Berbagai Cara Jitu Mengatasi Nyeri Punggung Setelah Melahirkan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 10 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Perubahan fisik selama kehamilan dapat menyebabkan nyeri punggung bawah, namun setelah melahirkan kondisi ini bisa muncul kembali. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan nyeri punggung setelah melahirkan muncul. Apa saja? Bagaimana mengatasinya?

Penyebab nyeri punggung setelah melahirkan

Selama kehamilan, ligamen yang menghubungkan tulang dengan tulang menjadi lebih lunak dan meregang untuk mempersiapkan tubuh melakukan persalinan. Berat tubuh ibu yang juga meningkat karena pertumbuhan bayi dalam kandungan yang bertambah besar membuat persendian punggung dan panggul bekerja ekstra keras untuk menahan beban tersebut.

Selain itu, postur tubuh yang tidak ideal, kebiasaan terlalu banyak berdiri atau bungkuk, serta tekanan yang berlebihan pada punggung juga dapat memicu nyeri.

Sayangnya, semua perubahan ini tidak lantas hilang begitu saja setelah melahirkan. Saat melahirkan, Anda juga mungkin menggunakan otot yang biasanya tidak Anda gunakan, jadi Anda bisa merasakan efek itu untuk beberapa lama, terutama jika Anda mengalami persalinan yang lama atau sulit. Posisi menyusui yang tidak tepat juga dapat memicu nyeri pada punggung.

Bagaimana mengatasi nyeri punggung setelah melahirkan?

Jika Anda mengalami nyeri punggung setelah melahirkan, sebaiknya kunjungi dokter Anda. Dokter akan memberikan perawatan yang tepat yang bisa meredakan nyeri. Dokter juga akan mengevaluasi kondisi Anda lebih lanjut sambil Anda melakukan perawatan yang disarankan, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Perawatan awal bisa Anda lakukan di rumah. Berikut beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan.

Olahraga ringan

Saat nyeri punggung menyiksa, Anda dapat mulai dengan memilih bentuk latihan yang ringan seperti berjalan. Lakukan perlahan dan rutin selama beberapa minggu pertama.

Anda juga bisa mulai melakukan latihan untuk menguatkan otot punggung dan perut. Cobalah latihan peregangan atau yoga yang lembut, pastikan untuk menghindari posisi terlalu tinggi atau ekstrem.

Jika posisi atau aktivitas tertentu menyebabkan ketidaknyamanan, segera berhenti.

Jaga posisi tubuh

Perhatikan posisi tubuh Anda saat memberi makan bayi Anda, termasuk saat menyusui atau memberi susu botol. Pilih kursi yang nyaman dengan sandaran tangan, dan gunakan banyak bantal untuk memberi dukungan ekstra pada punggung dan lengan Anda.

Jika Anda sedang menyusui, pertimbangkan untuk membeli bantal menyusui. Juga coba gunakan tumpuan kaki agar kaki Anda sedikit terangkat dari lantai.

Belajarlah untuk memposisikan diri Anda dengan benar saat menyusui, dan selalu bawa bayi Anda ke payudara Anda, bukan sebaliknya.

Coba juga berbagai posisi menyusui, sehingga Anda mendapatkan posisi menyusui yang nyaman dan tidak menimbulkan nyeri punggung. Jika Anda memiliki bahu yang tegang dan nyeri punggung atas, posisi berbaring mungkin paling nyaman.

Perawatan diri secara umum

Meredakan rasa sakit atau ketegangan di punggung dapat Anda lakukan dengan beberapa hal dalam merawat diri, seperti:

  • Mandi air hangat.
  • Kompres air hangat atau air dingin pada daerah yang sakit.
  • Pijatan lembut dapat menenangkan otot yang ditarik, bahu yang tegang dan nyeri punggung bawah.
  • Pelajari teknik relaksasi.

Perawatan lainnya

  • Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi ibuprofen atau acetaminophen. Konsumsi obat-obatan ini sesuai resep yang disarankan dokter.
  • Terapi fisik. Seorang terapis fisik bisa mengajari Anda latihan untuk meringankan atau mencegah sakit punggung bawah.
  • Pengobatan alternatif, seperti perawatan akupunktur atau chiropractic.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Mengatasi Nyeri Akibat Spondilolistesis Secara Alami Hingga Medis

Pergeseran ruas tulang belakang pada spondilolistesis dapat menimbulkan nyeri. Ini cara yang bisa Anda tempuh untuk mengatasi nyeri akibat spondilolistesis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 18 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

Sering Nyeri Punggung Pada Pagi Hari? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Alih-alih bangun tidur dengan segar, beberapa orang justru sering mengalami nyeri punggung pada pagi hari. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Fakta Unik 9 November 2019 . Waktu baca 4 menit

Agar Gejala Spondilolistesis Tak Terus Kambuh, 4 Perawatan Ini Perlu Dilakukan

Gejala spondilolistesis yang muncul bisa mengganggu aktivitas. Supaya tidak kambuh, pasien bisa menerapkan perawatan spondilolistesis berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kebugaran, Hidup Sehat 11 September 2019 . Waktu baca 4 menit

Tips Tidur Nyaman Meski Punya Sakit Punggung

Tidur dengan sakit punggung yang kambuh tentu membuat Anda tidak nyenyak. Untuk mencegahnya, ikuti beberapa tipsnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Hidup Sehat, Tips Sehat 4 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

osteoporosis

Osteoporosis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 23 September 2020 . Waktu baca 10 menit
infeksi kandung kemih cystitis adalah

Infeksi Kandung Kemih

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit
nyeri otot punggung

Beragam Penyebab Nyeri Otot Punggung dan Cara Mengatasinya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 19 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit
penyebab sakit punggung pada wanita

9 Penyebab Sakit Punggung yang Umum Terjadi pada Wanita

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 28 Maret 2020 . Waktu baca 7 menit