home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Hal Mengejutkan yang Bisa Jadi Sumber Kepuasan Seksual Anda

4 Hal Mengejutkan yang Bisa Jadi Sumber Kepuasan Seksual Anda

Banyak orang selama ini keliru dengan menganggap bahwa satu-satunya penentu kenikmatan seksual adalah seberapa hebat pasangan Anda di ranjang. Padahal, menurut berbagai penelitian, kepuasan seksual bisa datang dari banyak hal. Ingin tahu apa saja hal-hal tersebut? Simak terus penjelasan berikut ini.

Kepuasan seksual tidak selalu ditandai oleh orgasme

Anda mungkin mengira kalau orgasme adalah tolak ukur kepuasan seks. Ini kurang tepat. Pasalnya, banyak orang yang merasa sangat puas bercinta padahal tidak mencapai orgasme. Ada juga orang yang bisa orgasme, padahal secara psikologis dirinya belum benar-benar terpuaskan.

Menurut seorang pakar psikologi sosial sekaligus kesehatan seksual dari Inggris, Petra Boynton, Ph.D., biasanya Anda akan mengetahui pasangan Anda sudah merasa puas atau tidak ketika ia mengatakannya sendiri. Akan tetapi, ada juga pasangan yang malu-malu sehingga Anda harus memancingnya dengan pertanyaan.

Sedangkan untuk Anda sendiri, hanya Anda yang bisa menilai secara jujur apakah hasrat seksual Anda telah cukup terpuaskan selama ini. Masalahnya, makna kepuasan seksual bagi setiap orang berbeda-beda.

Hal-hal yang bisa mendatangkan kepuasan seksual

Jangan langsung menyalahkan pasangan Anda kalau selama ini Anda merasa kurang puas saat bercinta. Siapa tahu hal-hal di bawah ini yang jadi penyebab Anda tidak bisa menikmati seks secara maksimal.

1. Kepuasan pasangan

Sebuah penelitian dalam Archives of Sexual Behavior tahun 2011 mengatakan bahwa seseorang akan lebih mendapatkan kepuasan saat bercinta kalau pasangannya juga merasa puas. Dalam penelitian ini para ahli mencatat bahwa semakin Anda peduli terhadap apa yang dirasakan pasangan saat bercinta, Anda akan mendapatkan kepuasan seks yang lebih besar.

Karena itu, tak ada salahnya jika mulai sekarang Anda lebih memprioritaskan kepuasan pasangan Anda saat bercinta. Bukan cuma untuk pasangan Anda, tapi juga untuk kenikmatan Anda sendiri.

2. Kebahagiaan pasangan

Menurut sebuah studi yang rilis pada 2015 oleh para ahli di Kanada dan Amerika Serikat, pasangan yang hubungannya bahagia dan stabil melaporkan kepuasan seks yang lebih tinggi. Jadi memang benar bahwa seks itu tak cuma soal dua orang yang berhubungan badan. Kepuasan batin Anda bersama pasangan juga sangat memengaruhi kepuasan seks.

Maka, bila akhir-akhir ini seks dengan pasangan Anda terasa hambar atau tidak memuaskan, coba ingat lagi masalah yang ada dalam hubungan Anda. Apakah ada kekecewaan atau amarah yang terpendam terhadap pasangan? Kemungkinkan lain adalah adanya masalah yang harus dihadapi dan diselesaikan bersama.

3. Ikatan emosional dengan pasangan

Dikutip dari sejumlah penelitian, para ahli membuktikan kalau jenis ikatan emosional (attachment) Anda dengan pasangan bisa menentukan tingkat kepuasan Anda ketika berhubungan seks.

Dalam teori attachment yang dikembangkan oleh psikolog Inggris, John Bowlby, ada tiga jenis attachment yang mungkin Anda miliki. Pertama, secure attachment atau ikatan emosional yang terjamin. Orang dengan jenis attachment ini mampu memercayai orang lain serta yakin bahwa kebutuhan emosionalnya dapat terpenuhi.

Jenis kedua yaitu anxious attachment yaitu ikatan yang penuh kecemasan. Anda mungkin ingin sekali memercayai orang lain, tetapi dalam hati Anda takut disakiti atau dikecewakan.

Yang ketiga adalah avoidant attachment atau tidak mau membangun ikatan emosional dengan orang lain. Orang dengan kasus avoidant attachment tidak bisa memercayai pasangannya dan lebih suka bergantung pada diri sendiri.

Nah, Anda tentu bisa menebak orang dengan jenis attachment mana yang paling puas dengan kehidupan seksnya. Tak lain adalah orang dengan secure attachment. Semakin tinggi rasa percaya Anda pada diri sendiri dan orang lain, kenikmatan bercinta pun akan bertambah.

4. Kepercayaan diri dan citra tubuh yang positif

Salah besar kalau Anda mengira bahwa pasangan yang bertubuh seksi atau atletis akan membuat Anda lebih puas di ranjang. Pada kenyataannya, berbagai penelitian mencatat bahwa kepuasan seksual justru datang dari citra tubuh (body image) Anda sendiri, bukan orang lain.

Selama Anda tidak cukup percaya diri soal bentuk tubuh atau penampilan Anda, akan sulit bagi Anda untuk menikmati seks dengan orang yang tubuhnya sempurna sekalipun. Karenanya, penting buat setiap orang untuk membangun citra tubuh yang positif, apapun bentuk tubuh Anda. Psstt, seks solo alias masturbasi bisa jadi salah satu cara untuk Anda mengenal diri sendiri luar dalam, lho!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pujols, Yasisca, Cindy M. Meston, and Brooke N. Seal. “The Association Between Sexual Satisfaction And Body Image In Women.The Journal of Sexual Medicine 7.2 (2010): 905-916. How Do I Know If I’m Good in Bed? http://www.telegraph.co.uk/women/sex/11935876/Sex-advice-How-do-I-know-if-Im-good-in-bed.html. Diakses 8 Agustus 2017.

Surprising Sources of Sexual Satisfaction. https://www.psychologytoday.com/blog/dating-and-mating/201706/surprising-sources-sexual-satisfaction. Diakses 8 Agustus 2017.

Sexual Satisfaction: Highly Valued, Poorly Understood. https://www.psychologytoday.com/blog/insight-therapy/201402/sexual-satisfaction-highly-valued-poorly-understood. Diakses 8 Agustus 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 19/11/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x