pneumonia. Merokok juga menyebabkan penyakit jantung dan pembuluh darah. Calon pendonor biasanya tidak akan dipertimbangkan untuk sumbangan kecuali jika mereka bebas tembakau (termasuk mengunyah tembakau) setidaknya selama 4 minggu sebelum mendonor dan mereka ditekankan untuk tidak merokok selama 6 minggu setelah operasi. Merokok dapat memperlambat proses penyembuhan luka operasi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020 . Waktu baca 3 menit

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Bagi beberapa pria, air mani bisa bocor bahkan saat sedang tidak dirangsang. Ada beberapa cara mudah untuk mencegah air mani keluar saat puasa.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . Waktu baca 5 menit

5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

Jika Anda berencana untuk tetap jogging saat puasa, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan guna menghindari risiko cedera. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Mengobati pasien ginjal tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti vaksin. Ini penjelasan vaksin untuk pasien ginjal.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Ginjal dan Saluran Kemih, Health Centers 01/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
perawatan setelah transplantasi ginjal

Perawatan untuk Pasien Setelah Menjalani Transplantasi Ginjal

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 6 menit
perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . Waktu baca 6 menit
komplikasi pneumonia

Beragam Komplikasi Pneumonia yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 27/05/2020 . Waktu baca 6 menit