home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Psoriasis Eritroderma (Psoriasis Eritrodermik)

Definisi |Tanda-tanda dan gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Diagnosis |Pengobatan|Pengobatan di rumah
Psoriasis Eritroderma (Psoriasis Eritrodermik)

Definisi

Apa itu psoriasis eritroderma (eritrodermik)?

Psoriasis eritroderma (eritrodermik) adalah jenis psoriasis yang menyebabkan lesi (jaringan kulit yang tidak normal) mirip luka bakar pada kulit, yaitu kulit yang memerah mengelupas dan terasa sangat menyakitkan.

Peradangan kulit yang terjadi akibat eritroderma bisa merusak 75% area kulit tubuh dalam waktu bersamaan.

Penyebab peradangan kulit akibat psoriasis eritroderma masih belum bisa dijelaskan secara menyeluruh. Akan tetapi, diduga ada kaitan antara gangguan kerja sistem imun dengan kemunculan gejala penyakit ini. Beberapa faktor risiko juga berperan dalam memicu peradangan kulit.

Psoriasis eritrodermik adalah jenis yang paling parah dan bisa mengancam nyawa. Butuh pertolongan medis darurat sebagai bentuk penanganan yang tepat.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Dalam statistik WHO, dari 125 juta orang di dunia 2-3% di antaranya merupakan penderita psoriasis.

Berdasarkan periode onset atau waktu kemunculan gejala psoriasis, sebagian besar keberadaan penyakit ini dideteksi pada usia 15-25 tahun, tapi tak menutup kemungkinan psoriasis bisa dialami setiap usia.

Psoriasis eritrodermik termasuk yang paling jarang ditemukan. Dalam studi berjudul Erythrodermic Psoriasis: Pathophysiology and Current Treatment Perspectives, diperkirakan hanya terdapat 1-2.25% penderita eritroderma di antara seluruh kasus psoriasis.

Sebagai perbandingan, penelitian lain yang dipublikasikan oleh Tunisian Society for Medical Sciences, melaporkan hasil periode onset gejala rata-rata terjadi pada orang berusia 53 tahun dengan sebagian besar penderitanya (3:1) merupakan laki-laki.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala psoriasis eritroderma?

Meskipun jarang terjadi, namun kondisi psoriasis eritroderma bisa sangat berbahaya. Oleh karena itu, amat penting bagi Anda untuk mengenali setiap gejalanya.

Lesi kulit yang memerah seperti terbakar, mengerak, dan tertutup oleh permukaan kulit yang mengelupas merupakan ciri-ciri utama dari eritroderma. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa gatal yang tidak tertahankan sekaligus terasa perih.

Dalam beberapa kasus eritroderma, pustula atau bintil-bintil kulit berisi nanah seperti gejala pada psoriasis pustulosa dapat muncul pada bagian kulit yang meradang.

Gejala bisa bertambah parah secara perlahan, peradangan juga bisa terjadi pada hampir semua bagian kulit tubuh (75-90%) dalam waktu yang bersamaan.

Selain mengalami tanda-tanda seperti di atas, Anda juga bisa merasakan gangguan klinis lainnya seperti:

Komplikasi

Lesi atau kerusakan kulit yang disebabkan psoriasis eritrodermik berdampak serius pada kondisi kesehatan, bahkan bisa membahayakan jiwa.

Pasalnya, kulit yang berperan dalam melindungi tubuh dari kuman penyakit, paparan zat beracun, dan menjaga kelembapan tubuh rusak dalam waktu singkat. Orang dengan eritrodermik psoriasis dapat mengalami demam, gangguan regulasi suhu tubuh, dan kehilangan cairan akibat proses transpirasi dari kulit.

Akibatnya suhu tubuh bisa seketika menurun dengan cepat yang mana memicu kondisi hipotermia. Saat tubuh kehilangan banyak cairan, komplikasi ini dapat berlanjut menjadi dehidrasi dan gangguan elektrolit. Gangguan ini selanjutnya dapat mengakibatkan komplikasi berat bagi tubuh.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda perlu segera menemui tenaga medis terutama dokter spesialis kulit untuk melakukan pemeriksaan, ketika mengalami peradangan kulit yang menunjukkan gejala seperti di atas.

Jangan sampai menunda karena penanganan yang dibutuhkan untuk penyakit ini adalah pengobatan medis sesegera mungkin.

Dokter akan mencoba menghentikan peradangan kulit secepat mungkin sehingga tidak menyebabkan kerusakan kulit yang lebih parah sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.

Penyebab

Apa penyebab psoriasis eritroderma?

Psoriasis bukanlah penyakit kulit yang ditularkan dari satu orang ke orang lainnya. Penyakit ini juga tidak disebabkan oleh pemakaian kosmetik atau produk yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Penyebab psoriasis secara keseluruhan merupakan peradangan kulit yang berkaitan dengan kondisi autoimun, yaitu saat sistem kekebalan tubuh yang bertugas melawan kuman penyakit malah menyerang sel-sel kulit yang sehat.

Mekanisme yang menyebabkan peradangan kulit pada eritroderma hingga saat ini belum bisa diketahui secara pasti.

Kondisi autoimun yang diduga ikut memengaruhi diakibatkan oleh interaksi antara sel darah yaitu sel limfosit T, sel dendritik, keratinosit, neutrofil, dan sitokin proinflamasi. Ketiga sel ini membuat sistem imun mendorong pertumbuhan sel-sel kulit baru yang terlalu cepat.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena psoriasis eritrodermik?

Kendati penyebabnya belum diketahui dengan jelas, beberapa hal dan kondisi dapat menjadi faktor pemicu yang menyebabkan seseorang mengalami psoriasis eritroderma.

Faktor pemicu untuk setiap orang bisa berbeda-beda bahkan berganti dari waktu kewaktu. Faktor-faktor pemicu psoriasis eritroderma meliputi sebagai berikut.

  • Menghentikan pengobatan psoriasis secara tiba-tiba.
  • Menjalani pengobatan psoriasis tertentu, seperti obat steroid oral kortisone.
  • Menggunakan obat dengan kandungan korikosteroid secara berlebihan.
  • Mengalami infeksi.
  • Mengalami stres.
  • Mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
  • Mengalami reaksi alergi yang menimbulkan ruam kulit.
  • Berjemur di bawah matahari terlalu lama.

Menurut National Psoriasis Foundation, penyakit psoriasis vulgaris memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk berkembang menjadi psoriasis eritroderma.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit ini?

Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi gejala. Termasuk gejala seperti nyeri sendi dan kerusakan kuku akibat psoriasis (disebut juga psoriasis kuku). Dokter selanjutnya akan menyelidiki apakah Anda mengalami kondisi yang menjadi faktor risiko.

Karena eritroderma biasa terjadi pada orang dengan riwayat psoriasis vulgaris, maka dokter juga akan menanyakan riwayat penyakit kulit yang pernah Anda alami.

Untuk memastikan diagnosis penyakit, dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan beberapa prosedur meliputi:

Biopsi kulit: dokter akan mengambil sampel kulit yang terdampak untuk selanjutnya dianalisis apakah terdapat tanda-tanda psoriasis.

Tes laboratorium: memang tidak ada tes lab yang bisa mengonfirmasi penyakit ini, tapi tes alergi dan dermatitis kontak bisa dilakukan untuk mengetahui jenis faktor pemicu yang berperan mengakibatkan peradangan.

Pengobatan

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk psoriasis eritroderma?

Pengobatan psoriasis harus dilakukan dengan cepat guna mengembalikan suhu tubuh normal serta kadar elektrolit dan protein tubuh yang hilang.

Pengobatan medis juga bertujuan menghentikan peradangan sehingga bisa meringankan gejala seperti rasa perih dan gatal. Untuk mengembalikan kesehatan kulit melalui pengobatan tetap membutuhkan waktu jangka panjang.

Berikut adalah langkah penanganan medis yang dilakukan oleh dokter dalam mengatasi psoriasis eritroderma.

  • Pengobatan darurat dengan elektrolit untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
  • Rawat inap di rumah sakit dengan injeksi cairan infus serta pengaturan temperatur tubuh.
  • Obat sistemik yang meliputi obat oral atau injeksi seperti ciclosporin, acitretin, methotrexate untuk menekan peradangan yang parah.
  • Obat pengontrol sistem imun (alpha inhibitors) seperti adalimumab, infliximab, ixekizumab, dan ustekinumab.
  • Obat topikal (oles) dengan kandungan vitamin D analog untuk memulihkan proses regenerasi kulit kembali normal.
  • Obat topikan berupa krim atau salep kortikosteroid yang menghentikan peradangan, mengurangi rasa gatal, dan menjaga kelembapan kulit.
  • Obat-obatan antibiotik untuk menghentikan infeksi jamur bakteri, jika memang terjadi infeksi.
  • Terapi cahaya atau fototerapi untuk proses penyembuhan secara lebih lanjut.

Meskipun pada beberapa kasus pengobatan berhasil menghentikan peradangan dan penderita bisa kembali sehat, kemungkinan penderita tidak bisa diselamatkan juga besar. Selain itu, pasien yang mengalami penyakit ini juga memiliki risiko yang lebih besar terhadap infeksi, pneumonia, dan gagal jantung.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi psoriasis eritroderma?

Psoriasis eritrodermik dapat dicegah, terutama bagi orang yang mengalami gejala psoriasis vulgaris dengan menghindari beberapa faktor risiko penyakit ini atau melakukan perawatan kulit psoriasis secara rutin.

Caranya adalah sebagai berikut.

  • Tidak berhenti mengonsumsi obat-obatan psoriasis yang diresepkan dokter secara tiba-tiba.
  • Melindungi bagian kulit yang terdampak psoriasis untuk mencegah infeksi.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Mengurangi konsumsi alkohol.
  • Menghindari kulit terpapar matahari secara langsung terlalu lama.
  • Menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan iritasi kulit, seperti tidak memakai baju berbahan kasar.

Bila Anda masih memiliki berbagai pertanyaan seputar langkah-langkah pencegahan gejala, Anda bisa mendiskusikan hal ini dengan dokter.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Singh, R. K., Lee, K. M., Ucmak, D., Brodsky, M., Atanelov, Z., Farahnik, B., Abrouk, M., Nakamura, M., Zhu, T. H., & Liao, W. (2016). Erythrodermic psoriasis: pathophysiology and current treatment perspectivesPsoriasis (Auckland, N.Z.)6, 93–104. https://doi.org/10.2147/PTT.S101232

Erythrodermic Psoriasis. (n.d.). National Psoriasis Foundation. Retrieved 21 February 2020, from https://www.psoriasis.org/about-psoriasis/types/erythrodermic

Rosenbach, M., Hsu, S., Korman, N., Lebwohl, M., Young, M., Bebo, B., & Van Voorhees, A. (2010). Treatment of erythrodermic psoriasis: From the medical board of the National Psoriasis Foundation. Journal Of The American Academy Of Dermatology, 62(4), 655-662. doi: 10.1016/j.jaad.2009.05.048

Erythrodermic psoriasis. (2004). DermNet NZ. Retrieved 21 February 2020, from https://dermnetnz.org/topics/erythrodermic-psoriasis/

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Fidhia Kemala pada 29/09/2020
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x