Cerebral Angiogram

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Normal Kah Detak Jantung Anda?

Kalkulator detak jantung kami bisa memperkirakan berapa target detak jantung saat olahraga yang perlu Anda capai.

Coba Hitung!
active

Definisi cerebral angiogram

Apa itu cerebral angiogram?

Cerebral angiogram merupakan salah satu tes yang dilakukan menggunakan sinar X-ray untuk menghasilkan foto dari dalam pembuluh darah yang terdapat di leher dan kepala. Tujuannya, untuk melihat adanya sumbatan, penyempitan, atau kerusakan pada pembuluh darah.

Pasalnya, kondisi-kondisi tersebut bisa menjadi penyebab terjadinya stroke. Melakukan tes ini dapat membantu dokter untuk menentukan apa yang menjadi penyebab stroke dan sejauh apa kerusakan yang telah terjadi pada pembuluh darah pasien.

Kapan harus menjalani cerebral angiogram?

Tidak semua pasien penderita penyumbatan arteri perlu melakukan cerebral angiogram karena tes ini invasif dan memiliki beberapa risiko. Biasanya tes ini dilakukan hanya setelah tes non-invasif, bila dokter memerlukan informasi lebih untun merencanakan pengobatan Anda.

Cerebral angiogram dapat membantu mendiagnosis:

  • Aneurisma (pecah di dinding arteri).
  • Arteriosclerosis (penyempitan pembuluh darah).
  • Malformasi arteriovena.
  • Vaskulitis (peradangan pembuluh darah).
  • Tumor.
  • Pembekuan darah.
  • Luka pada lapisan arteri.

Cerebral angiogram juga dapat membantu dokter Anda mencari tahu penyebab gejala tertentu, termasuk gejala stroke, seperti:

  • Sakit kepala yang parah.
  • Gangguan memori.
  • Bicara tidak jelas.
  • Pusing.
  • Kabur atau penglihatan ganda.
  • Lemas atau mati rasa.
  • Kehilangan keseimbangan atau koordinasi.

Persiapan cerebral angiogram

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani cerebral angiogram?

Sebelum menjalani diagnosis untuk stroke dan beberapa kondisi serius lainnya, beritahu dokter bila Anda:

  • Alergi terhadap kerang atau zat yodium.
  • Terdapat riwayat masalah perdarahan.
  • Pernah mengalami reaksi alergi terhadap pewarna kontras sinar-X atau zat yodium.
  • Sedang hamil.

Jangan makan atau minum selama 4 sampai 8 jam sebelum menjalani prosedur cerebral angiogram. Anda bisa saja diminta untuk tidak menggunakan aspirin atau obat pengencer darah selama beberapa hari sebelum pemeriksaan dan selama satu hari setelah pemeriksaan.

Bila Anda menggunakan obat-obatan ini, bicarakan dengan dokter Anda. Tes akan berlangsung beberapa jam, jadi sebaiknya Anda buang air dulu sebelum pemeriksaan dimulai.

Bicarakan dengan dokter Anda bila ada kekhawatiran terkait kepentingan tes cerebral angiogram, risiko, proses pelaksanaan, dan maksud dari hasil tes ini.

Prosedur cerebral angiogram

Bagaimana prosedur cerebral angiogram dilakukan?

Umumnya, waktu yang diperlukan untuk menjalani prosedur ini tidaklah lama. Itu sebabnya, pasien jarang sekali diminta untuk menginap atau opname di rumah sakit sebelum atau setelah menjalaninya.

Sebelum menjalani prosedur ini, biasanya pasien akan diminta untuk melakukan tes darah untuk menentukan apakah ginjal pasien berfungsi dengan baik, dan apakah tubuh pasien membentuk gumpalan darah secara normal.

Lalu, pasien mungkin akan diminta untuk buang air kecil terlebih dahulu sebelum menjalani prosedur ini, pasalnya prosedur ini dapat memakan waktu hingga berjam-jam lamanya.

Saat Anda dan para ahli medis siap untuk menjalani prosedur cerebral angiogram, seorang suster akan memasukkan jarum intravena ke dalam pembuluh darah yang terdapat pada tangan atau lengan untuk memasukkan obat bius.

Ya, saat menjalani prosedur ini, Anda mungkin akan dibius terlebih dahulu, tapi tidak perlu hingga menggunakan alat bantu napas selama prosesnya. Namun, pada beberapa kasus, pasien mungkin harus diberikan anestesi, contohnya saat menjalani diagnosis stroke pada anak-anak dan remaja.

Berikutnya, beberapa alat medis seperti monitor detak jantung dan tekanan darah akan dipasangkan pada tubuh Anda. Selain itu, Anda akan diminta untuk berbaring di atas meja prosedur.

Selama menjalani prosedur ini, kepala Anda akan ditahan, atau dibalut dengan penahan kepala agar Anda tidak menggerakkannya selama menjalani prosedur cerebral angiogram ini.

Berikutnya, ahli medis akan membuat sayatan kecil pada kulit agar kateter bisa masuk ke dalam tubuh. Dengan bantuan sinar X-ray, kateter akan dimasukkan ke dalam pembuluh darah yang akan diperiksa.

Cat kontras yang digunakan agar sinar X-ray bisa menangkap gambar di dalam pembuluh darah akan dikeluarkan melalui kateter. Dengan bantuan alat bernama power injection, kateter  akan mengeluarkan cairan tersebut pada takaran yang tepat.

Jika bagian dalam pembuluh darah sudah terlihat, akan diambil beberapa foto menggunakan sinar X-ray. Foto-foto tersebut yang nantinya akan menunjukkan hasil dari pemeriksaan atau tes ini.

Apa yang harus saya lakukan setelah menjalani cerebral angiogram?

Cerebral angiogram membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam. Perban akan dililitkan pada daerah terinjeksi. Anda akan diberi obat penahan rasa sakit bila diperlukan.

Jika katerer ditempatkan pada area selangkangan, coba untuk tetap meluruskan kaki selama 8 jam. Dokter akan memberi tahu Anda instruksi spesifik setelah tes selesai. Anda bisa menggunakan kompres es pada bagian yang diinfus untuk meredakan rasa nyeri dan bengkak.

Anda biasanya bisa langsung kembali ke rumah, walaupun pada beberapa kasus Anda akan diminta untuk bermalam di rumah sakit. Anda mungkin akan memiliki memar pada bagian dimana katerer dimasukkan.

Anda bisa meminum banyak cairan untuk mengeluarkan pewarna dari dalam tubuh kecuali bila dokter mengatakan sebaliknya. Apabila Anda memiliki pertanyaan yang berkaitan dengan proses tes ini, konsultasikanlah kepada dokter Anda untuk lebih memahami kondisi yang dialami.

Risiko cerebral angiogram

Menurut RadiologyInfo for Patients, ada beberapa risiko yang perlu Anda ketahui jika menjalani prosedur cerebral angiogram, seperti berikut ini.

  • Paparan radiasi saat menjalani prosedur ini dapat meningkatkan potensi Anda mengalami kanker.
  • Ada kemungkinan risiko mengalami reaksi alergi terhadap alat dan bahan yang digunakan pada prosedur ini.
  • Ibu menyusui disarankan untuk menunggu hingga 24 jam setelah bahan pewarna kontras disuntikkan ke dalam tubuh sebelum mulai menyusui kembali.
  • Jika Anda memiliki penyakit ginjal, bahan pewarna yang digunakan dalam prosedur ini berpotensi melukai ginjal.
  • Prosedur apapun yang melibatkan proses memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah meningkatkan risiko kerusakan, perdarahan, luka, dan infeksi pada pembuluh darah.
  • Meski jarang terjadi, ada kemungkinan kateter merusak pembuluh arteri sehingga terjadi perdarahan di dalam otak.

Oleh sebab itu, sebelum menjalani cerebral angiogram, lebih baik pertimbangkan kelebihan dan kekurangannya, khususnya untuk kondisi kesehatan Anda secara menyeluruh.

Penjelasan dari hasil tes cerebral angiogram

Apa arti hasil tes yang saya dapat dari prosedur cerebral angiogram?

Setelah menjalani prosedur ini, hasil tes yang akan menentukan, apakah Anda mengalami stroke atau tidak. Pembacaan hasil dari tes biasanya akan dilakukan bersama dengan dokter atau ahli medis profesional agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Berikut adalah gambaran hasil dari tes cerebral angiogram yang Anda jalani:

Angiogram kepala dan leher
Normal:Pembuluh darah normal dari segi ukuran, bentuk, penempatan, dan jumlah.
Pewarna mengalir secara merata melalui pembuluh darah.
Tidak terlihat adanya penyempitan, penyumbatan, atau masalah lainnya pada pembuluh darah.
Abnormal:Terdapat titik penyempitan pada arteri menandakan bahwa deposit lemak, deposit kalsium, atau pembekuan mengurangi aliran darah pada pembuluh darah.
Pembuluh darah tidak berada pada posisi normal bisa menandakan adanya tumor atau pertumbuhan lain yang mendorong melawan mereka.
Benjolan pada pembuluh darah menunjukkan adanya kelemahan pada dinding pembuluh darah (aneurisma).
Pola abnormal pada pembuluh darah menandakan adanya tumor.
Pewarna keluar dari pembuluh darah menandakan adanya lubang pada pembuluh darah.
Terdapatnya percabangan abnormal pada pembuluh darah sejak lahir (bawaan).

Jika setelah menjalani prosedur ini Anda didiagnosis mengalami stroke, Anda harus menjalani pengobatan untuk stroke sesegera mungkin.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Informasi Lengkap Atrofi Otot, Mulai dari Gejala Hingga Pengobatan

Setelah mengalami stroke, Anda mungkin akan menderita atrofi atau kelemahan otot wajah, lengan, atau kaki. Ketahui cara mengatasi atrofi otot berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 18 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

5 Penyakit yang Banyak Menyerang Lansia di Indonesia

Semakin bertambah usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang diderita. Apa saja penyakit pada lansia yang sering terjadi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Lansia, Masalah Kesehatan pada Lansia 12 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

Banyak orangtua yang mencemaskan dampak dan peluang sembuh pada anak yang mengalami stroke. Ternyata masih ada kemungkinan pulih dari masalah kesehatan ini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Stroke, Kesehatan Otak dan Saraf 28 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat pengencer darah

Daftar Obat Pengencer Darah yang Paling Umum Digunakan, Plus Risiko Efek Samping

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
terapi stroke

Menjalani Terapi Setelah Mengalami Stroke, Apa Saja yang Harus Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
senam stroke

Senam untuk Penderita Stroke, Ini Manfaat dan Cara Melakukannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Dantrolene adalah

Langkah-langkah Menolong Orang yang Kejang

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit