Terus pantau perkembangan soal COVID-19 di sini.

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Virus Zika

Definisi|Tanda-tanda & gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Komplikasi|Diagnosis dan pengobatan|Pencegahan
Virus Zika

Definisi

Apa itu virus Zika?

Penyakit Zika adalah infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dua jenis nyamuk yang juga menularkan demam berdarah dan chikungunya.

Nyamuk Aedes menyebarkan virus Zika dengan cara mengisap virus dari orang yang terinfeksi, kemudian menularkannya ke orang yang sehat.

Tidak semua orang yang terinfeksi virus ini akan langsung mengalami gejala-gejala. Namun, sebagian melaporkan adanya gejala seperti demam dan nyeri sendi. Biasanya, penyakit infeksi virus zika dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Infeksi virus ini pertama kali diidentifikasi pada kawanan monyet di Uganda pada tahun 1947. Pada manusia, virus ini pertama kali ditemukan tahun 1954 di Nigeria. Bahkan kemunculannya sempat mewabah di Afrika, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasifik.

Meski begitu, sebagian besar kasus yang terjadi masih berskala kecil dan tidak dianggap sebagai ancaman besar terhadap kesehatan manusia. Namun, persebaran Zika mulai mengancam masyarakat global semenjak mewabah di benua Amerika, terutama Brasil pada tahun 2015.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Virus Zika umum terjadi di daerah tropis di mana banyak ditemukan nyamuk Aedes aegypti dan albopictus. Virus ini bisa menyerang siapa saja dalam berbagai kalangan usia. Namun, wanita hamil atau siapapun yang tinggal atau bepergian ke daerah yang terdapat infeksi Zika memiliki risiko tinggi untuk terinfeksi.

Begitu pula orang yang berhubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi Zika. Meski begitu, kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala virus Zika?

Dalam kebanyakan kasus orang yang terinfeksi virus ini tidak menunjukkan gejala sama sekali. Bahkan, menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, hanya 1 dari 5 orang yang terinfeksi menunjukkan ciri-ciri penyakit virus Zika.

Meskipun kebanyakan orang yang mengalami virus Zika tidak merasakan gejala apapun, namun berikut adalah tanda dan gejala virus Zika yang paling umum terjadi:

  • Merasa gatal hampir di semua bagian tubuh
  • Demam
  • Kepala sakit dan pusing
  • Mengalami nyeri sendi dan bengkak pada persendian
  • Nyeri otot
  • Mata menjadi merah
  • Merasa sakit di bagian punggung
  • Nyeri di bagian belakang mata
  • Muncul bintik-bintik merah di permukaan kulit

Mengenai gejala virus Zika, sejumlah pakar kesehatan melihat adanya banyak kesamaan gejala antara demam berdarah dengan demam Zika. Namun, hal yang paling membedakan antara gejala virus Zika dengan penyakit demam berdarah adalah demam yang muncul akibat infeksi virus ini cenderung tidak terlalu tinggi, kadang maksimal hanya pada suhu 38 derajat celcius.

Dalam kebanyakan kasus, orang yang tertular penyakit Zika dapat pulih secara total dan gejala membaik dengan sendirinya. Seseorang yang terinfeksi virus ini umumnya akan kembali pulih dalam waktu 7 sampai 12 hari.

Meski begitu dalam beberapa kasus yang lebih serius, kondisi ini memerlukan penanganan lebih lanjut di rumah sakit karena adanya gangguan saraf dan autoimun pada orang yang terinfeksi virus Zika. Jika ini terjadi, dokter akan melakukan diagnosis lebih lanjut dengan melakukan pemeriksaan laboratorium berupa RT-PCR & tes antibodi.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Periksakan diri ke dokter jika Anda atau anggota keluarga menunjukkan gejala-gejala di atas, atau baru pulang dari daerah dengan wabah virus Zika. Semakin cepat Anda tanggap terhadap gejala yang dirasakan, maka akan meminimalisir adanya komplikasi yang lebih serius.

Namun ingat, gejala virus Zika yang sudah disebutkan di atas mungkin saja tidak sama dengan apa yang Anda alami. Pasalnya, tubuh masing-masing orang bisa saja menunjukkan reaksi yang berbeda.

Penyebab

Apa penyebab penyakit ini?

Penularan virus Zika umumnya terjadi melalui gigitan nyamuk Aedes yang telah terinfeksi. Nyamuk jenis ini aktif di siang hari dan dapat hidup di dalam atau di luar ruangan.

Jika nyamuk Aedes mengisap darah orang yang terpapar Zika, nyamuk-nyamuk tersebut dapat menularkan Zika ke orang berikutnya yang mereka hisap darahnya.

Selain lewat gigitan nyamuk, penelitian terbaru membuktikan bahwa virus Zika dapat disebarkan melalui hubungan seksual dan transfusi darah. Virus Zika juga dapat menular dari ibu ke bayi melalui kehamilan.

Faktor-faktor risiko

Siapa saja yang berisiko terkena penyakit Zika?

Berikut ini faktor-faktor yang meningkatkan risiko Anda terkena virus Zika, yaitu:

1. Ibu hamil

Dalam laman resmi Kementerian Kesehatan RI, disebutkan bahwa bahaya terbesar dari serangan virus ini justru muncul pada ibu hamil, karena ibu hamil yang positif memiliki virus tersebut kemungkinan bisa menularkan virus tersebut pada janin dalam kandungannya.

Jika virus Zika tersebut sampai menyerang ibu hamil, akibat dari infeksi ini akan berdampak pada kerusakan jaringan otot dan sistem saraf termasuk sistem saraf pusat di otak dari janin.

2. Hubungan seksual tanpa pengaman

Penyakit Zika juga dapat menyebar melalui hubungan seks, biasanya setelah seseorang melakukan perjalanan ke daerah di mana Zika sedang mewabah. Zika juga bisa dilewatkan melakuki seks, meski orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala pada saat itu.

Kasus pertama yang membuktikan bahwa Zika bisa ditularkan lewat hubungan seks adalah pada Juli 2016 di New York. Saat itu, otoritas kesehatan Amerika Serikat melaporkan bahwa seorang wanita menularkan virus Zika ke seorang pria melalui seks tanpa pengaman.

3. Pergi ke daerah yang terinfeksi

Sebagian kasus penyebab virus Zika dikaitkan dengan aktivitas perjalanan ke daerah yang sedang terinfeksi. CDC menerbitkan peringatan perjalanan terkait peta penyebaran virus Zika.

Informasi lebih lanjut, Anda bisa merujuk ke laman website CDC untuk perkembangan terbaru daerah penyebaran Zika yang harus diwaspadai.

Bila setelah Anda kembali dari suatu negara dan Anda mulai merasa sakit berkaitan dengan gejala virus Zika yang sebagaimana sudah disebutkan di atas, pastikan untuk memberitahu dokter dan perawat tentang tujuan perjalanan Anda yang telah lalu.

Komplikasi

Apa saja komplikasi dari infeksi virus Zika?

Meski penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya, ada pula kemungkinan terjadi komplikasi kesehatan jangka panjang pada beberapa pasien.

Pada ibu hamil, akibat dari infeksi virus Zika berpotensi menyebabkan cacat lahir pada bayi. Berikut adalah kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi:

  • Mikrosefalus, gangguan otak fatal bawaan lahir
  • Kerusakan otak dan berkurangnya jaringan otak
  • Kerusakan pada mata
  • Masalah sendi serta pergerakan tubuh yang terbatas
  • Masalah pada otot

Pada kasus yang jarang terjadi, virus ini juga diketahui dapat membuat seseorang mengalami sindrom Guillane-Bare, yaitu sindrom yang ditandai dengan adanya gangguan serius pada sistem saraf pusat.

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis penyakit ini?

Langkah pertama dalam mendiagnosis virus Zika adalah dengan memberikan riwayat medis dan perjalanan Anda pada dokter, termasuk informasi pribadi seperti aktivitas seksual yang dilakukan Anda dengan pasangan.

Selain dengan pemeriksaan di atas, dokter juga akan melakukan tes tambahan untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat:

  • Tes darah
    Untuk memastikan diagnosis dari gejala yang dikeluhkan pasien, dokter akan merekomendasikan pasien untuk melakukan tes darah. Tes darah ini dilakukan untuk mendeteksi asam nukleat virus, mengisolasi virus, serta uji serologis.
  • Tes urin
    Selain melakuan tes darah, dokter juga memungkinkan untuk melakuan tes urine dan air liur pada hari ketiga sampai hari kelima ketika gejala masih berlangsung.

