Anda mungkin khawatir terkena osteoporosis. Jika dokter Anda mengatakan bahwa Anda memiliki risiko tinggi untuk terkena osteoporosis, itu menandakan bahwa Anda mungkin memiliki satu atau lebih faktor risiko. Anda dapat mencegah atau mengelola osteoporosis Anda dengan manajemen risiko.

Osteoporosis adalah penyakit yang menyebabkan tulang Anda menjadi lemah dan rapuh. Hal ini terjadi ketika kerusakan jaringan tulang terjadi lebih cepat daripada produksi sel-sel tulang baru. Kebanyakan orang tidak tahu bahwa mereka memiliki osteoporosis sampai mereka menyadari berkurangnya tinggi badan atau sampai tulang mereka patah.

Pada tahap awal, Anda mungkin tidak tahu jika Anda memiliki osteoporosis karena tidak ada tanda-tanda fisik dari kondisi tersebut. Tapi setelah tulang menjadi lemah, Anda mungkin menyadari adanya:

  • sakit punggung, yang disebabkan oleh tulang belakang retak
  • berkurangnya tinggi badan dari waktu ke waktu
  • postur tubuh membungkuk
  • terjadinya patah tulang bahkan akibat dari benturan kecil

Orang dengan faktor risiko lebih cenderung mengalami osteoporosis. Ada faktor-faktor yang tidak dapat dikontrol dan faktor-faktor yang dapat Anda kendalikan. Melakukan pencegahan yang baik dapat mengurangi risiko Anda terkena osteoporosis dan menghindari berkembangnya kondisi Anda menjadi tingkat lanjut jika Anda sudah memilikinya.

Faktor risiko osteoporosis yang tidak dapat dikendalikan

Usia

Jika Anda berusia lebih dari 50 tahun Anda berada pada risiko tinggi. Pada usia sekitar 30 tahun, tubuh Anda akan mencapai apa yang disebut “puncak massa” kepadatan tulang. Sejak saat itu, produksi tulang baru melambat, sementara tulang tua terus merosot. Di beberapa titik, kecepatan pembusukan tulang akan melebihi kecepatan produksi tulang baru.

Jenis kelamin

Wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena osteoporosis daripada pria. The International Osteoporosis Foundation memperkirakan bahwa osteoporosis mempengaruhi sekitar 200 juta wanita di seluruh dunia. Bahkan pada awal usia 20 tahun, wanita mulai kehilangan massa tulang mereka. Antara usia 20 dan 80 tahun, wanita bisa kehilangan sekitar sepertiga dari kepadatan tulang mereka. Bila dibandingkan dengan pria, mereka hanya kehilangan seperempat dari kepadatan tulang mereka. Wanita yang berusia lebih dari 50 tahun akan mengalami menopause. Hal ini menyebabkan kurangnya estrogen yang dapat berkontribusi terhadap pelemahan tulang.

Ras

Etnis Asia memiliki kerangka tubuh yang lebih kecil dan tulang yang lebih kecil jika dibandingkan dengan etnis lainnya. Hal ini membuat massa tulang mereka lebih rendah dari rata-rata di seluruh dunia. Wanita Asia cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalsium dalam diet mereka. Ini berarti kurangnya susu, keju dan produk susu yang kaya akan kalsium lainnya.

Riwayat keluarga

Memiliki anggota keluarga dengan osteoporosis dapat meningkatkan risiko Anda. Penelitian baru-baru ini mencoba untuk mengidentifikasi gen tertentu yang menyebabkan  Studi menemukan bahwa setiap varian genetik merupakan peningkatan kecil risiko osteoporosis.

Bentuk tubuh alami

Memiliki berat badan rendah atau bentuk badan yang kecil dan kurus biasanya menandakan Anda memiliki massa tulang yang kurang daripada orang lain. Ini juga berarti bahwa Anda cenderung kehilangan massa tulang lebih cepat daripada orang lain.

Kecelakaan

Patah tulang dapat menyebabkan tubuh kehilangan kalsium dan menyebabkan berkurangnya tinggi badan.

