Benarkah HPV Bisa Hilang dengan Sendirinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

HPV (Human papillomavirus) merupakan infeksi menular seksual yang paling sering terjadi, baik pada pria maupun wanita. Bagi orang yang terkena infeksi ini mungkin bertanya-tanya, apakah virus HPV bisa hilang dengan sendirinya atau membutuhkan perawatan tertentu agar benar-benar sembuh. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui jawabannya. 

Virus HPV bisa hilang, asalkan…

6 Pertanyaan Seputar Virus HPV yang Wajib Anda Tahu Jawabannya

HPV tidak termasuk virus dengan kategori berbahaya jika tidak menyebabkan penyakit, seperti munculnya kutil kelamin atau kanker. Namun, keberadaan HPV di dalam tubuh tentu saja membuat khawatir.

Antonio Pizzaro, MD, seorang ahli Obstetri dan Ginekologi, menyatakan kepada SELF, normalnya virus HPV akan hilang dengan sendirinya.

Sebagian orang mungkin mendapati bahwa virus tersebut bertahan selama bertahun-tahun, sedangkan sebagian lainnya hanya sampai enam bulan hingga satu tahun.

Bahkan Antonio menambahkan, jika seseorang terinfeksi virus tersebut ketika berusia di bawah 30 tahun, peluang hilangnya HPV lebih besar. 

Menurut CDC, lebih dari 90% orang yang terkena infeksi HPV, tubuhnya akan memulai proses pembersihan ketika 6-12 bulan setelah HPV menyebar di tubuh.

Normalnya, tubuh akan memproduksi antibodi yang melawan infeksi tersebut, sehingga virus HPV bisa hilang tanpa perlu melakukan pengobatan.

Hal ini juga berlaku untuk orang yang baru saja terinfeksi, memiliki risiko tinggi, atau orang yang tidak sadar dengan kehadiran virus tersebut.

HPV bisa saja tidak terdeteksi oleh tes laboratorium

pemeriksaan laboratorium demam berdarah

HPV memang bisa hilang, bahkan sebelum Anda menyadari bahwa tubuh sedang terinfeksi oleh virus tersebut. Namun, HPV juga bisa tidak terdeteksi keberadaannya bahkan saat telah dilakukan tes di laboratorium.

Artinya kemungkinannya ada dua, yaitu virus HPV telah dibersihkan oleh tubuh atau tingkat infeksi virus HPV sangat kecil, sehingga tidak dapat dideteksi.

Selain itu, perlu diketahui juga bahwa virus yang satu ini dapat bersembunyi di balik kulit atau mukosa yang terinfeksi selama beberapa tahun.

Hal inilah yang kemudian membuat virus kerap tidak terdeteksi bahkan setelah dilakukan tes laboratorium.

Faktor yang membuat HPV tidak bisa hilang sepenuhnya

bahaya hpv

Meskipun virus HPV bisa hilang dari tubuh Anda, masih terdapat beberapa kasus yang menemukan bahwa infeksi tersebut berkembang menjadi sebuah penyakit.

Hal ini dibuktikan melalui sebuah penelitian dari jurnal Plos Computational Biology tahun 2015. 

Di dalam penelitian tersebut terlihat bahwa kemampuan tubuh untuk memusnahkan virus tersebut sangat berpengaruh dalam perkembangan HPV menjadi penyakit, seperti kanker.

Akan tetapi, faktor tersebut tidak bisa dijadikan patokan karena hasil penelitian ini justru menunjukkan hal yang sebaliknya. 

Lebih dari 300 remaja putri dikumpulkan dan diuji apakah terdapat virus HPV setiap 6 bulan selama 4 tahun. Dari sana, peneliti mengukur pengaruh sel dalam tubuh dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menghilangkan virus. 

Hasilnya cukup mengejutkan karena hampir setiap peserta memiliki faktor yang berbeda-beda dalam menghilangkan virus. Namun, sistem kekebalan tubuh masih berperan penting dalam proses pembersihan HPV

Oleh karena itu, kemungkinan besar HPV tidak bisa hilang dan berkembang menjadi suatu penyakit sebagian besar dikarenakan kekebalan tubuh mereka rendah.

Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut apa saja faktor yang memengaruhi cepat atau lambatnya HPV hilang dari tubuh. 

Virus HPV memang bisa hilang tanpa perlu melakukan pengobatan apapun. Meskipun demikian, menjaga kesehatan, makan makanan yang bergizi, dan rutin berolahraga tetap dianjurkan agar tubuh tetap segar ketika terserang HPV.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apakah Kucing dan Hewan Lainnya Dapat Tertular COVID-19 dari Manusia?

Coronavirus terbukti menular dari manusia ke manusia. Tapi belakangan ada kasus kucing positif COVID-19 karena tertular pemiliknya. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 9 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Cerita Dokter IGD, Garis Depan Penanganan COVID-19 di Indonesia

Dokter Tri Maharani menyarankan penanganan COVID-19 harus dikerjakan oleh semua sektor. Yang terpenting adalah tenaga medis di garda terdepan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 7 April 2020 . Waktu baca 10 menit

Hewan Penyebab Novel Coronavirus Disinyalir Adalah Ular

Virus corona baru dari China kini menjadi pusat perhatian. Penelitian mengungkapkan bahwa penyebab novel coronavirus diduga berasal dari ular. Benarkah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
COVID-19, Penyakit Infeksi 24 Januari 2020 . Waktu baca 6 menit

Serupa tapi Tak Sama, Ini Perbedaan SARS dan Coronavirus COVID-19

SARS dan coronavirus yang menyebabkan COVID-19 memang terlihat mirip. Pada kenyataannya, ada beberapa hal yang membuat keduanya berbeda, apa saj?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
COVID-19, Penyakit Infeksi 23 Januari 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Perbedaan infeksi bakteri dan virus

Infeksi Bakteri dan Infeksi Virus, Apa Bedanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 8 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
vaksin HPV

Vaksin HPV: Ketahui Manfaat, Efek Samping, dan Jadwal Pemberiannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 13 November 2020 . Waktu baca 10 menit
daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
kenapa penis ereksi di pagi hari

Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit