Warfarin

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 17 Juni 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan

Untuk apa obat warfarin?

Warfarin adalah obat pengencer darah (antikoagulan). Obat ini bekerja dengan mengurangi pembentukan bekuan darah.

Warfarin adalah obat yang digunakan untuk mencegah serangan jantung, stroke, dan pembekuan darah di pembuluh darah dan arteri. Warfarin juga dapat digunakan untuk tujuan tidak tercantum dalam panduan pengobatan.

Bagaimana aturan pakai warfarin?

Warfarin adalah obat yang harus digunakan persis seperti yang diinstruksikan oleh dokter Anda. Ikuti semua petunjuk pada label resep Anda. Dokter mungkin sesekali mengubah dosis Anda untuk memastikan Anda mendapatkan hasil terbaik.

Jangan mengonsumsi warfarin dalam dosis yang lebih besar atau lebih kecil atau lebih lama dari apa yang diinstruksikan oleh dokter Anda.

Konsumsi warfarin pada waktu yang sama setiap hari, dengan atau tanpa makanan. Jangan pernah mengambil dosis ganda dari obat ini.

Saat menggunakan warfarin, Anda akan perlu sering mengecek “INR” atau tes waktu protrombin (untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku). Anda mungkin tidak melihat adanya perubahan dalam gejala Anda, tetapi kerja darah Anda akan membantu dokter menentukan berapa lama untuk memberikan warfarin pada Anda. Anda harus tetap berada di bawah perawatan dokter saat menggunakan obat ini.

Jika Anda menerima warfarin di rumah sakit, hubungi atau kunjungi dokter Anda 3 sampai 7 hari setelah Anda meninggalkan rumah sakit. INR Anda akan perlu diuji pada waktu itu. Jangan lewatkan setiap agenda janji konsultasi dengan dokter Anda.

Katakan kepada dokter Anda jika Anda sakit diare, demam, menggigil, atau gejala flu, atau jika berat badan Anda berubah.

Bagaimana cara menyimpan obat ini?

Obat ini paling baik disimpan pada suhu ruangan, jauhkan dari cahaya langsung dan tempat yang lembap. Jangan disimpan di kamar mandi. Jangan dibekukan. Merek lain dari obat ini mungkin memiliki aturan penyimpanan yang berbeda.

Perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk atau tanyakan pada apoteker Anda. Jauhkan semua obat-obatan dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Jangan menyiram obat-obatan ke dalam toilet atau ke saluran pembuangan kecuali bila diinstruksikan. Buang produk ini bila masa berlakunya telah habis atau bila sudah tidak diperlukan lagi.

Konsultasikan kepada apoteker atau perusahaan pembuangan limbah lokal mengenai bagaimana cara aman membuang obat Anda.

Dosis

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti dari nasihat medis. SELALU konsultasi pada dokter atau apoteker sebelum memulai pengobatan.

Bagaimana dosis warfarin untuk orang dewasa?

Berikut adalah dosis warfarin yang direkomendasikan untuk orang dewasa:

Dosis untuk gagal jantung kongestif

Awal: 2-5 mg secara oral atau intravena sekali sehari selama 1 sampai 2 hari, kemudian sesuaikan dosis sesuai dengan hasil Ratio International Normalized (INR) atau waktu protrombin (PT).

Pemeliharaan: dosis pemeliharaan berkisar 2-10 mg secara oral atau intravena sekali sehari.

Dosis untuk profilaksis stroke tromboembolik

Awal: 2-5 mg secara oral atau intravena sekali sehari selama 1 sampai 2 hari, kemudian sesuaikan dosis sesuai dengan hasil Ratio International Normalized (INR) atau waktu protrombin (PT).

Pemeliharaan: dosis pemeliharaan berkisar 2-10 mg secara oral atau intravena sekali sehari.

Dosis untuk infark miokard

Awal: 2-5 mg secara oral atau intravena sekali sehari selama 1 sampai 2 hari, kemudian sesuaikan dosis sesuai dengan hasil Ratio International Normalized (INR) atau waktu protrombin (PT).

Pemeliharaan: dosis pemeliharaan berkisar 2-10 mg secara oral atau intravena sekali sehari.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter atau tim medis.

Bagaimana dosis warfarin untuk anak?

Belum ada ketentuan dosis warfarin untuk anak-anak. Warfarin adalah obat yang bisa saja berbahaya bagi anak-anak.

Penting untuk memahami keamanan obat sebelum digunakan.  Konsultasikan pada dokter atau apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Dalam dosis dan sediaan apakah obat ini tersedia?

Warfarin tersedia dalam dosis-dosis sebagai berikut:

Tablet: 1 mg, 2 mg,  2,5 mg, 3 mg, 4 mg, 5 mg, 6 mg, 7,5 mg

Efek Samping

Efek samping apa yang mungkin terjadi karena warfarin?

Cari bantuan medis segera jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi berikut ini:

  • gatal-gatal
  • kesulitan bernapas
  • pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan

Hentikan penggunaan obat ini dan segera hubungi dokter Anda jika Anda mengalami efek samping yang serius, seperti:

  • Rasa sakit, bengkak, perasaan panas atau dingin, perubahan kulit, atau perubahan warna di mana saja pada tubuh Anda
  • Kaki tiba-tiba terasa sakit, ulkus kaki, jari kaki atau jari tangan menjadi berwarna ungu
  • Sakit kepala tiba-tiba, pusing, atau terasa letih
  • Perdarahan yang tidak biasa (hidung, mulut, vagina, atau dubur), perdarahan dari luka atau suntikan jarum, pendarahan yang tidak akan berhenti
  • Bagian bawah kulit mudah memar, dan berwarna keunguan, atau bintik-bintik merah
  • Ada darah dalam urin Anda, tinja berwarna hitam atau berdarah, batuk darah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi  
  • Kulit pucat, kepala terasa ringan atau sesak napas, denyut jantung cepat, bermasalah dalam berkonsentrasi  
  • Urin berwarna gelap, sakit kuning (menguningnya kulit atau mata)
  • Nyeri di perut, punggung, atau sisi tubuh
  • Kencing lebih sedikit dari biasanya atau tidak sama sekali
  • Mati rasa atau otot lemah
  • Penyakit diare, demam, menggigil, nyeri tubuh, atau gejala flu

Efek samping lainnya, yang tergolong kurang serius meliputi:

  • Mual, muntah, nyeri perut ringan
  • Kembung, gas  
  • Perubahan pada indera pengecap

Tidak semua orang mengalami efek samping yang telah disebutkan di atas. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan.

Bila Anda memiliki kekhawatiran mengenai efek samping tertentu, konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda.

Pencegahan & Peringatan

Apa yang harus diketahui sebelum menggunakan warfarin?

Sebelum menggunakan obat tertentu, pertimbangkan risiko dan manfaatnya terlebih dahulu. Ini adalah keputusan yang harus dibuat Anda dan dokter Anda.

Untuk obat warfarin, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan:

Alergi

Beri tahu dokter jika Anda mengalami reaksi tak biasa atau alergi pada obat ini atau obat lain. Beri tahu dokter juga jika Anda memiliki alergi tipe lain seperti pada makanan, pewarna, pengawet, atau alergi hewan. Untuk produk tanpa resep, baca label pada kemasan secara saksama.

Lansia

Studi yang dilakukan hingga saat ini belum menunjukkan masalah khusus yang akan membatasi kinerja obat ini pada lansia.

Namun, pasien usia lanjut mungkin perlu berhati-hati dalam penentuan dosis, terutama mereka yang berisiko mengalami perdarahan.

Apakah obat ini aman untuk ibu hamil atau menyusui?

Dikutip dari StatPearls, obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori D menurut US Food and Drugs Administration (FDA). Berikut referensi kategori risiko kehamilan menurut FDA :

  • A= Tidak berisiko
  • B= Tidak berisiko pada beberapa penelitian
  • C= Mungkin berisiko
  • D= Ada bukti positif dari risiko
  • X= Kontraindikasi
  • N= Tidak diketahui

Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini.

Sementara itu, warfarin dapat terserap ke dalam air susu ibu (ASI) meski dalam jumlah yang sedikit. Maka itu, obat ini mungkin dapat terminum oleh bayi yang menyusu.

Akan tetapi, belum ada penelitian yang membenarkan jika obat ini berbahaya bagi bayi yang menyusu. Konsultasikan terlebih dahulu ke dokter jika Anda sedang menyusui dan ingin mengonsumsi warfarin.

Interaksi

Obat-obatan apa yang mungkin berinteraksi dengan warfarin?

Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini.

Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.

Berikut adalah obat-obtan yang berpotensi menimbulkan terjadinya interaksi dengan warfarin yang sedang Anda konsumsi:

  • aspirin
  • salicylate
  • obat NSAID (ibuprofen, naproxen, celecoxib)
  • aspirin dosis rendah (clopidogrel, ticlopidine)
  • paracetamol
  • mifepristone
  • apixaban
  • defibrotide

Apakah makanan atau alkohol dapat berinteraksi dengan obat ini?

Obat-obatan tertentu tidak boleh digunakan pada saat makan atau saat makan makanan tertentu karena interaksi obat dapat terjadi.

Merokok tembakau atau mengonsumsi alkohol dengan obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan interaksi terjadi. Diskusikan penggunaan obat Anda dengan makanan, alkohol, atau tembakau dengan penyedia layanan kesehatan Anda.

Menurut Drugs.com, berikut adalah makanan atau minuman yang berpotensi memicu interaksi dengan warfarin:

  • teh hijau
  • makanan berprotein tinggi
  • jeruk bali
  • makanan yang mengandung vitamin K

Kondisi kesehatan apa yang dapat berinteraksi dengan obat ini?

Kondisi kesehatan lain yang Anda miliki bisa memengaruhi penggunaan obat ini. Berikut adalah beberapa kondisi kesehatan yang mungkin dapat berinteraksi dengan warfarin:

  • Riwayat penyalahgunaan atau ketergantungan alkohol
  • Gangguan mental (misal, psikosis atau kepikunan)
  • Penyakit darah atau masalah perdarahan
  • Infeksi hati
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Anestesi spinal
  • Tukak pada perut atau usus
  • Stroke
  • Baru-baru ini menjalani operasi, atau dijadwalkan akan melakukan operasi (misalnya, operasi mata, otak, atau tulang belakang)
  • Terancam keguguran
  • Penyisipan kateter
  • Gagal jantung kongestif
  • Deep-vein thrombosis (DVT)
  • Diabetes
  • Jatuh atau terbentur
  • Infeksi
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Operasi
  • Trombositopenia
  • Trauma

Overdosis

Apa yang harus saya lakukan pada keadaan gawat darurat atau overdosis?

Pada kasus gawat darurat atau overdosis, hubungi penyedia layanan gawat darurat lokal (119) atau segera ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat.

Apa yang harus saya lakukan bila melewatkan satu dosis?

Apabila Anda melupakan satu dosis obat ini, minum sesegera mungkin. Namun bila sudah mendekati waktu dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupakan dan kembali ke jadwal dosis yang biasa. Jangan menggandakan dosis.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kasus Norovirus di China, Apakah Wabah Baru?

Di tengah pandemi COVID-19, China juga sedang diserang wabah lain dari infeksi norovirus yakni penyakit yang menyebabkan peradangan usus.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Berita Luar Negeri, Berita 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Kenapa Kita Tak Boleh Terlalu Banyak Makan Makanan Asin?

Makanan tinggi garam bukan hanya membuat Anda berisiko mengalami tekanan darah tinggi. Simak berbagai bahaya makanan asin pada tubuh kita.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Ada beberapa jenis ASI dengan warna, kandungan, hingga tekstur kental dan cair yang berbeda. Sudah tahukah apa perbedaan dan berapa kebutuhan ASI bayi?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Parenting, Menyusui 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit

Tahapan Perkembangan Bayi Baru Lahir 0-7 Minggu

Sejak bayi baru lahir, kemampuan gerak dan otaknya akan terus berkembang. Sebagai panduan, berikut perkembangan bayi baru lahir yang bisa diamati.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Bayi, Parenting, Bayi Satu Tahun Pertama 16 Oktober 2020 . Waktu baca 15 menit

Direkomendasikan untuk Anda

daging ayam belum matang

4 Penyakit Akibat Makan Daging Ayam Belum Matang (Plus Ciri-cirinya)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
perlukah lansia minum susu

Apakah Lansia Masih Perlu Minum Susu? Berapa Banyak yang Dibutuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 20 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
obat herbal dan alami untuk kanker prostat

Pedoman Memilih Suplemen dan Obat Herbal yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
kepadatan kota memengaruhi covid-19

Kepadatan Penduduk Sebuah Kota Menentukan Lama Waktu Pandemi COVID-19 Berlangsung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit