backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

3

Tanya Dokter
Simpan

7 Penyakit Kelamin Wanita yang Umum Dialami

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 23/03/2024

7 Penyakit Kelamin Wanita yang Umum Dialami

Apakah Anda sering mengalami keputihan, gatal, kemerahan, atau keluar cairan dari vagina yang berlebihan? Bisa jadi hal tersebut merupakan gejala awal dari penyakit kelamin yang perlu wanita waspadai. Apa saja penyakit tersebut?

Daftar penyakit kelamin pada wanita

Penyakit kelamin pada wanita bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari infeksi bakteri, jamur, hingga kanker. Jenis penyakit yang menyerang juga sering kali tanpa gejala dan terlambat diobati.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali lebih jauh berbagai penyakit kelamin wanita agar Anda mengetahui gejala dan segera melakukan penanganannya.

1. Klamidia

Klamidia disebabkan oleh infeksi bakteri yang bernama Chlamydia trachomatis dan bisa ditularkan melalui hubungan seks. 

Penyakit ini tidak langsung menimbulkan gejala, melainkan bisa muncul setelah beberapa minggu setelah seseorang terinfeksi pertama kali. 

Ciri-ciri penyakit kelamin pada wanita ini yaitu keluarnya cairan dari vagina dan pendarahan berat saat menstruasi. Jika tidak diobati, klamidia dapat menyebabkan infertilitas hingga kerusakan pada organ reproduksi.

2. Gonore atau kencing nanah

Gonore merupakan salah satu penyakit kelamin wanita yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Selain menginfeksi selaput lendir saluran reproduksi, bakteri ini juga dapat menyerang selaput lendir mulut, tenggorokan, mata, dan rektum.

Penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung saat berhubungan intim dengan orang yang terinfeksi. Gejala awalnya mungkin sangat ringan sehingga sering keliru dianggap sebagai infeksi saluran kemih

Gejala gonore yang muncul yaitu sakit saat buang air kecil, dan keluarnya cairan kental seperti nanah berwarna kuning atau hijau dari vagina.

3. Herpes genital

Herpes genital adalah penyakit seksual pada wanita yang disebabkan oleh virus herpes simpleks atau sering disebut HSV. 

Penyakit ini  biasanya ditularkan melalui kontak langsung dengan luka kulit atau cairan dari orang yang terinfeksi.

Gejalanya bisa berupa lepuhan, nyeri atau gatal di area genital, nyeri saat buang air kecil, pembengkakan kelenjar getah bening, dan demam. 

Saat ini, tidak ada obat untuk menyembuhkan herpes genital sepenuhnya. Namun, obat antiviral dari dokter dapat membantu mengurangi keparahan serta mencegah kekambuhannya.

4. Kista Bartholin

penyakit kelamin (penyakit menular seksual)

Kista Bartholin adalah kista yang terbentuk di kelenjar Bartholin, yaitu sepasang kelenjar yang terletak di kedua sisi bibir vagina.

Kelenjar Bartholin berperan dalam produksi cairan pelumas untuk membantu melumasi vagina selama aktivitas seksual.

Kista Bartholin terjadi ketika saluran kelenjar Bartholin tersumbat, sehingga cairan yang diproduksi oleh kelenjar tidak dapat keluar dan membentuk kista.

Kondisi ini biasanya tidak menyebabkan rasa sakit, kecuali jika terinfeksi sehingga dapat menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan kemerahan di daerah sekitarnya. 

5. Infeksi jamur vagina

Penyakit kelamin wanita lainnya yaitu infeksi jamur vagina. Penyakit ini dikenal sebagai sariawan vagina.

Hal ini karena penyebabnya sama dengan bakteri yang menyebabkan sariawan di mulut yaitu Candida albicans.

Jamur ini adalah bagian normal dari flora vagina. Namun, pertumbuhannya dapat meningkat karena berbagai faktor, seperti perubahan hormon, penggunaan antibiotik, sistem kekebalan yang melemah, atau kebersihan yang tidak tepat.

Beberapa gejala dari jamur vagina yaitu gatal, kemerahan, keputihan yang berbau dan kental seperti keju, serta rasa terbakar saat buang air kecil atau berhubungan seks.

6. Vulvovaginitis

Vulvovaginitis merupakan sebuah kondisi untuk menggambarkan peradangan pada vulva atau bagian luar vagina.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk infeksi jamur, bakteri, virus, atau iritasi kimia.

Gejala kondisi ini dapat berupa gatal, nyeri pada vulva, keputihan yang tidak normal, bengkak, kemerahan, dan sensasi terbakar saat buang air kecil.

Perawatan untuk vulvovaginitis tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan karena bakteri, dokter mungkin akan memberikan antibiotik.

7. Kanker

Kanker merupakan salah satu penyakit yang menyerang kelamin wanita. Beberapa jenis kanker yang umum menyerang yaitu kanker serviks, kanker ovarium, kanker rahim, dan kanker vulva.

Kanker pada kelamin wanita ini terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh di area tertentu. Setiap jenis kanker kelamin menimbulkan gejala yang berbeda, tetapi gejala umumnya yaitu:

  • muncul pendarahan tidak normal,
  • ketidaknyaman di area vagina, 
  • perubahan pada kulit, tekstur, atau warna alat kelamin,
  • muncul benjolan di vagina, bengkak, atau luka yang sulit sembuh,
  • keputihan tidak normal,
  • perubahan pola buang air kecil atau besar.

Beberapa penyakit kelamin wanita di atas bisa ditangani dengan pengobatan, tetapi ada juga yang dimiliki seumur hidup dan pengobatan dilakukan hanya untuk mencegah kekambuhannya.

Apa saja tanda penyakit pada kelamin wanita?

Tanda dan gejala penyakit kelamin pada wanita berbeda-beda tergantung pada penyakitnya. Namun, beberapa gejala umum yang harus diwaspadai yaitu:
  • vagina gatal,
  • rasa tidak nyaman di area vagina,
  • muncul keputihan berbau tidak sedap,
  • rasa nyeri saat buang air kecil atau berhubungan seksual, dan
  • muncul benjolan di area vagina.

Mencegah penyakit kelamin wanita

Mengingat penyakit kelamin wanita dikatakan cukup berbahaya, langkah pencegah sangat penting agar Anda tidak terkena penyakit tersebut.

Dikutip dari Piedmont, berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat membantu melindungi dari penyakit kelamin wanita.

  • Gunakan kondom saat berhubungan, terutama jika Anda berhubungan lebih dari 1 pasangan.
  • Lakukan vaksinasi HPV.
  • Lakukan pemeriksaan rutin, seperti pap smear.
  • Hindari berbagi barang pribadi seperti handuk, pakaian dalam, atau alat mandi dengan orang lain untuk mengurangi risiko penularan infeksi.
  • Menjaga kebersihan diri, terutama di area genital

Apabila muncul salah satu gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu konsultasikan dengan dokter. 

Dengan begitu, dokter bisa mendiagnosis penyebab dan melakukan perawatan sesuai dengan kondisi Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Annisa Nur Indah Setiawati · Tanggal diperbarui 23/03/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan