Waspada Gejala Perdarahan Subarachnoid, Perdarahan Otak yang Berakibat Fatal

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Trauma kepala parah yang terjadi akibat kecelakaan bermotor atau cedera olahraga yang mengenai kepala dapat menyebabkan trauma pada otak. Salah satu jenis trauma otak yang paling umum adalah perdarahan subarachnoid. Sayangnya, kondisi ini seringkali tidak cepat terdeteksi karena umumnya tidak menimbulkan gejala berarti. Padahal pada 50 persen kasus yang terjadi, perdarahan subarachnoid bisa berakibat sangat fatal. Satu dari delapan orang yang mengalaminya bisa meninggal sebelum sampai rumah sakit.

Maka, penting untuk mengetahui apa saja gejalanya agar apabila hal ini terjadi pada Anda di masa depan, Anda bisa cepat mendapatkan pertolongan medis. Berikut ulasan lebih lengkap seputar perdarahan subarachnoid.

Mengenal perdarahan subarachnoid

Otak dilindungi oleh membran meninges, yang memiliki tiga lapisan yang terdiri dari pia meter (dalam), arachnoid (tengah), dan dura meter (luar). 

Perdarahan subarachnoid adalah perdarahan yang terjadi di dalam ruang subarachnoid, yaitu ruang antara dua lapisan membran yang membungkus otak. Ruangan ini terdapat tepat di bawah membran arachnoid dan di atas pia meter.

Sumber: https://www.neuroscientificallychallenged.com/

Ruang subarachnoid adalah ruang berkumpulnya cairan otak yang disebut serebrospinal. Cairan ini bertanggung jawab sebagai bantalan untuk melindungi otak dari cedera.

Ketika dipicu oleh aktivitas fisik memberatkan (bahkan kadang bisa terjadi saat berhubungan seks) , trauma fisik pada kepala, atau kondisi medis tertentu yang menyebabkan trauma otak, darah bisa bocor merembes ke dalam ruang subarachnoid, sehingga cairan serebrospinal menjadi bercampur darah. Hal ini dapat menyebabkan koma, kelumpuhan, kecacatan fisik, hingga bahkan kematian.

Perdarahan subarachnoid menjadi penyebab dari 5-10 persen kejadian stroke, dan sekitar satu dari empat kematian yang terkait dengan stroke.

Tanda dan gejala perdarahan subarachnoid

Biasanya perdarahan subarachnoid muncul tanpa gejala. Namun, gejala utama dan yang paling umum dari perdarahan ini adalah sakit kepala mendadak yang terasa sangat parah. Rasa sakitnya mungkin akan sama seperti menerima pukulan keras di kepala. Sakit kepala ini biasanya menyebar ke bagian belakang kepala.

Selain itu, ada beberapa gejala umum lainnya yang mungkin timbul, antara lain:

  • Sakit leher atau leher kaki
  • Sakit bahu
  • Peka terhadap cahaya (fotofobia)
  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Gejala seperti stroke (bicara kurang jelas dan merasa lemah di satu sisi tubuh)
  • Hilang kesadaran atau kejang-kejang
  • Mati rasa di seluruh tubuh
  • Kebingungan atau merasa linglung (delirium)
  • Mual dan muntah
  • Terjadi perdarahan ke bola mata
  • Tekanan darah meningkat

Gejala tersebut muncul secara mendadak, dan Anda mungkin akan kehilangan kesadaran dengan cepat. Segera dapatkan bantuan medis jika Anda baru saja mengalami trauma kepala dan mengalami gejala-gejala di atas yang disertai sakit kepala yang parah.

Apa yang menyebabkan terjadi perdarahan subarachnoid?

Selain trauma fisik parah pada kepala, penyebab paling umum dari perdarah subarachnoid adalah aneurisma yang pecah. Aneurisma adalah pembengkakan pembuluh darah yang disebabkan dinding pembuluh yang melemah. Semakin besar bengkaknya, semakin tinggi risiko aneurisma bisa pecah.

Penyebab pasti dari aneurisma tidak jelas diketahui. Namun, jenis kelamin (wanita), usia (40-65 tahun), orang yang merokok, mengonsumsi alkohol berlebihan, atau memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami aneurisme yang berisiko pecah. Selain itu, cacat bawaan pada beberapa orang juga dapat menyebabkan pembuluh darah melemah dan menipis, sehingga meningkatkan risiko aneurisma.

Kondisi lainnya yang dapat menyebabkan perdarahan subarachnoid adalah malformasi arteri atau disingkat dengan AVM. AVM adalah sekelompok pembuluh darah (pembuluh arteri dan vena) yang berkembang secara tidak normal sehingga saling berhubungan satu sama lain. Kedua pembuluh darah ini dihubungkan oleh fistula, sehingga terkadang juga disebut dengan fistula arteriovenosa.

AVM adalah penyebab perdarahan subarachnoid yang sering ditemukan. AVM bisa terjadi pada pembuluh darah di sumsum tulang belakang, batang otak, atau otak. Pembuluh darah yang mengalami malformasi kemudian dapat membentuk aneurisma. Kondisi ini mungkin timbul karena adanya gangguan saat janin berkembang di dalam rahim. Gejalanya tidak cenderung muncul sampai terjadi perdarahan.

Komplikasi perdarahan arachnoid yang mungkin terjadi

Komplikasi yang paling umum terjadi adalah perdarahan berulang. Aneurisma yang pecah dan sudah sembuh dengan sendirinya mungkin dapat pecah kembali. Perdarahan berulang dapat meningkatkan risiko kematian. Koma karena perdarahan subarachnoid juga dapat menyebabkan kematian.

Selain itu, komplikasi lain yang mungkin terjadi antara lain:

  • Kerusakan otak yang disebabkan oleh pengurangan suplai darah ke otak.
  • Epilepsi, di mana seseorang mengalami kejang berulang (setelah perawatan).
  • Masalah dengan fungsi mental tertentu; seperti memori, perencanaan dan konsentrasi.
  • Perubahan mood, seperti depresi.
  • Dalam beberapa kasus, mungkin akan mengalami kejang atau stroke setelah perawatan.

Bagaimana mencegah terjadinya perdarahan subarachnoid?

Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terjadinya perdarahan arachnoid, yaitu:

  • Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol.
  • Mencegah terjadinya tekanan darah tinggi, dengan melakukan olahraga teratur, menjalankan pola makan sehat, dan menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan.
  • Mengidentifikasi masalah potensial di otak, dengan melakukan deteksi dini.
  • Gunakan perangkat pelindung diri saat beraktivitas fisik yang berisiko, misalnya di tempat kerja atau saat berolahraga. Gunakan helm dan masker pelindung wajah.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Posisi Tidur Mana yang Lebih Baik: Miring ke Kiri Atau Kanan?

Posisi tidur miring memiliki manfaat untuk kesehatan Anda, arah posisi tidur ternyata juga berpengaruh terhadap kesehatan. Arah mana yang lebih baik?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Pola Tidur Sehat, Tips Tidur 8 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

5 Cara Aman Supaya Haid Selesai Lebih Cepat

Waktu haid yang lama membuat sebagian wanita jadi kerepotan. Belum lagi jika kram perut tak kunjung usai. Yuk, intip rahasia mempercepat haid selesai disini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Wanita, Menstruasi 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Pedoman Praktis Makanan untuk Anak Usia 1-3 Tahun

Banyak ibu yang bingung memberikan anaknya makan ketika sudah memasuki usia 1 tahun. Jangan cemas, berikut pedoman praktis makanan anak 1-3 tahun.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Anak 1-5 Tahun, Parenting, Perkembangan Balita 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Asam Lambung Naik Bisa Sebabkan Kanker Kerongkongan?

Asam lambung naik atau refluks yang terjadi secara kambuhan, kemungkinan bisa sebabkan kanker kerongkongan. Cari tahu alasannya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kanker Lainnya 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kondom dipakai dua kali

Kondom Dipakai Dua Kali, Apa Saja Risiko yang Mungkin Terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
susah ambil darah

Kenapa Beberapa Orang Bisa Sulit Diambil Darahnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
lidah gatal

7 Kondisi Penyebab Lidah Anda Terasa Gatal, dari Masalah Ringan Hingga Serius

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
setelah cabut gigi

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Cabut Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit