Kita semua tahu jika berhubungan seks tanpa kondom pasti akan menimbulkan risiko, seperti penyakit menular seksual dan kehamilan. Namun tahukah Anda, ternyata seks tanpa kondom juga meningkatkan risiko wanita terkena bacterial vaginosis dan infeksi vagina lainnya?

Wanita rentan terkena infeksi vagina jika melakukan seks tanpa kondom

Sebuah penelitian baru yang dilakukan para periset di Melbourne Sexual Health Center Australia telah menemukan jika seks tanpa kondom, bahkan jika pasangan laki-laki tidak menderita penyakit seksual, secara signifikan akan meningkatkan perkembangan bakteri “jahat” yang menyebabkan vaginosis bakteri.

Di dalam vagina terdapat bakteri “baik” dan bakteri “jahat”. Jenis bakteri baik berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri buruk. Nah, jika seorang wanita terkena bacterial vaginosis maka ini mengindikasikan jika tidak adanya keseimbangan bakteri di dalam vagina, yang mana pertumbuhan bakteri jahat lebih banyak dibandingkan bakteri baik.

Vagina normalnya terdiri dari lima koloni bakteri yang menciptakan sebuah ekosistem yang bisa berubah dengan cepat, namun dalam artian yang positif. Di antara lima koloni bakteri dalam vagina, spesies lactobacillus adalah yang paling dominan.

Wanita yang vaginanya memiliki banyak bakteri L. crispatus dianggap paling sehat, karena bakteri ini berfungsi untuk memproduksi asam laktat dan menjaga PH vagina agar mencegah bakteri lain tumbuh di dalam vagina. Sebuah penelitian dalam The Journal of Infectious Diseases juga menyatakan jika wanita yang memiliki banyak bakteri L. crispatus dalam vaginanya, berisiko lebih rendah terkena bacterial vaginosis.

Apa saja gejala dan tanda jika Anda terkena bacterial vaginosis?

Wanita rentan terkena bacterial vaginosis apabila memiliki pasangan seksual lebih dari satu, ataupun berhubungan seks dengan pasangan baru. Namun dalam beberapa kasus, bacterial vaginosis juga dapat terjadi pada orang yang tidak aktif secara seksual dan wanita yang menggunakan KB spiral. Tanda atau gejala jika seorang wanita terkena bacterial vaginosis adalah:

1. Keputihan tidak normal

Apakah Anda pernah mengalami keputihan secara tidak normal? Keputihan dengan bau yang menyengat, berwarna pucat – keabu-abuan ataupun kuning, dan bertesktur encer merupakan gejala bacterial vaginosis yang paling umum.

2. Vagina gatal

Bacterial vaginosis umumnya juga akan mengalami vagina gatal yang kadang menyakitkan akibat infeksi atau iritasi di sekitaran vulva dan vagina. Selain itu, pada bagian kulit di sekitar vulva juga mengalami peradangan dan kemerahan.

3. Nyeri saat berhubungan seksual

Indikasi lainnya jika Anda mengalami bacterial vaginosis adalah Anda merasakan rasa sakit atau nyeri saat ataupun setelah berhubungan seksual dengan pasangan. Selain itu, Anda juga merasakan nyeri saat buang air kecil.

Bagimana cara mencegah bacterial vaginosis?

Perlu Anda ketahui, menurut peneliti, bacterial vaginosis timbul akibat dari aktivitas seksual yang tidak sehat seperti seks tanpa kondom dan berhubungan seksual lebih dari satu orang. Oleh sebab itu, sangat penting bagi Anda dan pasangan untuk melakukan aktivitas seksual dengan aman seperti setia pada satu pasangan saja dan jangan lupa untuk menggunakan kondom. Penggunaan kondom saat berhubungan seks bisa menghilangkan penyebaran bakteri, dan penyakit seksual menular lainnya. Selain itu, yang terpenting adalah selalu menjaga kebersihan alat reproduksi.

Bacterial vaginosis merupakan masalah umum yang biasanya dialami oleh wanita, meskipun banyak wanita yang tidak menyadarinya. Namun tidak dipungkiri, jika dibiarkan secara terus menurus dalam waktu yang lama bacterial vaginosis akan menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius. Maka dari itu,ada baikanya melakukan pemeriksaan rutin ke dokter untuk memastikan kebersihan alat reproduksi Anda.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca