Kupas Tuntas Penyebab Migrain dan 6 Hal yang Dapat Memicu Serangan Migrain

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/04/2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah merasakan migrain? Satu dari lima wanita dan satu dari 15 pria dilaporkan pernah mengalami migrain minimal sekali seumur hidupnya. Migrain adalah serangan sakit kepala sebelah ekstrem dan melemahkan, yang ditandai dengan rasa sakit berdenyut atau kepala seperti dihantam benda keras. Gejala serangan migrain seringnya didahului atau disertai dengan gangguan panca indera dan gangguan pencernaan. Mengetahui apa pastinya penyebab migrain beserta pemicu yang membuat Anda sering kambuh dapat membantu mengendalikan penyakit ini.

Apa penyebab migrain?

Setiap orang berpotensi mengalami migrain. Meski demikian, sebetulnya hingga saat ini akar penyebab migrain masih belum bisa dipastikan.

Migrain kemungkinan disebabkan oleh gangguan neurologis dan perubahan aktivitas otak, yang dapat dipicu oleh salah satu atau kombinasi dari beberapa faktor ini:

  • Gangguan pada saraf pusat di otak.
  • Masalah, gangguan, kelainan, atau penyimpangan dalam sistem pembuluh darah di otak, atau sistem pembuluh darah secara keseluruhan.
  • Mutasi genetik.
  • Masalah, gangguan, atau kelainan pada keseimbangan senyawa kimia otak.
  • Masalah, gangguan, atau kelainan pada jalur saraf di otak.

Para peneliti telah mengidentifikasi berbagai kemungkinan penyebabnya, tetapi mereka belum dapat mencapai satu kesimpulan yang pasti. Satu dugaan yang paling banyak disetujui adalah pembengkakan pembuluh darah di otak menjadi rantai sebab-akibat serangan migrain. Namun, lagi-lagi ini tetap bukanlah penyebab utamanya.

Peneliti menduga bahwa kondisi-kondisi di atas dapat menyebabkan otak menjadi lebih sensitif terhadap rasa sakit dan rangsangan eksternal sehingga memunculkan migrain.

Di samping itu, satu hal yang mereka sepakati pasti adalah migrain merupakan gangguan neurologis yang merupakan penyakit keturunan. Jika salah satu pihak orangtua Anda memiliki riwayat migrain, Anda memiliki 50 persen peluang untuk memiliki kondisi yang sama. Jika kedua orangtua Anda memiliki riwayat ini, peluang Anda dapat meningkat hingga 70 persen.

Berbagai penyebab Anda sering migrain

Penyebab paling mendasar dari migrain itu sendiri memang belum diketahui. Namun, beberapa orang  mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi daripada yang lain karena memiliki kondisi tertentu.

Faktor-faktor risiko inilah yang dapat menjadi penyebab mereka lebih rentan kena migrain dan cenderung sering mengalami kekambuhan, ketimbang yang tidak mempunyainya.

Berikut ini beberapa hal yang bisa menjadi penyebab Anda sering migrain:

1. Perubahan hormon

hormon adalah

Wanita berpotensi tiga kali lebih besar mengalami migrain karena perubahan hormon ketimbang pria.

Perubahan hormon estrogen diyakini menjadi penyebab migrain khususnya pada wanita. Estrogen mengendalikan senyawa kimia di otak yang mengendalikan sensasi sakit. Penurunan kadar estrogen dapat memicu sakit kepala.

Menurut para ahli di National Migraine Centre, lebih dari separuh wanita pengidap migrain akan mengalami serangan yang lebih parah menjelang, selama, atau setelah haid. Hal ini didukung oleh suatu hasil penelitian yang melaporkan bahwa 62 persen dari partisipan mengalami migrain setelah menstruasi mereka selesai.

Migrain dan sakit kepala secara umum juga biasanya akan menyerang di minggu-minggu awal kehamilan. Beberapa literatur bahkan menambahkan bahwa perubahan hormon estrogen selama dan setelah masa menopause pun dapat menjadi penyebab migrain.

Penggunaan obat-obatan yang mengandung hormon, seperti pil KB atau terapi penggantian hormon, juga berpotensi memperparah sakit kepala yang sedang Anda alami.

2. Makanan dan minuman tertentu

cokelat sehat

Bagi pengidapnya, ada banyak makanan dan minuman yang dapat membuat migrain kambuh.

Daftar produk pangan yang paling sering menjadi penyebab migrain Anda kambuh adalah:

  • Mengandung MSG (mecin).
  • Berpemanis buatan (aspartam).
  • Mengandung banyak garam.
  • Makanan olahan.
  • Daging yang diawetkan.
  • Cokelat hitam (dark chocolate).
  • Keju dan produk susu lainnya.
  • Makanan dan minuman yang mengandung kafein.
  • Minuman beralkohol.
  • Makanan dan minuman yang beraroma kuat atau menyengat.

MSG, garam, pengawet, alkohol, dan kafein diketahui dapat memengaruhi sistem saraf pusat dan pembuluh darah pada otak. Akibatnya, pembuluh darah di otak jadi menyempit dan berkontraksi.

Makanan lain yang sering dikaitkan dengan migrain termasuk makanan hasil fermentasi dan makanan tinggi kandungan tiramin. Tiramin merupakan substansi yang dapat menyebabkan perubahan hormon otak dan memengaruhi aliran darah.

Kebanyakan orang dengan migrain dilaporkan memiliki setidaknya satu makanan pemicu migrain.

3. Perubahan cuaca ekstrem

penyebab migrain

Tidak ada yang tahu persis apa yang menjadi penyebab migrain. Namun, banyak ilmuwan percaya bahwa otak penderita migrain cenderung lebih sensitif terhadap perubahan cuaca.

Suatu penelitian terhadap beberapa remaja Brasil mengungkapkan cuaca yang tiba-tiba panas atau tiba-tiba dingin, udara lembap, silau terik matahari, hujan berpetir, cuaca berawan, hingga iklim yang sangat berangin dapat memicu serangan migrain.

Para peneliti belum menemukan penjelasan yang pasti bagaimana cuaca dapat menjadi penyebab Anda sering migrain. Namun, mereka menduga bahwa perubahan tekanan udara sebagai dampak dari cuaca yang terus silih berganti mungkin bisa memicu sakit kepala.

Ambil contoh hujan deras yang berpetir. Gelombang petir yang menyambar tanah akan menciptakan gelombang frekuensi elektromagnetik rendah yang menciptakan medan magnet di udara. Medan magnet ini diduga bisa mengubah sinyal listrik di otak, ungkap peneliti.

Sementara itu, rintik gerimis hujan dapat menurunkan tekanan udara sekitar secara tiba-tiba sementara kadar kelembapan udara justru meningkat. Suhu tubuh Anda pun turun secara tiba-tiba mengikuti iklim cuaca yang mendingin. Perubahan tak kasat pada tekanan dan kelembapan udara serta suhu tubuh inilah yang memicu kambuhnya migrain saat hujan.

Ada juga teori yang berpendapat bahwa serangan migrain yang dipicu oleh cuaca ekstrim merupakan respon pertahanan diri otomatis pengidapnya. Pasalnya, cuaca yang tidak menentu seperti terik matahari yang menyilaukan, hujan berpetir, hingga badai angin membuat orang-orang refleks mencari tempat berlindung yang lebih tenang dan aman.

Lagi-lagi, semua dugaan cuaca sebagai penyebab migrain ini masih menjadi perdebatan di antara para ahli.

mencium bau bensin

Mengendus aroma yang aneh, kuat, dan menyengat bisa menjadi penyebab migrain beberapa orang sering kambuh.

Bau-bauan ini dapat mengaktifkan reseptor saraf tertentu di saluran hidung yang dapat memicu serangan migrain atau memperburuk yang sudah dimulai.

Sekitar setengah dari penderita migrain melaporkan intoleransi terhadap bau selama serangan. Fenomena ini dikenal sebagai osmofobia dan khas hanya tampak pada penderita migrain.

Parfum, aroma makanan yang tajam seperti duren, bau bensin, dan asap rokok merupakan beberapa sumber bau yang paling sering memicu migrain.

5. Paparan cahaya

tanda kurang sinar matahari

Bagi banyak pasien migrain, pancaran sinar atau cahaya adalah musuh. Kondisi ini disebut fotofobia, dan menjadi salah satu kriteria untuk mendiagnosis migrain.

Sumber cahaya yang jadi penyebab migrain dapat berupa sinar buatan seperti lampu neon, lampu strobe, lampu kedip, lampu hias kelap-kelip, hingga sinar alami terik matahari dan pantulannya. Hal ini membuat penderita merasa sulit menghabiskan waktu di luar atau berada di lingkungan kantor.

6. Stres

stres jadi penyebab sering migrain

Melansir American Migraine Foundation, stres merupakan pemicu serangan migrain terbesar. Satu studi mengungkapkan bahwa 50-70% orang lebih mudah mengalami sakit kepala sebelah saat sedang stres.

Stres itu sendiri dapat berasal dari banyak hal, mulai dari aspek rumah tangga, kehidupan pribadi, hingga dalam pekerjaan.

Uniknya, stres emosional juga dapat terjadi pada momen yang menyenangkan dan membahagiakan. Beberapa orang melaporkan bahwa stres juga bisa diakibatkan mendengar suara keras. Suara bising juga adalah salah satu penyebab migrain, atau memicu srangan yang sudah dimulai jadi lebih parah.

Saat stres, otak akan melepaskan senyawa-senyawa kimia yang menyebabkan banyak perubahan pada fungsi tubuh, seperti ketegangan otot dan penyempitan pembuluh darah di otak. Stres juga dapat membuat pola makan dan tidur Anda berubah drastis. Anda mungkin jadi kurang tidur atau lebih sering tidur, kurang minum, dan sering lupa makan. Gangguan tidur, dehidrasi, dan perubahan pola makan seperti ini dapat memicu migrain.

Pada beberapa kasus, serangan migrain mungkin akan baru terasa setelah momen stres tersebut lewat atau selesai, atau saat Anda sudah memasuki masa relaksasi.

Bagaimana mengetahui pemicu migrain diri sendiri?

Tidak mudah memang untuk mendeteksi hal spesifik apa yang jadi penyebab migrain Anda kambuh.

Satu orang dapat memiliki banyak pemicu yang berbeda. Pasalnya faktor pemicu migrain Anda mungkin saja merupakan kombinasi dari beberapa hal, atau hanya memicu di saat-saat tertentu saja. Satu pemicu tidak selalu akan menyebabkan migrain pada orang yang sama.

Terlebih lagi, apa yang memicu migrain Anda mungkin tidak akan memicu serangan bagi orang lain. Setiap orang memiliki pemicunya masing-masing yang berbeda.

Salah satu cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan membuat catatan agar bisa mengenali apa saja penyebab migrain Anda sering kambuh. Catat pula gejala, durasi, waktu terjadinya, apa yang sedang Anda lakukan, dan kondisi lingkungan selama serangan berlangsung.

Dengan mengetahui berbagai hal penyebab migrain, Anda pun akan lebih mudah untuk melakukan pencegahan agar tidak terkena serangan di kemudian hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

14 Cara yang Bisa Dicoba untuk Menghilangkan Sakit Kepala

Daripada mengganggu aktivitas harian Anda, ada berbagai cara menghilangkan juga mengatasi sakit kepala seperti di bawah ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Nyeri Kronis, Health Centers 15/05/2020 . Waktu baca 8 menit

5 Cara Atasi Efek Berhenti Minum Kopi Saat Puasa

Saat puasa, Anda mungkin berhenti minum kopi, sehingga timbul efek samping seperti sakit kepala. Lalul bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Cepat Mengatasi Sakit Kepala Saat Kerja Lembur

Kerja lembur dan sakit kepala merupakan mimpi buruk bagi semua orang. Ikuti cara cepat mengatasi sakit kepala berikut ini untuk bantu ringankan nyeri.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
cara cepat mengatasi sakit kepala
Hidup Sehat, Tips Sehat 20/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Migrain

Migrain adalah sakit kepala hebat di satu sisi. Cari tahu gejala, penyebab, pengobatan, serta cara mengatasi, dan mencegah kondisi ini di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 14/04/2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab migrain saat haid

Apa Saja Penyebab dan Cara Mengatasi Migrain Saat Haid?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 18/05/2020 . Waktu baca 6 menit
migrain saat hamil

Penyebab Migrain Saat Hamil dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 6 menit
obat migrain alami

10 Obat Alami yang Mampu Redakan Migrain

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020 . Waktu baca 8 menit
obat sakit kepala sebelah kanan atau kiri

6 Obat yang Ampuh Redakan Sakit Kepala Sebelah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 6 menit