home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apa Itu Gangguan Autoimun dan Bagaimana Mencegahnya?

Apa Itu Gangguan Autoimun dan Bagaimana Mencegahnya?

Gangguan autoimun adalah sebuah gangguan yang terjadi akibat gagalnya sistem pertahanan tubuh dalam mengenali tubuh sendiri, sehingga sistem imun bergerak menyerang tubuh yang sehat karena dianggap sebagai benda asing yang harus dihancurkan. Bila kegagalan ini dibiarkan berlarut-larut, maka fungsi tubuh akan terganggu dan rusak karena serangan sistem imun tersebut.

Apa saja penyakit yang disebabkan gangguan autoimun?

Dulu, gangguan dan penyakit autoimun jarang disebut-sebut karena memang penyebab dan prosesnya masih membingungkan. Banyaknya penelitian mengenai autoimun menyebabkan penyakit ini semakin dikenal.

Kini, sudah lebih dari 100 penyakit yang termasuk dalam gangguan autoimun. Beberapa di antaranya adalah penyakit yang sudah tak asing lagi di telinga, yaitu diabetes pada anak, diabetes tipe 1, demam rematik, psoriasis, endometrosis, lupus, dan banyak lainnya.

Siapa yang berisiko mengalami gangguan autoimun?

Ternyata wanita memiliki risiko sebesar 75% untuk terkena gangguan autoimun. Kondisi autoimun juga diturunkan secara genetik, dan penyakit autoimun yang diderita tidak selalu sama.

Contohnya saja, seorang wanita yang memiliki penyakit autoimun berupa penyakit tiroid hashimoto, anaknya mungkin memiliki diabetes anak, sementara ibunya menderita psoriasis.

Autoimun juga lambat untuk dikenali dan didagnosis, sehingga kondisi tersebut dapat mengganggu kehidupan sehari-hari dan sudah telanjur parah sampai akhirnya didiagnosis dan ditangani.

Bagaimana cara mengurangi risiko terkena gangguan autoimun?

Nyatanya, belum diketahui apa saja hal-hal yang memicu risiko gangguan autoimun. Namun, ada beberapa hal yang dapat diterapkan dalam keseharian untuk mencegah penyakit ini, di antaranya:

1. Temukan metode relaksasi yang tepat untuk mengatasi stres

Tak diragukan lagi jika stres dapat mengganggu keseimbangan dan kesehatan tubuh. Gangguan kesehatan yang berlarut-larut akan menurunkan kemampuan sistem imun tubuh, dan dapat berkembang menjadi penyakit autoimun. Maka dari itu, cari cara-cara yang nyaman bagi Anda untuk relaksasi dan mencegah stres dalam aktivitas sehari – hari.

2. Cukupi kebutuhan tubuh akan omega 3

Omega 3 dikenal akan kebaikannya untuk perkembangan dan fungsi otak. Namun, ternyata omega 3 juga merupakan anti peradangan alami yang berperan untuk mengatasi radang pada tubuh.

Asupan omega 3 yang cukup akan membantu sistem imun untuk tetap aktif dan bekerja optimal sehingga terhindar dari kegagalan fungsi yang dapat berkembang menjadi penyakit autoimun.

3. Perkuat sistem imun dengan olahraga rutin

Olahraga selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kesehatan tubuh. Begitupun dengan gangguan autoimun. Olahraga dan aktivitas fisik yang rutin dilakukan sehari-hari akan mengatur sistem hormon, enzim dan sel-sel tubuh untuk bekerja secara optimal.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Lisa Silvani, M.Biomed(AAM) Diperbarui 07/01/2021
x