3 Vaksin yang Direkomendasikan untuk Mencegah Penyakit Kelamin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 23 November 2018 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Penyakit kelamin sebagian besar ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom dengan bergonta-ganti pasangan. Nah selain tentunya harus melakukan seks aman, vaksin juga bisa jadi salah satu langkah mencegah penularan penyakit kelamin. Beberapa vaksin untuk penyakit kelamin tertentu dapat mencegah perkembangan kulit kelamin hingga infeksi kronis seperti hepatitis A dan hepatitis B.

Vaksin untuk penyakit kelamin, apa saja yang perlu?

Beberapa vaksin untuk mencegah Anda tertular dari penyakit kelamin, antara lain:

1. Vaksin HPV

vaksin untuk flu

Vaksin HPV digunakan untuk mencegah kutil kelamin yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV). Beberapa jenis HPV juga dapat menyebabkan kanker serviks, kanker mulut, dan kanker tenggorokan.

Vaksin HPV mengandung protein dari cangkang virus tipe tertentu, bukan RNA atau DNA virus sehingga tidak menyebabkan virus berkembang di dalam tubuh. Vaksin ini sudah dapat diberikan pada anak usia 10 tahun sebanyak tiga dosis secara bertahap.

Meski aman, kemungkinan efek samping juga bisa terjadi. Efek samping ringan yang umum terjadi adalah rasa sakit, bengkak, dan kemerahan di tempat suntikan. Namun, beberapa orang dilaporkan pingsan setelah disuntik. Jadi setelah diberi vaksin, pasien harus menunggu setidaknya 15 menit untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya efek samping.

2. Vaksin HAV

vaksin suntik

Vaksin HAV digunakan untuk mencegah infeksi virus hepatitis A yang berkembang di sekitar organ hati.  Adanya virus dapat menyebabkan peradangan dan mengganggu fungsi hati. Umumnya tubuh akan pulih dari kondisi ini selama 2 sampai 6 bulan. Jika parah, virus ini dapat menyebabkan komplikasi gagal hati.

Semua anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya masih lemah dianjurkan menerima vaksin, supaya tidak terinfeksi penyakit ini ketika dewasa. Meskipun penularan virus hepatitis A kebanyakan melalui makanan yang tidak higienis, pria yang melakukan hubungan seks sejenis dan pengguna obat-obatan terlarang sangat dianjurkan mendapatkan vaksin hingga tuntas.

Vaksin HAV bekerja sangat efektif dalam jangka panjang untuk melindungi tubuh dari virus setelah dosis kedua. Efek samping pemberian vaksin adalah muncul rasa nyeri di area kulit yang disuntikkan.

3. Vaksin HBV dan hepatitis B immune globulin (HBIG)

daftar vaksin haji

Virus hepatitis memilik banyak jenis, salah satunya virus hepatitis tipe B. Virus ini dapat menyebabkan penyakit hati serius bila tidak ditangani dengan tepat. Orang-orang yang terinfeksi virus umumnya mengalami gejala demam, sakit perut, dan jaundice (perubahan warna kulit, kuku, dan putih mata menjadi kuning).

Virus hepatitis B dapat menyebar melalui hubungan seksual tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi atau bergonta-ganti pasangan seks. Air mani, darah, dan juga cairan vagina dari orang yang terinfeksi bisa menyebar ke orang yang sehat saat aktivitas seks dilakukan.

Umumnya orang dewasa yang terinfeksi hepatitis B dapat pulih. Namun, anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah cenderung mengembangkan penyakit kronis. Jadi, vaksin HBV atau HBIG ini sangat dianjurkan untuk diberikan pada bayi yang baru lahir (khusus HBIG, diberikan pada bayi yang berisiko tinggi hepatitis B, seperti ibu dengan HbsAg positif).

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Vaksin HPV: Ketahui Manfaat, Efek Samping, dan Jadwal Pemberiannya

Vaksin HPV adalah cara untuk mencegah infeksi di area genital. Kapan anak harus mendapatkan vaksin HPV? Berikut penjelasan lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 13 November 2020 . Waktu baca 10 menit

Tinea Cruris

Tinea cruris adalah infeksi jamur pada kulit di pangkal paha, area genital, paha bagian dalam atas atau bokong. Bagaimana mengatasi kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Infeksi Kulit 10 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Pro Kontra Rencana Vaksin COVID-19 di Indonesia

Rencana pemerintah Indonesia untuk mempercepat proses imunisasi vaksin COVID-19 diprotes banyak kolegium dokter. Adakah bahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 23 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Mengenal Berbagai Efek Samping Imunisasi: Bahaya Atau Tidak?

Jangan sampai berbagai efek samping imunisasi (vaksin) bikin Anda takut apalagi ragu diimunisasi. Pelajari dulu seluk-beluknya di sini, yuk.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Imunisasi, Kesehatan Anak, Parenting 16 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Keamanan Vaksin COVID-19

Informasi Seputar Vaksin Hepatitis Berdasarkan Jenis Virusnya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
penyakit difteri pada anak

Difteri

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
polio adalah

Polio, Penyakit yang Menyebabkan Kelumpuhan Otot

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
vaksin untuk dewasa

Tak Hanya Anak, Imunisasi Juga Penting untuk Orang Dewasa

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 21 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit