Apa Hubungan Antara Terapi Estrogen Dengan Risiko Stroke?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 09/03/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Wanita yang mengalami gejala defisiensi estrogen dan yang juga memiliki kadar hormon estrogen yang rendah mungkin akan disarankan mengikuti terapi pengganti estrogen. Seringnya, terapi estrogen digunakan selama usia menopause, meskipun beberapa kondisi medis dapat menyebabkan wanita memiliki tingkat estrogen rendah sebelum menopause dan beberapa kondisi medis juga dapat menyebabkan menopause dini.

Anda mungkin sudah mendengar bahwa ada interaksi rumit antara terapi estrogen dan stroke. Tapi, apa pengaruhnya bagi kita?

Apa itu terapi pengganti estrogen?

Terapi pengganti estrogen adalah perawatan medis dalam berbagai bentuk termasuk krim, pil, dan absorptive atau bahkan bentuk suntik. Terapi estrogen telah terbukti mengurangi gejala defisiensi estrogen bagi beberapa wanita, tetapi ada beberapa efek samping dan risiko yang terjadi.

Apa pengaruh estrogen pada stroke?

Perempuan cenderung memiliki risiko stroke lebih tinggi setelah menopause, dan diyakini hal ini disebabkan karena perubahan dalam produksi hormon setelah menopause, termasuk penurunan tingkat estrogen akibat bertambahnya usia.

Sebuah studi penelitian yang meneliti catatan kesehatan perempuan di Finlandia dilaporkan terjadi penurunan signifikan pada kematian karena stroke di antara para wanita yang melakukan hormon terapi estrogen dibandingkan dengan wanita yang tidak.

Temuan ini juga ditemukan di kalangan wanita yang mulai melakukan terapi estrogen pada usia sebelum dan sesudah 60.

Namun, penelitian yang lebih besar menunjukan, penggunaan estrogen justru dikaitkan dengan risiko stroke. Menurut sebuah artikel terbaru yang dipublikasikan oleh The Seminars in Reproductive Medicine, sebuah studi yang dilakukan oleh Women’s Health Initiative menemukan bahwa wanita yang menggunakan estrogen baik sendiri atau dalam kombinasi dengan hormon lainnya mengalami hingga 50% peningkatan risiko stroke iskemik, karena estrogen telah terbukti meningkatkan risiko pembekuan darah yang dapat menyebabkan stroke iskemik.

Jadi kita harus bagaimana?

Mengingat fakta membingungkan di luar sana, apa yang harus dilakukan para wanita mengenai terapi estrogen? Pertama-tama, terapi hormon estrogen memerlukan resep dokter. Jika Anda mengalami gejala-gejala estrogen rendah, seperti merasa panas, keringat malam, vagina kering ,atau libido rendah, maka Anda perlu membutuhkan evaluasi medis, yang akan menentukan apakah akar dari masalah Anda adalah hormon, dan hormon mana yang tidak seimbang. Hasil tes hormon dikombinasikan dengan riwayat kesehatan Anda, termasuk riwayat penggumpalan darah, stroke, hipertensi atau penyakit jantung, dan status merokok, akan menentukan apakah Anda termasuk calon pengguna salah satu jenis terapi estrogen.

Secara keseluruhan, analisis dari Organisasi Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa bagi perempuan yang lebih muda (50-59)  yang sudah 5 – 10 tahun menopause tampaknya aman untuk melakukan terapi estrogen hingga 5 tahun tanpa peningkatan yang signifikan pada risiko stroke.

Apa yang perlu saya perhatikan?

Jika Anda mulai melakukan terapi estrogen, penting untuk memenuhi semua pemeriksaan medis karena dosis terapi hormon Anda mungkin perlu disesuaikan. Tubuh Anda secara alami memproduksi hormon sendiri, terutama hormon seks seperti estrogen dan testosteron, dan akan kembali beradaptasi tergantung pada kebutuhan tubuh. Hal ini berarti produksi estrogen Anda akan berubah tergantung pada berapa banyak hormon yang hadir dalam tubuh, baik yang dihasilkan lewat obat resep atau yang dibuat secara alami oleh tubuh Anda. Oleh karena itu, dosis awal yang dibutuhkan mungkin tidak sama dengan dosis pada 1, 2 atau 5 tahun setelah memulai melakukan pengobatan.

Hormon estrogen dapat memiliki efek di luar ruang lingkup sasaran yang dituju. Terapi estrogen dan terapi hormonal untuk wanita dapat mempengaruhi risiko seorang wanita terkena stroke. Setiap orang tidak sama dan riwayat kesehatan Anda menentukan apakah terapi estrogen akan membantu atau berbahaya bagi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Tanpa Anda sadari, sering berpura-pura sakit ternyata bisa menandakan gangguan jiwa. Cari tahu tanda-tanda dan penyebab sindrom pura-pura sakit berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 13/06/2020 . 5 menit baca

    Bagaimana COVID-19 Memicu Risiko Stroke pada Orang yang Lebih Muda?

    Tidak hanya saluran pernapasan, ternyata virus COVID-19 juga dapat menyebabkan masalah pada otak dan pembuluh darah hingga meningkatkan risiko stroke.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Coronavirus, COVID-19 11/06/2020 . 5 menit baca

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . 5 menit baca

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . 6 menit baca

    Direkomendasikan untuk Anda

    dampak stroke pada anak

    Stroke pada Anak, Apakah Masih Bisa Sembuh?

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Maria Amanda
    Dipublikasikan tanggal: 28/06/2020 . 4 menit baca
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . 5 menit baca
    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca