Gangguan Sistem Endokrin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gangguan sistem endokrin?

Gangguan endokrin adalah penyakit yang terkait dengan kelenjar endokrin pada tubuh. Sistem endokrin adalah jaringan kelenjar yang menghasilkan hormon, yang merupakan sinyal kimia yang dikeluarkan melalui aliran darah. Hormon membantu tubuh mengatur berbagai proses, seperti nafsu makan, pernapasan, pertumbuhan, keseimbangan cairan, feminisasi, dan virilisasi (pembentukan tanda-tanda seks sekunder seperti pembesaran payudara atau testis), serta pengendalian berat badan.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gangguan sistem endokrin?

Gejala-gejala dari gangguan endokrin dapat berkisar dari ringan atau tidak ada gejala hingga serius dan mempengaruhi seluruh tubuh Anda. Tergantung pada bagian spesifik dari sistem endokrin yang terpengaruh, beberapa gejala dapat digolongkan menjadi:

Diabetes

Gangguan endokrin yang paling umum adalah diabetes mellitus, yang terjadi apabila pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang tersedia dengan optimal. Gejala diabetes dapat meliputi:

  • Haus atau lapar yang berlebih
  • Kelelahan
  • Sering buang air kecil
  • Mual dan muntah
  • Kenaikan atau penurunan berat badan yang tidak disertai alasan
  • Perubahan pada penglihatan.

Akromegali

Akromegali adalah gangguan di mana kelenjar pituitari menghasilkan hormon pertumbuhan yang berlebih. Hal ini menyebabkan pertumbuhan yang berlebih, terutama pada tangan dan kaki. Gejala akromegali biasanya adalah:

  • Ukuran bibir, hidung, atau lidah yang terlalu besar
  • Tangan atau kaki yang terlalu besar atau bengkak
  • Perubahan struktur tulang muka
  • Nyeri pada tubuh dan sendi
  • Suara yang dalam
  • Kelelahan dan kelemahan
  • Sakit kepala
  • Pertumbuhan tulang dan kartilago yang berlebih serta penebalan kulit
  • Disfungsi seksual, termasuk penurunan libido
  • Sleep apnea
  • Gangguan pada penglihatan.

Penyakit Addison

Penyakit Addison ditandai dengan penurunan produksi kortisol dan aldosteron akibat kerusakan kelenjar adrenal. Gejala Addison biasanya adalah:

  • Depresi
  • Diare
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Hiperpigmentasi pada kulit
  • Hipoglikemia
  • Napsu makan rendah
  • Tekanan darah rendah
  • Periode menstruasi yang terlewat
  • Mual, dengan atau tanpa muntah
  • Ingin mengonsumsi garam
  • Penurunan berat badan
  • Kelemahan.

Sindrom Cushing

Sindrom Cushing disebabkan oleh kelebihan kortisol, dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Gejala dari sindrom Cushing biasanya adalah:

  • Buffalo hump (lemak di antara bahu seperti punuk)
  • Diskolorasi kulit seperti memar
  • Kelelahan
  • Merasa sangat haus
  • Penipisan dan melemahnya tulang (osteoporosis)
  • Sering buang air kecil
  • Gula darah tinggi (hiperglikemia)
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Mudah marah dan perubahan mood
  • Obesitas pada bagian atas tubuh
  • Wajah bundar
  • Kelemahan.

Penyakit Graves

Penyakit Graves merupakan salah satu jenis hipertiroidisme yang mengakibatkan produksi hormon tiroid. Gejala penyakit Graves biasanya adalah:

  • Mata menonjol
  • Diare
  • Kesulitan tidur
  • Kelelahan dan kelemahan
  • Goiter (pembesaran kelenjar tiroid)
  • Intoleransi terhadap panas
  • Detak jantung yang tidak teratur
  • Mudah marah dan perubahan mood
  • Detak jantung berdebar cepat (tachycardia)
  • Kulit yang tebal atau merah pada betis
  • Tremor
  • Penurunan berat badan.

Hashimoto’s thyroiditis

Hashimoto’s thyroiditis adalah suatu kondisi di mana tiroid diserang oleh sistem imun, menyebabkan hipotiroidisme dan produksi hormon tiroid yang rendah, seperti:

  • Intoleransi terhadap dingin
  • Konstipasi
  • Rambut kering dan rontok
  • Kelelahan
  • Goiter (pembesaran kelenjar tiroid)
  • Nyeri sendi dan otot
  • Periode menstruasi yang terlewat
  • Detak jantung yang melambat
  • Pertambahan berat badan.

Hipertiroidisme

Hipertiroidisme adalah kondisi yang ditandai dengan kelenjar tiroid yang overaktif. Gejala umum dari hipertiroidisme meliputi:

  • Diare
  • Kesulitan tidur
  • Kelelahan
  • Goiter
  • Intoleransi terhadap panas
  • Mudah marah dan perubahan mood
  • Detak jantung yang cepat (takikardia)
  • Tremor
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab
  • Kelemahan.

Hipotiroidisme

Hipotiroidisme merupakan kondisi di mana tiroid underaktif dan menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid. Gejala umum dari hipotiroidisme meliputi:

  • Intoleransi terhadap dingin
  • Sembelit
  • Menurunnya produksi keringat
  • Rambut kering
  • Kelelahan
  • Goiter
  • Nyeri pada sendi dan otot
  • Periode menstruasi yang terlewat
  • Detak jantung yang melambat
  • Muka membengkak
  • Kenaikan berat badan.

Prolaktinoma

Prolaktinoma muncul apabila kelenjar pituitari yang disfungsional menghasilkan hormon prolactin berlebih, yang berguna dalam produksi ASI. Prolaktin berlebih dapat menyebabkan berbagai gejala, seperti:

  • Disfungsi ereksi
  • Kemandulan
  • Kehilangan libido
  • Periode menstruasi yang terlewat
  • Produksi ASI tanpa penyebab.

Selain itu, terdapat beberapa komplikasi gangguan endokrin tertentu, seperti:

  • Kegelisahan atau insomnia (pada banyak kondisi tiroid)
  • Koma (pada hipotiroidisme)
  • Depresi (pada banyak kondisi tiroid)
  • Penyakit jantung
  • Kerusakan saraf
  • Kerusakan atau gagal pada organ
  • Kualitas hidup yang buruk.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab gangguan sistem endokrin?

Gangguan endokrin biasanya dikelompokkan dalam 2 kategori:

  • Kelenjar menghasilkan terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon endokrin, yang disebut ketidakseimbangan hormon
  • Pembentukan luka (seperti bintil atau tumor) pada sistem endokrin, yang dapat atau tidak mempengaruhi kadar hormon.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk gangguan sistem endokrin?

Ada banyak faktor risiko yang membuat Anda mengalami gangguan endokrin, yaitu:

  • Meningkatnya kadar kolesterol
  • Riwayat keluarga dengan gangguan endokrin
  • Inaktivitas
  • Riwayat penyakit terhadap gangguan autoimun
  • Pola makan yang buruk
  • Kehamilan (pada kasus seperti hipotiroidisme)
  • Operasi, trauma, infeksi atau cedera serius yang baru saja terjadi.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana gangguan sistem endokrin didiagnosis?

Tes darah dan urin untuk memeriksa kadar hormon dapat membantu dokter untuk menentukan apakah Anda memiliki gangguan endokrin. Tes imaging juga dapat dilakukan untuk membantu menunjukkan lokasi bintil atau tumor.

Apa saja pengobatan untuk gangguan sistem endokrin?

Apabila gejala dari gangguan endokrin mengganggu, gejala tersebut umumnya dapat diatasi dengan memperbaiki ketidakseimbangan hormon. Hal ini sering dilakukan melalui pemberian hormon sintesis. Pada kasus prolaktinoma, di mana tumor nonkanker menyebabkan gejala, operasi atau terapi radiasi dapat digunakan. Sering kali, diagnosis dan perawatan penyebab gangguan endokrin dapat mengatasi gejala.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan sistem endokrin?

Anda dapat menurunkan risiko gangguan endokrin tertentu, seperti hipotiroidisme, dengan:

  • Mengonsumsi pola makan yang sehat dan seimbang
  • Memiliki gaya hidup yang sehat, seperti aktivitas fisik yang rutin.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Yang jelas, bulu alias rambut halus yang lebat ini diakibatkan tingginya hormon testosteron. Tapi apakah ini berarti nafsu seksualnya juga lebih tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Kesehatan Seksual, Tips Seks 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Efek Makan Mi untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Mengonsumsinya

Meski populer, mi instan sering dicap sebagai makanan tidak sehat. Lantas, apakah diabetesi boleh makan mie instan? Jika boleh, bagaimana tips amannya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Diabetes, Diabetes Tipe 2 24 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Awas, Ini Akibatnya Jika Gula Darah Anda Terlalu Tinggi

Bukan hanya diabetes, orang sehat juga wajib menjaga gula darah. Jangan sampai Anda mengalami 8 komplikasi akibat gula darah tinggi ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Penyakit Diabetes 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab gula darah tinggi

10 Hal yang Dapat Menjadi Penyebab Gula Darah Naik

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 28 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
pemeriksaan hba1c adalah

Tes HbA1c (Hemoglobin A1c)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
kadar gula darah tinggi

7 Cara Efektif Menurunkan Gula Darah Tinggi (Hiperglikemia)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 27 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
gula darah turun

Habis Makan, Gula Darah Malah Turun Drastis? Apa Sebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angelina Yuwono
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit