home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

12 Manfaat Pakai Kondom Saat Berhubungan Intim

12 Manfaat Pakai Kondom Saat Berhubungan Intim

Mungkin Anda dan pasangan dilema apakah kondom memiliki manfaat dan fungsi sebagai kontrasepsi yang efektif. Dari deretan berbagai macam alat kontrasepsi, kondom memang paling mudah didapatkan terlebih harga yang cukup terjangkau. Bila Anda masih bertanya-tanya apakah kondom adalah jawaban yang tepat sebagai opsi alat kontrasepsi, mari kita simak dulu manfaatnya di bawah ini!

Fungsi penting kondom yang wajib diketahui

Kondom telah dibuat sedemikian rupa demi keamanan dan kenyamanan pasangan suami istri selama berhubungan intim.

Namun, tak bisa dipungkiri, banyak pasangan yang menolak pakai kondom karena dianggap mengurangi kenikmatan seksual.

Untuk menjawab keresahan itu, ada berbagai jenis kondom dengan inovasinya masing-masing agar tidak mengurangi kenikmatan seks selama dipakai.

Sama seperti kontrasepsi lainnya, kondom juga punya fungsi dan manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan, yakni:

1. Melindungi dari infeksi menular seksual

pasangan menolak pakai kondom

Hubungan intim adalah salah satu kunci untuk menambah kemesraan dengan pasangan.

Meski pakai kondom, Anda masih tetap bisa menjaga keromantisan hubungan intim sekaligus mencegah penularan penyakit seksual atau kelamin.

Kondom punya manfaat untuk melindungi dari penyakit infeksi menular seksual, seperti klamidia, gonore, dan HIV.

2. Manfaat dan fungsi kondom untuk mencegah kehamilan

Sama dengan alat kontrasepsi lainnya, seperti pil KB, cincin vagina, dan KB IUD, kondom juga memiliki fungsi yang sama untuk mencegah kehamilan.

Menurut laman NHS dari Inggris, kondom memiliki keefektifan sebesar 98% untuk mencegah kehamilan.

Jadi, Anda bisa menggunakan kondom bila belum merencanakan untuk memiliki atau menambah momongan dalam waktu dekat.

3. Memberikan perlindungan ekstra

waktu tes kehamilan

Selain menggunakan kondom, mungkin Anda atau pasangan sudah memakai alat kontrasepsi lainnya dengan fungsi serupa, seperti pil KB maupun IUD.

Memang, tingkat keefektivan alat kontrasepsi seperti pil KB sudah tidak perlu diragukan lagi. Namun, tak ada salahnya Anda juga memakai kondom selama berhubungan seksual.

Dengan demikian, Anda dan pasangan bisa mendapatkan manfaat berupa perlindungan ekstra selama melakukan hubungan intim dengan kondom.

Hal ini dapat menambah tingkat efektivitas alat kontrasepsi lain yang juga sedang digunakan.

4. Melindungi diri dari penularan penyakit lainnya

Tak hanya penyakit menular seksual yang mengancam hubungan seks tanpa pelindung. Ada juga beberapa penyakit lain yang bisa ditularkan melalui seks, seperti infeksi virus Zika.

Anda mungkin selama ini mengetahui virus zika hanya ditularkan lewat gigitan nyamuk.

Nyatanya, menurut situs pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di Amerika atau CDC, virus Zika dapat ditularkan melalui hubungan seks vaginal, seks anal, serta seks oral.

Bahkan, penyakit ini juga masih bisa ditularkan meski Anda hanya memiliki satu pasangan dan tidak pernah bergonta-ganti pasangan seksual.

Salah satu upaya mengurangi risiko penularan virus Zika adalah dengan memakai kondom. Ya, penggunaan kondom bisa juga memiliki fungsi mencegah penularan penyakit ini.

5. Hanya perlu digunakan saat sedang berhubungan intim

cara memakai kondom

Kebanyakan alat kontrasepsi biasanya harus digunakan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.

Misalnya, KB suntik harus diberikan setiap 3 bulan sekali, begitu pula pil KB yang harus diminum selama 28 hari.

Hal ini tidak berlaku jika Anda memilih kondom sebagai alat kontrasepsi. Kondom hanya perlu Anda pakai saat sedang melakukan hubungan seks.

Setelah selesai dipakai, kondom juga bisa segera dibuang. Ini yang membuat kondom jauh lebih praktis dan mudah digunakan.

6. Alat kontrasepsi tanpa efek samping

Kondom tak memiliki pengaruh terhadap perubahan hormonal perempuan maupun laki-laki.

Alat kontrasepsi ini secara fisik dikenakan langsung pada penis sehingga tidak perlu takut memengaruhi kondisi tubuh.

Berbeda dengan alat kontrasepsi seperti pil KB, suntik KB, hingga cincin vagina yang dapat mengakibatkkan perubahan hormon.

Hormon tersebut yang nantinya berperan dalam mencegah kehamilan dengan menghalangi sperma membuahi sel telur.

Namun, perubahan hormon yang terjadi bisa berdampak pada suasana hati, kenaikan berat badan, menurunkan libido, mual, sakit kepala, dan memengaruhi siklus menstruasi.

7. Menjadikan seks tetap nikmat

kondom tersangkut di vagina

Sebagian pasangan suami istri mungkin Anda lebih suka menikmati seks tanpa kondom karena dapat mengurangi kepuasan.

Karena tidak ingin melepaskan fungsi keamanan, beragam variasi kondom diciptakan dengan menambah nilai plus dari kondom itu sendiri.

Kondom sudah diciptakan dengan desain easy on shape (mudah menyesuaikan bentuk penis) sehingga mudah digunakan dan dilepas saat ejakulasi selesai.

Desain yang menarik seperti kondom yang tipis dan tetap fungsional memberikan manfaat agar seks tetap dapat dinikmati.

Ambil contohnya, kondom Ekstra Tipis bisa menjadi pilihan bahwa seks dapat dilakukan dengan cara yang aman dan tetap nyaman.

8. Seks yang lebih lama

Seks yang lebih lama bisa mengembalikan bumbu mesra pasangan suami istri. Sayangnya, salah satu masalah yang kerap dihadapi pasangan suami istri adalah ejakulasi dini atau terlalu cepat.

Permainan seks sebenarnya sudah bergairah, tetapi terhenti dalam waktu singkat karena ejakulasi suami terlalu terlalu cepat.

Nah, kondom menawarkan manfaat dan fungsi agar pasangan bisa menikmati kualitas seks bersama.

Kondom dapat membantu menahan ereksi lebih lama, terutama untuk kondom dengan pelumas khusus yang mengandung benzocaine.

Benzocaine adalah pelumas khusus yang membantu ejakulasi lebih lama saat berhubungan seks.

Dengan demikian permainan seks antara suami istri tetap bergairah, tahan lama, dan dalam “perlindungan”.

9. Tersedia dalam berbagai ukuran

Setiap pria di dunia pasti memiliki ukuran penis yang berbeda-beda. Oleh karena itu, kondom hadir dengan ukuran yang beragam sehingga dapat disesuaikan dengan ukuran penis Anda.

Dengan memilih ukuran yang tepat, kondom tidak akan mudah bocor atau lepas saat digunakan.

Ditambah lagi, kondom dengan ukuran yang pas tentunya akan semakin menambah kenikmatan saat berhubungan seks.

10. Mudah didapatkan

Kondom adalah alat kontrasepsi yang sangat mudah untuk didapatkan di mana saja. Ini salah satu fungsi kondom yang membuatnya unggul jika dibandingkan dengan alat kontrasepsi lain.

Pasalnya, sebagian besar alat kontrasepsi, seperti pil KB atau suntik KB, harus ditebus dengan resep dari dokter jika Anda ingin menggunakannya.

Hal ini tentu berbeda dengan kondom yang dijual secara bebas tanpa resep di apotek, minimarket, bahkan kios kecil.

Oleh karena itu, sulitnya mendapatkan kondom tidak bisa menjadi alasan Anda untuk tidak memakai alat kontrasepsi yang satu ini.

11. Harganya terjangkau

cara memilih kondom

Manfaat lain yang bisa Anda dapatkan dari kondom adalah harganya yang sangat terjangkau.

Kondom memang terdiri dari berbagai varian dan jenis, tetapi sebagian besar jenis kondom bisa Anda dapatkan dengan harga yang tergolong murah.

Bahkan, terkadang kondom bisa Anda dapatkan secara gratis di beberapa tempat, seperti di rumah sakit tertentu atau klinik khusus kesehatan seksual.

12. Menghilangkan rasa khawatir saat berhubungan seks

Hubungan seks pada dasarnya harus dilakukan dengan perasaan senang dan bahagia. Emosi positif seperti itulah yang dapat memengaruhi tingkat kepuasan seksual Anda dan pasangan.

Nah, bayangkan jika Anda melakukan hubungan seks berisiko yang bisa mengakibatkan kehamilan atau bahkan penularan penyakit. Mengerikan, bukan?

Rasa takut ini tentunya dapat mengusik gairah selagi berhubungan seks sehingga kenikmatannya pun berkurang.

Maka dari itu, memakai kondom bisa membantu mengurangi rasa takut dan was-was tadi. Hubungan Anda dan pasangan di ranjang pun menjadi lebih menyenangkan dan memuaskan.

Itulah tadi sederet fungsi pemakaian kondom yang perlu Anda tahu. Ingat, untuk mendapatkan manfaat secara maksimal, pakailah kondom dengan cara yang benar.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Condom Effectiveness – CDC. (2016). Retrieved January 26, 2021, from https://www.cdc.gov/condomeffectiveness/index.html 

Zika VirusL Sexual Transmission & Prevention. (2019). Retrieved January 26, 2021, from https://www.cdc.gov/zika/prevention/sexual-transmission-prevention.html 

Male condoms – Mayo Clinic. (2020). Retrieved January 26, 2021, from https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/condoms/about/pac-20385063 

Condoms – NHS. (2020). Retrieved January 26, 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/contraception/male-condoms/ 

Male Condoms – American Pregnancy Association. (2013). Retrieved January 26, 2021, from https://americanpregnancy.org/unplanned-pregnancy/birth-control-pills-patches-and-devices/male-condom-5015/ 

What are the benefits of condoms? – Planned Parenthood. (n.d.). Retrieved January 26, 2021, from https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/condom/what-are-the-benefits-of-condoms 

The Benefits of Condoms – Advocates for Youth. (n.d.). Retrieved January 26, 2021, from https://www.advocatesforyouth.org/media/condoms-2/#:~:text=Condoms%20are%20highly%20effective%20against,gonorrhea%2C%20chlamydia%2C%20and%20trichomoniasis

Male Condoms – Michigan Medicine, University of Michigan. (2019). Retrieved January 26, 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/hw190504spec 

Marfatia, Y. S., Pandya, I., & Mehta, K. (2015). Condoms: Past, present, and future. Indian journal of sexually transmitted diseases and AIDS, 36(2), 133–139. https://doi.org/10.4103/0253-7184.167135

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal diperbarui 13/02/2021
x