Bagaimana cara mengobati infeksi virus Zika?

Sampai saat ini tidak ada pengobatan spesifik untuk virus Zika. Hal ini disebabkan karena pada awalnya infeksi penyakit ini dianggap tidak tergolong berat dan hanya sedikit kasus yang dilaporkan.

Jadi, pengobatan yang ada saat ini masih berfokus pada menangani gejala yang dirasakan. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan jika Anda terindikasi mengalami gejala virus zika, yaitu:

  • Memenuhi asupan cairan untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
  • Mengonsumsi obat pereda rasa sakit seperti acetaminophen atau paracetamol untuk meredakan demam dan sakit kepala.
  • Jangan lupa untuk selalu berdiskusi dengan dokter sebelum Anda menggunakan obat-obat tambahan selain yang sudah disebutkan di atas.
  • Istirahat yang cukup.
  • Jangan konsumsi aspirin dan obat-obatan non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDS) lainnya untuk mengurangi risiko perdarahan.

Sampai saat ini pun penyakit ini belum bisa dicegah dengan vaksin. Jika Anda terinfeksi dengan virus Zika, hindari gigitan nyamuk selama seminggu pertama untuk meminimalisir kemungkinan penyebaran penyakit.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah terinfeksi virus Zika?

Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang bisa membantu Anda terhindar dari infeksi virus Zika. Meski terdengar sederhana, namun fakta di lapangan kadang sulit dilakukan. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan di antaranya:

  • Tetap berada di dalam ruangan yang tertutup dan ber-AC untuk mengurangi faktor risiko, karena nyamuk pembawa Zika aktif sepanjang hari.
  • Kenakan pakaian yang dapat melindungi dari gigitan nyamuk seperti baju berlengan panjang, celana panjang, kaus kaki dan sepatu.
  • Kurangi tempat perkembangbiakan nyamuk untuk menurunkan populasi nyamuk dengan cara melakukan 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas) plus menabur bubuk larvasida.
  • Menggunakan kelambu saat tidur.
  • Gunakan juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi, dan gendongan atau alat pengangkut bayi lainnya.
  • Menggunakan obat nyamuk atau lotion anti nyamuk. Namun, hindari pemakaian lotion anti nyamuk pada bayi yang berusia di bawah dua bulan. Sehingga Anda harus memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk.
  • Pilihlah perawatan, pencucian, atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan dengan kandungan permethrin. Jangan lupa pelajari terlebih dahulu terkait informasi produk dan instruksi penggunaan mengenai perlindungan yang diberikan. Selain itu, pastikan untuk tidak menggunakan produk tersebut pada area kulit.
  • Melakukan pengawasan jentik melalui program Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
  • Meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti olahraga rutin, asupan nutrisi yang cukup, dan lain sebagainya.
  • Bagi wanita hamil diharapkan untuk lebih berhati-hati, dan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin bepergian ke tempat yang memang masuk dalam daftar negara yang terkena wabah Zika.
  • Jika Anda merencanakan bepergian ke luar negeri, pelajari informasi mengenai daerah yang akan Anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang terjangkit virus Zika.
  • Segera lakukan tes laboratorium sekembalinya Anda dari perjalanan ke salah satu negara yang sudah disebutkan di atas, khususnya untuk perempuan hamil.

Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Zika Virus – CDC. (2019). Retrieved December 7, 2020, from https://www.cdc.gov/zika/about/index.html 

Zika Virus: Prevention & Transmission – CDC. (2019). Retrieved December 7, 2020, from https://www.cdc.gov/zika/prevention/index.html 

Zika Virus: Plan for Travel – CDC. (2019). Retrieved December 7, 2020, from https://www.cdc.gov/zika/prevention/plan-for-travel.html 

Zika and Pregnancy: What We Know – CDC. (2020). Retrieved December 7, 2020, from https://www.cdc.gov/pregnancy/zika/pregnancy.html 

Pertanyaan Seputar Penyakit Virus Zika – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Retrieved December 7, 2020, from https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/PERTANYAAN%20SEPUTAR%20PENYAKIT%20VIRUS%20ZIKA.pdf 

Zika virus – Mayo Clinic. (2018). Retrieved December 7, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/zika-virus/symptoms-causes/syc-20353639 

Zika virus – WHO. (2018). Retrieved December 7, 2020, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/zika-virus

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 19/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x