Tukak lambung adalah luka yang terbuka pada lapisan lambung atau membran dari setiap organ dalam tubuh Anda. Tukak lambung dapat mengganggu fungsi organ Anda. Ada banyak jenis tukak yang terjadi di dalam tubuh seperti tukak genital, tukak kaki diabetik, tukak lambung, dan tukak mulut. Tukak lambung sebenarnya jenis yang paling umum dari tukak. Ada tiga bentuk tukak peptic:

  • Tukak duodenal: tukak lambung yang terbentuk di bagian atas dari usus kecil. Kondisi ini merupakan jenis yang paling umum.
  • Tukak lambung: tukak lambung yang terbentuk di perut dan kurang umum terjadi.
  • Tukak lambung kerongkongan: tukak lambung pada saluran kerongkongan yang jarang terjadi.

Banyak orang, termasuk dokter, berpikir bahwa anak-anak memiliki sedikit risiko terkena tukak lambung. Tapi ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa anak-anak juga sering dapat menderita tukak lambung.

Apa penyebab dari tukak lambung?

Penyebab paling umum dari tukak lambung peptikum adalah infeksi bakteri dari bakteri H. pylori atau dari penggunaan aspirin atau non-steroid anti-inflammatory (NSAID). Namun, pada anak-anak, ditemukan bahwa H. pylori bukanlah penyebab dalam banyak kasus tukak lambung lambung tidak seperti yang terjadi pada orang dewasa. Beberapa studi menunjukkan bahwa berbagai jenis tukak lambung dapat memiliki penyebab yang berbeda.

Anak-anak lebih rentan terhadap kondisi medis tertentu dibandingkan dengan orang dewasa. Menggunakan NSAID, seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen sodium, dapat membuat perut mudah dipengaruhi oleh asam dan pepsin. 

Stres, kecemasan atau  makanan pedas tidak dapat menyebabkan tukak lambung, tetapi makanan ini dapat mengiritasi lambung dan membuat luka tukak lambung menyebar.

Apa saja gejala tukak lambung?

Gejala tukak lambung tergantung pada usia anak Anda dan posisi tukak lambung. Gejala yang paling umum untuk tukak lambung peptikum pada anak-anak adalah rasa sakit yang lebih terfokus pada daerah yang terkena dan dapat diperburuk oleh asam. Nyeri biasanya digambarkan sebagai rasa panas, perasaan menggerogoti yang berlangsung dari 30 menit hingga 3 jam. Nyeri ini lebih buruk sebelum dan setelah makan dan bahkan mungkin membangunkan anak Anda di malam hari. Anak Anda mungkin mengalami periode remisi sakit dengan yang mana dalam satu minggu tidak ada rasa sakit sama sekali.

  • Gejala tukak lambung sering tidak mengikuti pola yang konsisten (misalnya, makan kadang-kadang memperburuk daripada mengurangi rasa sakit). Hal ini terutama berlaku untuk tukak lambung saluran pilorus yang sering dikaitkan dengan gejala obstruksi (misalnya, kembung, mual, muntah) yang disebabkan oleh edema dan jaringan parut.
  • Tukak lambung duodenum cenderung menyebabkan rasa sakit yang lebih konsisten. Nyeri tidak muncul ketika pasien terbangun tapi muncul di pertengahan pagi, nyeri hilang saat makan makanan, tapi berulang kembali 2 sampai 3 jam setelah makan. Nyeri dapat membangunkan pasien di malam hari adalah umum dan sangat mencirikan tukak lambung duodenum. Pada neonatus, perforasi dan perdarahan mungkin merupakan manifestasi pertama dari tukak lambung duodenum. Perdarahan juga dapat menjadi tanda pertama dalam masa kandungan akhir dan anak usia dini, meskipun muntah berulang atau bukti sakit perut mungkin dapat menjadi petunjuk.

Gejala bervariasi pada setiap anak, hanya sekitar setengah dari pasien datang dengan pola karakteristik gejala yang sama. Gejala lain mungkin termasuk:

  • Rasa sakit seperti terbakar di perut antara tulang dada dan pusar
  • Ketidaknyamanan perut yang datang dan pergi
  • Mual
  • Muntah
  • Kelelahan
  • Kembung
  • Gas
  • Kesulitan makan
  • Kehilangan selera makan
  • Berat badan turun
  • Darah dalam muntah atau tinja.

Bagaimana tukak lambung didiagnosis?

Jika Anda menduga anak Anda memiliki tukak lambung, silakan hubungi dokter. Jika anak Anda telah didiagnosis dengan tukak lambung, segera hubungi dokter jika gejala berikut terjadi karena mungkin dapat menyebabkan gejala perdarahan gastro-intestinal atau tukak lambung perforasi:

  • Nyeri perut parah dan mendadak
  • Tinja berdarah atau hitam
  • Muntah berdarah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi.

Untuk mendiagnosis tukak lambung, dokter akan melakukan tes ini pada anak Anda untuk mengidentifikasi penyebabnya:

  • eEdoskopi bagian tubuh atas: Menggunakan  tabung tipis, fleksibel untuk melihat saluran pencernaan anak Anda.
  • Barium X-ray: dilakukan untuk membuat kontras pencitraan untuk melihat ukuran dan parahnya.
  • Kadang-kadang pengukuran tingkat serum gastrin.
  • Tes darah dan tes untuk H. pylori.

Jika tukak lambung ditemukan, dokter kemudian akan menguji H. pylori. Jika H. pylori bukanlah penyebab tukak lambung, infeksi bakteri ini perlu dikesampingkan sebagai penyebab karena pengobatan untuk tukak lambung disebabkan oleh H. pylori berbeda dari pengobatan untuk tukak lambung disebabkan oleh NSAID.

Apa saja pengobatan untuk tukak lambung?

Jika penyebab tukak lambung adalah H.pylori, antibiotik mungkin diperlukan untuk mengobati tukak lambung secara efektif. Anda harus memastikan anak Anda membutuhkan obat-obat ini seperti yang diarahkan oleh dokter dan menyelesaikan penggunaan obat bahkan jika gejala telah hilang.

Jika tukak lambung terjadi akibat obat, dokter anak akan menyarankan Anda untuk tidak memberikan NSAID pads anak Anda, seperti ibuprofen atau naproxen. Dokter anak kemungkinan besar akan meresepkan obat yang mengurangi asam. Obat ini harus diberikan seperti yang ditentukan oleh dokter.

Untuk tukak lambung peptikum berat yang menyebabkan komplikasi, anak Anda mungkin perlu operasi. Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak Anda tentang efek operasi sebelum membuat keputusan. Anak Anda mungkin perlu operasi jika komplikasi ini terjadi:

  • Perdarahan: darah yang hilang yang ditandai dengan muntah darah segar atau muntah seperti bubuk kopi bagian dari tinja berdarah atau hitam dan kelemahan, Orthostasis, sinkop, haus, dan berkeringat.
  • Perforasi: tukak lambung menjadi lubang di dinding usus, sehingga cairan lambung dan asam bocor keluar ke dalam tubuh dan organ terdekat. Anak Anda mungkin merasa rasa sakit dan shock. Komplikasi ini membutuhkan operasi segera.
  • Obstruksi: Obstruksi dapat disebabkan oleh jaringan parut, kejang, atau peradangan akibat tukak lambung. Gejala termasuk muntah bervolume besar yang berulang, terjadi lebih sering pada akhir hari dan setidaknya 6 jam setelah makan terakhir. Kehilangan nafsu makan dengan kembung yang menerus atau merasa kepenuhan setelah makan juga menunjukkan obstruksi lambung. Muntah berkepanjangan dapat menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, dan alkalosis.

Apa saja tips untuk mengatasi tukak lambung peptik pada anak-anak?

Anda harus mempelajari gejala tukak lambung peptikum dan bagaimana mengenalinya pada anak Anda dalam kasus kekambuhan. Bawalah anak Anda ke dokter segera setelah Anda melihat gejala muncul. Semakin cepat diagnosis, semakin banyak kesempatan tukak lambung dapat diobati dengan obat-obatan, seperti ranitidine (Zantac®), famotidine (Pepcid®), atau lansoprazole (Prevacid®).

Perut anak Anda dapat lebih menyakitkan jika kosong. Jadi untuk mencegah rasa sakit, Anda harus memastikan bahwa anak Anda makan makanan yang cukup. Sama halnya dengan tukak lambung peptikum pada orang dewasa, Anda harus memberi makan anak Anda makanan kecil dan dalam frekuensi yang sering, mungkin lima atau enam kali per hari, bukan tiga. Ajarilah anak Anda untuk beristirahat setelah makan.

Anak-anak perlu makanan yang seimbang dan penuh gizi sehingga kebanyakan dokter tidak akan merekomendasikan pembatasan diet yang ketat kecuali makanan tertentu menyebabkan masalah bagi anak. Anda sebaiknya mengawasi bagaimana anak Anda bereaksi terhadap makanan dan minuman tertentu .

Ada beberapa makanan yang dapat merangsang produksi asam di perut dan dapat membuat tukak lambung semakin buruk. Beberapa makanan mungkin tidak menyebabkan tukak lambung peptikum namun dapat memperparah tukak lambung, seperti makanan atau minuman yang mengandung kafein , alkohol dan merokok. Bahkan jika anak-anak tidak merokok, mereka mungkin akan terpengaruh oleh asap rokok. Walaupun Anda tidak perlu khawatir tentang anak-anak karena mereka tidak mengonsumsi alkohol, namun Anda sebaiknya berbicara dengan anak remaja Anda tentang berhenti alkohol dan merokok.

Tukak lambung peptikum dapat membuat kesulitan makan bagi anak-anak. Namun, tukak lambung peptikum dapat dihindari dengan kebersihan yang baik untuk mencegah infeksi bakteri dan membatasi pemicu yang dapat memperburuk tukak lambung seperti penggunaan NSAID. tukak lambung peptikum dapat diobati dan kebanyakan pasien anak dapat beraktivitas dengan normal setelah perawatan. Jika Anda melihat gejala tukak lambung peptikum pada anak Anda, silakan bawa mereka ke dokter segera.

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca