Leher Kaku atau Sakit Leher Mengganggu? Ini Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 November 2020 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda merasa leher terasa sakit dan kaku? Kondisi ini bahkan bisa muncul pada malam hari atau di pagi hari saat Anda baru bangun tidur. Lalu, kira-kira apa penyebab dari leher yang terasa sakit dan kaku, dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan lengkap mengenai sakit leher yang menyebabkan leher menjadi kaku, berikut ini.

Apa yang terjadi saat sakit leher atau leher kaku?

Leher adalah struktur dari sistem gerak tubuh yang sangat fleksibel dan bertugas untuk menyokong berat atau beban dari kepala Anda. Oleh sebab itu, leher pun sangat rentan mengalami cedera atau masalah kesehatan yang menyebabkan rasa sakit atau kaku dan pegal.

Sakit leher merupakan sebuah keluhan yang cukup umum dan banyak dialami. Kondisi ini ditandai dengan rasa tidak nyaman yang dirasakan di bagian leher atau di sekitarnya. Biasanya, leher Anda akan terasa kaku saat mengalami sakit leher, hingga Anda kesulitan untuk menengok atau menoleh.

Kondisi sakit leher mengindikasikan adanya masalah pada struktur leher. Hal ini bisa menyerang otot, urat, ligamen, dan tulang yang terdapat di area leher. Meski begitu, leher kaku merupakan kondisi yang cenderung tidak berbahaya dan tidak menimbulkan komplikasi.

Sakit leher bisa menandakan bahwa leher mungkin telah digunakan secara berlebihan. Rasa sakit pada leher ini sebenarnya bisa sembuh atau membaik dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-2 minggu, tapi mungkin benar-benar hilang dan tidak kumat lagi setelah melalui 8-12 minggu.

Namun, tak menutup kemungkinan sakit leher yang menyebabkan leher menjadi kaku merupakan gejala dari kondisi yang serius. Ada beberapa penyakit serius yang kerap kali dikaitkan dengan kondisi yang satu ini.

Maka itu, segera periksakan diri ke dokter jika sakit leher yang Anda rasakan tidak kunjung membaik atau justru menjadi semakin parah.

Tanda dan gejala dari sakit leher

Tanda dan gejala dari sakit leher yang muncul tergantung pada tingkat keparahannya. Artinya, gejala yang muncul mungkin bervariasi dan berbeda-beda pada tiap individu. Berikut adalah gejala umum dari sakit leher yang mungkin pernah Anda alami:

  • Rasa sakit yang memburuk dan terasa di area kepala dan leher dan bertahan untuk waktu yang lama.
  • Rasa sakit mencapai bagian tubuh lain, seperti bahu, lengan, dan ruas-ruas jari.
  • Kejang otot atau otot yang menegang.
  • Kesulitan menggerakkan kepala.
  • Kepala terasa sakit.
  • Gangguan tidur.
  • Leher terasa lemah, kaku, dan terkadang mati rasa.

Ada tanda-tanda dan gejala yang mungkin tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran terhadap suatu gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Berbagai kemungkinan penyebab sakit leher

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab dari leher kaku dan pegal:

1. Cedera ringan pada leher

Salah satu penyebab dari leher terasa sakit dan kaku adalah kejang otot. Biasanya, kejang otot pada leher terjadi karena adanya ceder ringan yang dipicu oleh beberapa hal, mulai dari postur tubuh yang buruk hingga aktivitas fisik yang terlampau berat.

Postur tubuh yang kurang baik umumnya dilakukan oleh hampir semur aorang ketika melakukan kegiatan-kegiatan di bawah ini:

  • Melakukan gerakan memiringkan kepala terlalu lama.
  • Tidur dengan posisi kepala atau leher yang salah.
  • Bekerja di depan komputer dengan posisi membungkuk.
  • Terlalu lama menonton TV atau membaca buku.
  • Berkebun.
  • Melihat ponsel dengan posisi menunduk terlalu lama.

Kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan otot pada leher mengalami ketegangan, bahkan berpotensi terkilir atau keseleo. Selain pada orang dewasa, gangguan muskuloskeletal yang menyerang sistem otot dan sistem rangka di area leher ini juga bisa dialami oleh anak-anak.

2. Cedera whiplash

Cedera whiplash adalah kondisi ketika kepala dan leher Anda tersentak secara tiba-tiba ke depan dan belakang. Whiplash merupakan istilah lain yang digunakan untuk keseleo leher. Kondisi ini dapat menyebabkan jaringan lunak pada leher dan tulang belakang tertarik dan mengalami kerusakan.

Umumnya, cedera whiplash terjadi saat seseorang mengalami kecelakaan kendaraan bermotor. Namun, gangguan pada sistem gerak ini juga mungkin saja terjadi saat Anda naik roller coaster dan aktivitas yang memungkinkan kondisi ini terjadi.

3. Arthritis

Leher kaku juga bisa terjadi akibat arthritis. Dua jenis dari arthritis, yaitu spondylosis dan osteoarthritis dapat menyebabkan leher terasa sakit dan sulit digerakkan. Kondisi ini terjadi karena bantalan tulang rawan di antara ruas-ruas tulang belakang mulai terkikis.

Apabila tulang rawan menipis, tubuh Anda dapat membentuk taji tulang yang mempengaruhi pergerakan sendi dan menyebabkan rasa sakit di area leher dan kepala yang berkaitan dengan tekanan pada saraf. Selain kedua jenis arthritis yang telah disebutkan, rheumatoid arthritis juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya rasa sakit dan kaku di area leher.

4. Meningitis

Meningitis merupakan peradangan cairan dan membran yang mengelilingi otak dan tulang belakang. Biasanya, penyakit ini lebih sering dikenal sebagai radang selaput otak. Meningitis biasanya disebabkan oleh infeksi virus. Akan tetapi, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, parasit, atau infeksi jamur.

Meningitis juga dapat menjadi penyebab sakit leher pada anak. Salah satu kondisi kesehatan penyebab leher sakit dan kaku ini umumnya menimbulkan pembengkakan yang memicu gejala seperti sakit kepala, demam, dan leher kaku.

5. Stres

Stres juga termasuk ke dalam salah satu penyebab leher kaku dan terasa sakit. Ketika Anda sedang mengalami stres, otot-otot Anda menjadi tegang. Leher kaku sering kali menjadi sinyal awal yang menandakan bahwa Anda sedang merasa stres.

6. Gangguan degeneratif

Ada beberapa gangguan degeneratif, yaitu gangguan yang terjadi akibat proses penuaan, yang dapat berkaitan dengan sendi, tulang belakang, otot, dan bagian lain dari leher Anda dan menyebabkan rasa sakit.

Kondisi ini dapat terjadi dari penuaan atau dari kondisi kesehatan lain. Selain arthritis, beberapa kondisi degeneratif ini adalah radang saraf, cervical disc degeneration, dan patah tulang pada leher.

7. Penyebab lainnya

Beberapa masalah kesehatan lainnya yang dapat mengakibatkan leher terasa kaku adalah:

Pengobatan dan perawatan untuk sakit leher

Meski sakit leher tergolong tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, Anda mungkin akan sering merasa terganggu dengan kondisi ini. Oleh sebab itu, cobalah pengobatan dan perawatan yang bisa Anda lakukan berikut ini:

1. Penggunaan obat-obatan pereda rasa sakit

Jika rasa kaku pada leher sudah tak tertahankan lagi, cobalah untuk mengonsumsi obat-obatan yang dapat membantu meredakan atau meringankan rasa sakit pada leher. Obat pereda rasa sakit seperti paracetamol merupakan salah satu obat yang efektif mengatasi leher kaku.

Lalu, ada juga obat-obatan pereda nyeri otot atau non-steroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs), seperti ibuprofen dan naproxen juga bisa membantu mengurangi rasa sakitnya. Namun, penggunaan obat ini tentu lebih baik jika diresepkan oleh dokter.

Pasalnya, obat-obatan NSAIDs dapat berinteraksi dengan obat-obatan lain, seperti obat pengencer darah (warfarin). Oleh sebab itu, lebih baik tanyakan terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker sebelum Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut.

2. Terapi fisik

Jika Anda tidak terlalu suka menggunakan obat-obatan untuk mengatasi leher kaku dan sakit, ada beberapa terapi yang bisa dilakukan. Namun, salah satu jenis terapi yang paling sering dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah terapi fisik atau fisioterapi.

Terapi ini bermanfaat untuk membantu Anda membenarkan postur tubuh dan membantu leher kembali berfungsi dengan normal. Terapi ini juga bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya kembali rasa sakit dan kaku pada leher.

Selain terapi fisik, beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan adalah Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) dan terapi traction dan imobilisasi jangka pendek.

3. Operasi

Menurut Mayo Clinic, tindakan operasi juga bisa menjadi alternatif untuk leher kaku dan sakit. Apalagi, jika penggunaan obat-obatan dan terapi tidak berhasil dilakukan. Dokter akan menyarankan Anda untuk menjalani prosedur bedah atau operasi.

Namun, prosedur ini sangat jarang dilakukan, mengingat angka kejadian kasus leher kaku yang parah sangat rendah.

4. Kompres air dingin atau air hangat

berendam air panas

Cara mengatasi leher kaku yang paling mudah adalah meringankan rasa sakitnya dengan kompres. Cara ini sangat cocok dilakukan pada hari kedua atau ketiga setelah leher terasa tidak nyaman.

Untuk kompres, Anda boleh menggunakan air dingin maupun air hangat. Suhu dingin dan panas dari kompres ternyata dapat merelaksasi otot yang tegang. Ini bisa merelaksasi otot leher yang kaku.

Kompreslah selama 20 menit, baik menggunakan air panas maupun dingin. Tidak disarankan untuk mengompresnya lebih dari 20 menit atau seharian karena bisa menimbulkan masalah pada kulit.

5. Latihan peregangan

Peregangan dapat membantu mengatasi leher yang terasa kaku. Ada beberapa gerakan peregangan yang bisa Anda praktekkan, seperti:

Mendongakkan dan menundukkan kepala

Ini adalah gerakan paling dasar untuk mengatasi leher kaku.

Anda bisa melakukannya sambil duduk maupun berdiri. Awali dengan posisi tegak sambil menghadap ke depan, lalu ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Turunkan dagu Anda ke arah dada dan tahan selama 15-30 detik. Jaga agar otot-otot Anda tetap rileks, lalu angkat kepala Anda perlahan.
  2. Naikkan dagu Anda ke atas sehingga bagian dasar kepala Anda terbawa ke belakang. Tahan selama 10 detik, kemudian kembalilah ke posisi semula.
  3. Ulangi kedua gerakan tersebut beberapa kali. Lakukan dengan rutin setiap hari.

Memiringkan kepala

Gerakan peregangan ini bisa melenturkan otot leher secara efektif sehingga ampuh untuk mengatasi leher yang kaku.

Untuk melakukannya, berdirilah dengan kedua kaki membuka selebar bahu dan lengan berada pada sisi tubuh Anda. Kemudian, ikuti langkah berikut:

  1. Miringkan kepala Anda ke kanan seolah ingin menyentuh bahu dengan telinga. Berhentilah saat Anda merasakan otot leher meregang.
  2. Tahan selama 5-10 detik, lalu kembalilah ke posisi awal.
  3. Ulangi gerakan yang sama ke arah kiri. Lakukan hingga 10 kali pengulangan.
  4. Untuk menambah kelenturan leher, Anda juga bisa meletakkan telapak tangan di atas kepala yang miring. Tekan secara perlahan dengan jari-jari Anda, dan berhentilah jika leher mulai terasa nyeri.

6. Kurangi stres dan perhatikan kembali aktivitas fisik

Stres dapat menimbulkan ketegangan pada otot Anda. Ini bisa menyebabkan leher Anda menjadi kaku. Nah, cara untuk mengurangi stres dan mengatasi leher sakit dan kaku yang bisa Anda pilih, antara lain:

  • Melakukan meditasi dengan mengatur napas dan menenangkan pikiran Anda.
  • Meluangkan diri untuk melakukan hobi, seperti mendengarkan musik, merajut, melukis, dan lain-lain.
  • Mengambil cuti kerja untuk liburan.

Seimbangkan semua itu dengan aktivitas fisik seperti olahraga. Aktivitas seperti yoga dan berenang bisa membantu mengurangi stres di otak selama dilakukan dengan benar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah penyakit keturunan yang menyebabkan tubuh menyerap zat besi terlalu banyak. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa berakibat fatal.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit

Psoriasis Arthritis

Psoriasis arthritis adalah penyakit autoimun yang menyerang kulit dan persendian. Seperti apa ciri-ciri psoriasis arthritis, penyebab dan cara mengobatinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Penyakit Asam Urat (Gout)

Penyakit asam urat (gout) adalah peradangan sendi karena kadar asam urat yang terlalu tinggi. Cari tahu apa penyebab, gejala, pengobatan, dan pencegahannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan rematik dan asam urat?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

dislokasi bahu

6 Penyebab Muncul Rasa Nyeri pada Bahu dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 17 November 2020 . Waktu baca 10 menit
nyeri sendi

Ketahui Gejala, Penyebab Nyeri Sendi Hingga Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
telapak kaki sakit

Penyebab Telapak Kaki Terasa Sakit, Beserta Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit
fibromyalgia

Fibromyalgia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit