8 Makanan Penyebab Jerawat yang Sebaiknya Anda Hindari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/01/2020 . 9 menit baca
Bagikan sekarang

Jerawat dihadapi oleh hampir seluruh orang di dunia. Banyak yang mengira bahwa jerawat hanya disebabkan oleh muka yang kotor atau karena kurang telaten merawat wajah. Padahal, makanan dan minuman yang kita makan setiap hari ternyata ikut menjadi dalang di balik timbulnya jerawat. Cari tahu berbagai makanan penyebab jerawat di sini!

Bagaimana makanan dapat menyebabkan jerawat?

cara menghilangkan mengatasi jerawat

Jerawat umumnya muncul ketika pori-pori di kulit tersumbat sel kulit mati, bakteri, minyak (sebum), kotoran, atau kombinasi semua itu. Pori-pori yang tersumbat kemudian meradang dan selanjutnya tumbuh sebagai jerawat.

Hubungan antara makanan dan jerawat itu sendiri sebenarnya belum bisa dipastikan. Bukti sejauh ini melaporkan makanan bukanlah penyebab utama dan satu-satunya dari kemunculan jerawat. Namun, beberapa jenis makanan memang disinyalir dapat memengaruhi kadar hormon yang yang disebut insulin-like growth factor 1 (IGF-1).

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar IGF-1 yang berlebihan dapat memicu peningkatan produksi sebum atau minyak di kulit yang menyebabkan jerawat.

Berbagai makanan yang bisa jadi penyebab jerawat

cokelat menyebabkan jerawat

Seperti yang telah dijelaskan di atas, jerawat dapat muncul akibat ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, terutama kadar hormon IGF-1 yang terlalu tinggi.

Beberapa makanan ini, yang mungkin menjadi favorit Anda sehari-hari, dilaporkan bisa meningkatkan kadar hormon tersebut jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam porsi berlebihan.

1. Makanan dan minuman tinggi gula

Terlalu banyak makan gula atau makanan yang mengandung karbohidrat sederhana seperti daftar di bawah ini dapat meningkatkan risiko Anda berjerawat:

  • Nasi putih
  • Minuman kemasan
  • Pasta dan mie yang terbuat dari tepung terigu
  • Roti putih
  • Sereal instan
  • Kue (keik)
  • Permen
  • Soda
  • Minuman kemasan
  • Makanan olahan lainnya

Makanan yang mengandung karbohidrat olahan dan gula tergolong tinggi glikemik. Makanan dengan indeks glikemik tinggi membuat tubuh memproduksi lebih banyak insulin yang meningkatkan kadar gula darah dengan sangat cepat. Hal ini kemudian memengaruhi kadar hormon lain sehingga bisa meningkatkan produksi minyak di kulit. Ketika produksi minyak di kulit berlebihan, jerawat pun bisa muncul dengan mudah.

Oleh karena itu, batasi konsumsi makan makanan yang mengandung karbohidrat olahan dan gula.

2. Susu

Sudah cukup banyak penelitian yang melaporkan bahwa susu dan segala makanan yang terbuat darinya bisa menjadi penyebab jerawat, khususnya pada remaja.

Salah satunya penelitian dalam Journal of The European Academy Of Dermatology And Venereology. Penelitian itu mendapati bahwa orang yang hobi minum susu dan makan es krim berisiko empat kali lebih tinggi untuk mengalami jerawat. Sayangnya, penelitian ini hanya menunjukkan adanya hubungan antara keduanya, bukan penyebab pastinya mengapa susu bisa menyebabkan jerawat.

Namun, salah satu teori yang populer mengatakan bahwa susu dapat meningkatkan kadar insulin yang memperburuk keparahan jerawat. Susu sapi juga mengandung asam amino yang merangsang hati untuk menghasilkan lebih banyak IGF-1. Hormon IGF-1 adalah hormon yang terkait dengan pembentukan jerawat.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah ada batasan porsi atau jenis susu tertentu yang dapat memperburuk jerawat.

3. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji, seperti burger, nugget, hot dog, kentang goreng, soda, dan milkshake sudah sejak lama disinyalir menjadi penyebab jerawat.

Belum dapat dipastikan bagaimana makanan cepat saji memicu jerawat, tapi satu penelitian dari Tiongkok yang diterbitkan dalam Journal Of The European Academy Of Dermatology And Venereology menduga bahwa risiko ini datang dari kandungan lemak jahatnya yang memengaruhi kadar hormon dalam tubuh.

Hasil penelitian itu menemukan bahwa makan makanan yang mengandung lemak tinggi meningkatkan risiko kemunculan jerawat sebesar 17-43 persen.

Penelitian lain dari Turki, masih dalam jurnal yang sama, juga menemukan hal serupa. Studi yang dilakukan pada 2.300 pria Turki menemukan bahwa sering makan burger atau sosis dapat meningkatkan risiko terkena jerawat sebesar 24 persen.

Namun, penting untuk dicatat bahwa sebagian besar penelitian tentang makanan cepat saji hanya menunjukkan pola kebiasaan makan dan risiko jerawat. Bukan berarti makanan cepat saji adalah penyebab jerawat yang pasti setiap kali Anda memakannya. Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak penelitian.

4. Makanan tinggi lemak omega-6

Makanan yang kaya omega-6 diduga jadi penyebab jerawat. Jagung dan minyak kedelai termasuk makanan yang kaya lemak omega-6.

Pola makan sebagian masyarakat dunia kini condong ke makanan tingg omega-6 dan lebih sedikit omega-3. Sayangnya, ketidakseimbangan asam lemak omega-6 dan omega-3 ini mendorong tubuh mengalami peradangan yang dapat memperburuk keparahan jerawat.

Sebaliknya, suplemen dengan asam lemak omega-3 dapat mengurangi peradangan dan telah terbukti mengurangi keparahan jerawat. Namun, tentu saja diperlukan penelitian lanjutan untuk membuktikan hal ini.

5. Cokelat

Cokelat diduga kuat oleh beberapa survey medis sebagai salah satu makanan penyebab jerawat.

Sebuah penelitian yang terbit dalam International Journal of Dermatology menemukan bahwa jerawat tumbuh semakin banyak setelah dua minggu mengonsumsi dark chocholate 99 persen setiap hari.

Penelitian lain juga menemukan bahwa laki-laki yang yang mengonsumsi bubuk kakao setiap hari memiliki jerawat lebih banyak setelah satu minggu mengonsumsinya. Perbandingan ini dilihat dari mereka yang hanya diberikan plasebo.

Masih belum diketahui secara pasti mengapa makanan yang satu ini bisa menyebabkan jerawat. Akan tetapi dugaan kuatnya yaitu karena cokelat bisa meningkatkan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri jerawat.

6. Whey protein

Whey protein adalah salah satu jenis protein yang banyak digunakan dalam makanan dan suplemen olahraga. Whey protein merupakan sumber yang kaya akan asam leusin dan glutamin.

Fungsi utama dari jenis protein ini adalah untuk membentuk dan mempertahankan massa otot. Namun di sisi lain, merangkum hasil penelitian yang terbit dalam jurnal Milk And Milk Products In Human Nutrition, whey protein dapat menjadi salah satu makanan penyebab jerawat. Beberapa penelitian bahkan menemukan hubungan antara konsumsi whey protein dan jerawat pada atlet pria yang mengonsumsinya. 

Penelitian tersebut mengamati bahwa whey protein ternyata dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan insulin yang lebih tinggi. Whey protein juga merangsang sel-sel kulit tumbuh dan membelah dengan cepat. Kombinasi dari ini bisa memicu tumbuhnya jerawat di wajah.

Penelitian lain dalam jurnal Anais Brasileiros De Dermatologia  juga menemukan hubungan antara keparahan jerawat dan konsumsi suplemen whey protein.

Namun, tetap diperlukan penelitian lanjutan apakah whey protein memang jadi salah satu makanan yang pasti menyebabkan jerawat.

7. Lemak trans

Lemak trans biasanya berasal dari minyak sayur yang sudah pernah digunakan untuk memasak. Lemak sayur juga umumnya terdapat dalam makanan olahan mulai dari kue, keripik, biskuit, dan mentega.

Selain menyumbat pembuluh arteri di jantung, lemak trans bisa menyumbat pembuluh darah kecil di kulit. Di waktu yang bersamaan, lemak trans juga memicu peradangan yang bisa menumbuhkan jerawat di wajah.

Oleh karena itu, kurangi makan makanan olahan dan kemasan karena merupakan sumber lemak trans yang cukup kaya. Sebaiknya, konsumsilah berbagai sumber lemak sehat seperti yang terdapat dalam minyak zaitun, alpukat, atau kacang kenari.

8. Makanan tertentu yang Anda memang sensitif terhadapnya

Tanpa pernah disadari, tubuh Anda mungkin bisa bereaksi lebih sensitif terhadap makanan tertentu. Sensitivitas ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengenali makanan sebagai ancaman. Akibatnya, sistem imun justru melancarkan serangan kekebalan terhadapnya.

Ketika hal ini terjadi, tubuh menghasilkan molekul pemicu peradangan yang cukup banyak dan beredar di seluruh tubuh. Hal ini membuat kondisi jerawat yang sudah ada semakin buruk dan bermunculan.

Makanan ini mungkin tidak memicu masalah pada orang lain tetapi pada tubuh Anda yang cenderung sensitif, makanan tersebut bisa jadi penyebab jerawat.

Untuk mengetahui makanan apa yang jadi pemicunya tentu tidaklah mudah. Cara terbaik untuk mengetahui makanan penyebab jerawat yaitu dengan melakukan diet eliminasi di bawah pengawas ahli diet atau spesialis gizi.

Diet eliminasi bekerja dengan membatasi sementara jumlah makanan dalam diet untuk menghilangkan pemicu dan mengurangi gejala. Kemudian secara perlahan dokter akan menambahkan kembali makanan sambil melihat gejala dan mencari polanya.

Pengujian sensitivitas makanan melalui mediator release testing (MRT) juga bisa membantu menentukan makanan mana yang menyebabkan peradangan. Hasil tes ini nantinya menjadi acuan untuk program diet selanjutnya.

Jeli dalam memilih makanan

makanan tidak sehat

Makanan tertentu bisa memicu jerawat. Maka Anda perlu lebih jeli dalam memilih panganan yang akan dikonsumsi. Namun, bukan berarti Anda tak boleh sama sekali makan makanan ini.

Anda tentu saja boleh memakan makanan yang ada di daftar ini. Akan tetapi, perhatikan porsinya. Jangan terlalu banyak dan terlalu sering. Terlebih jika Anda memang sensitif terhadap salah satunya.

Agar jerawat tak terus bermunculan, ada baiknya untuk memperbanyak makan makanan sehat seperti  buah dan sayuran. Selain itu, coba ganti nasi putih dengan nasi merah yang punya indeks glikemik lebih rendah.

Anda juga bisa mulai mengurangi lemak jahat dengan mengonsumsi makanan minim proses. Ketimbang membeli makanan cepat saji, usahakan untuk memasak sendiri di rumah agar lebih sehat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . 5 menit baca

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ada banyak penyebab kulit kepala gatal, tapi banyak juga bahan-bahan alami dan sederhana yang ampuh mengusir kulit kepala gatal.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 09/06/2020 . 5 menit baca

Diet Susu Dinilai Dapat Menurunkan Risiko Diabetes dan Hipertensi

Hampir semua orang menyukai susu dan produk olahannya karena menawarkan segudang manfaat. Bahkan, diet tinggi susu disebut turunkan risiko diabetes.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat 07/06/2020 . 5 menit baca

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Kulit kering ternyata bisa menimbulkan rasa gatal dan iritasi. Begini cara mengatasi gatal karena kulit kering, serta mencegah kulit jadi semakin kering.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Penyakit Kulit, Health Centers 01/06/2020 . 5 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mencegah ruam popok

Tips Mencegah Ruam Popok Pada Pantat Bayi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
kacang almond

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 5 menit baca
mengusir perut kembung

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 6 menit baca
frozen yogurt vs es krim sehat mana

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 17/06/2020 . 5 menit baca