Faktor risiko osteoporosis yang dapat dikelola

Pola makan

Cara termudah untuk memberikan kalsium dan vitamin D pada tubuh adalah dengan makan makanan sehat. Tidak mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D, tidak cukup makan buah-buahan dan sayuran, atau mengkonsumsi terlalu banyak protein, natrium dan kafein dapat menyebabkan kekurangan kalsium.

Rutinitas olahraga

Tidak cukup berolahraga atau tidak aktif akan meningkatkan risiko Anda untuk terkena osteoporosis.

Merokok dan alkohol

Merokok dan alkohol memiliki efek langsung pada kesehatan Anda. Dalam sebuah survei di antara perokok dan non-perokok, dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah merokok, perokok dilaporkan mengalami insiden nyeri sekitar 50% lebih tinggi. Bagi pengguna alkohol, penelitian telah menunjukkan bahwa alkohol dapat menyebabkan kram otot dan kerangka kurus pada banyak orang.

Berat badan

Semakin berat badan Anda, semakin banyak beban yang ditempatkan pada sendi dan tulang. Obesitas dapat menyebabkan beberapa gangguan muskuloskeletal seperti osteoarthritis, nyeri pinggang, encok, dan fibromyalgia.

Pekerja kantoran

Ketika Anda menghabiskan sebagian besar waktu Anda untuk duduk, Anda meningkatkan risiko osteoporosis. Duduk tidak hanya membuat Anda kurang aktif tetapi juga menyebabkan postur tubuh yang buruk dan masalah punggung. Anda dapat mengendalikannya dengan melakukan kegiatan yang meningkatkan keseimbangan dan penguatan tulang.

Penggunaan steroid

Penggunaan kortikosteroid jangka panjang dapat mengganggu proses pembangunan tulang kembali. Anda dapat berbicara dengan dokter Anda untuk mencari pengobatan alternatif untuk kondisi Anda.

Pengobatan untuk osteoporosis

Pengobatan Anda tergantung pada risiko Anda terkena patah tulang dalam 10 tahun ke depan. Informasi ini dikumpulkan dari tes kepadatan tulang Anda. Jika risiko Anda rendah, dokter akan menyarankan Anda untuk fokus pada perubahan gaya hidup dan pengendalian risiko. Ini meliputi:

  • Jangan merokok.
  • Hindari minum alkohol yang berlebihan.
  • Aktif: Beberapa olahraga yang dapat Anda lakukan berjalan, berenang.
  • Mencegah agar tidak jatuh. Pastikan rumah dan tempat bekerja Anda aman. Tempatkan karpet di tempat di mana Anda mungkin akan jatuh. Anda juga dapat memakai sepatu hak rendah dengan sol nonslip.
  • Menjaga berat badan yang sehat. Pastikan Anda tidak kelebihan berat badan atau obesitas. Hal ini dapat menyebabkan stress pada tulang dan membuat Anda lebih rentan terhadap cedera.
  • Mempertahankan diet yang sehat dengan kalsium dan vitamin D. Diet anda harus mencakup nutrisi penting untuk membuat tulang kuat. Hal ini akan membantu mengurangi risiko untuk patah tulang.

Ketika risiko cedera tulang Anda menjadi lebih tinggi, dokter akan menyarankan beberapa obat untuk mencegah keropos tulang dan mengobati osteoporosis. Obat ini disebut bifosfonat kelas yang disebut. Obat ini termasuk:

  • Alendronate(Fosamax ®)
  • Risedronate(Actonel ®, Atelvia ®)
  • Ibandronate(Boniva ®)
  • Asamzoledronic (Reclast ®)

Obat ini dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti mual, sakit perut, kesulitan menelan, dan radang kerongkongan atau ulkus esophageal. Efek samping ini cenderung jarang terjadi ketika obat digunakan dengan benar. Obat ini diminum pertama kali di pagi hari pada waktu perut kosong dengan hanya segelas air. Anda harus menghindari berbaring selama setidaknya 30 menit untuk menghindari iritasi di kerongkongan. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk dosis yang tepat.

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca