Bagaimana Perawatan Kulit Berjerawat yang Benar?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 November 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Jerawat adalah masalah kulit yang dapat terjadi pada siapa saja. Meski terbilang kronis, ada berbagai cara mudah untuk hilangkan jerawat. Namun, cara tersebut tidak akan berhasil bila Anda tidak menerapkan perawatan kulit berjerawat. Seperti apa?

Ragam perawatan kulit berjerawat

jerawat faktor keturunan

Salah satu cara merawat kulit berjerawat sebelum berkonsultasi ke dokter kulit adalah mengetahui penyebab jerawat. Ada banyak faktor yang dapat memicu jerawat, mulai dari faktor genetik hingga kebersihan wajah. 

Faktor-faktor tersebut yang nantinya menentukan jenis perawatan apa yang direkomendasikan oleh dokter. Pasalnya, faktor pemicu jerawat dapat menghasilkan jenis jerawat yang berbeda dalam satu waktu. Alhasil, Anda mungkin membutuhkan perawatan yang berbeda dari orang lain. 

Yuk, kenali apa saja perawatan kulit berjerawat yang dapat mendukung pengobatan jerawat. 

1. Rutin mencuci muka

Salah satu kunci utama dalam perawatan kulit berjerawat adalah menjaga kebersihan kulit, baik wajah maupun anggota badan lainnya.

Kulit yang kotor memang bukan penyebab utama jerawat. Namun, kondisi ini dapat memudahkan bakteri ‘masuk’ ke pori-pori. Akibatnya, bakteri pun menginfeksi kulit dan memicu pertumbuhan jerawat.

Kebiasaan yang paling penting dalam menjaga kebersihan kulit yang berjerawat adalah cuci muka yang benar. Rutinitas ini tidak sekadar membersihkan wajah dari bekas riasan makeup dan kotoran lainnya, tetapi kegiatan harian yang harus selalu dilakukan.

Hal ini bertujuan agar polusi, debu, kotoran, dan minyak yang menempel di kulit wajah akan hilang. Mencuci muka juga mempersiapkan kulit untuk melanjutkan perawatan lainnya demi mendukung proses regenerasi dan peremajaan kulit. 

Meski mencuci muka dapat membersihkan kulit, bukan berarti Anda harus melakukannya sering-sering. Terlalu sering mencuci muka justru dapat menghilangkan lapisan minyak alami wajah dan bahkan membuat muka berjerawat

Kondisi ini dapat memicu produksi minyak berlebih yang tentu dapat menyumbat pori-pori penyebab jerawat. Idealnya, mencuci muka sebaiknya dilakukan dua kali sehari, yaitu pagi dan malam, baik sedang dalam perawatan kulit berjerawat maupun tidak. 

2. Pilih sabun sesuai jenis kulit

sabun cuci muka kulit normal

Selain rutin mencuci muka, jangan lupa untuk memilih sabun sesuai jenis kulit Anda sebagai bagian dari perawatan kulit berjerawat. Sebagai contoh, usahakan untuk menghindari penggunaan sabun berbahan kimia yang keras saat berjerawat. 

Begini, residu bahan kimia tersebut dapat meninggalkan sensasi kering dan kesat berlebih pada kulit setelah digunakan. Ini yang nantinya memicu kulit teriritasi. 

Berikut ini beberapa faktor yang menjadi pertimbangan saat memilih sabun untuk wajah berjerawat. 

  • Tekstur dan jenis sabun, seperti gel, pasta, atau sabun batangan.
  • Pilih bahan aktif yang tepat, seperti asam salisilat dan benzoil peroksida.
  • Gunakan sabun yang mengandung emolien yang bertugas menjaga kelembapan kulit.
  • Hindari sabun yang mengandung pewangi karena dapat membuat jerawat meradang.

Perlu diingat bahwa ketika memilih sabun pencuci muka pastikan bahwa produk tersebut diformulasikan khusus untuk wajah. Pasalnya, kulit wajah dan kulit badan memiliki ketebalan yang berbeda. Kulit wajah lebih tipis dibandingkan kulit tubuh. 

Oleh karena itu, produk sabun yang dipakai tentu perlu dibedakan meski sama-sama berjerawat. Selain itu, sabun untuk badan cenderung mengandung deterjen yang lebih tinggi, sehingga dapat mengiritasi kulit wajah dan membuatnya terlalu kering.

Alih-alih merawat wajah berjerawat, salah pilih sabun justru dapat memicu kemunculan jerawat baru. 

3. Batasi penggunaan scrub di kulit berjerawat

scrub wajah

Sabun cuci muka yang mengandung scrub memang dapat mengangkat tumpukan sel kulit mati serta minyak dan kotoran yang menyumbat pori-pori kulit. Maka, tak heran bila cara ini membantu mencegah jerawat muncul. 

Sayangnya, cuci muka dengan sabun scrub saat kulit berjerawat justru dapat memperparah kondisi Anda. Hal ini juga berlaku terhadap eksfoliasi kulit saat berjerawat. Oleh sebab itu, dokter mungkin tidak menyarankan sabun scrub sebagai perawatan kulit berjerawat. 

Bagaimana tidak, butiran-butiran scrub tidak dapat menembus hingga ke dalam pori-pori sebagai tempat jerawat berkembang. Butiran scrub hanya mengangkat lapisan sel kulit mati di lapisan teratas kulit yang tentu tidak efektif mengatasi jerawat. 

Bila diteruskan, butiran scrub dapat melukai kulit yang berjerawat dan mengalami iritasi. Semakin kuat Anda menggosok, semakin parah iritasi kulit yang akan terjadi.

Bagaimana Cara Menghilangkan Jerawat yang Ampuh, Cepat, dan Aman?

4. Benahi pola makan

Tahukah Anda bahwa ternyata ada beberapa jenis makanan penyebab jerawat? Meski tidak berdampak langsung terhadap kulit, makanan tertentu dapat meningkatkan produksi minyak berlebih yang mampu menyumbat pori. Akibatnya, jerawat pun muncul. 

Sebagai contoh, makanan dan camilan yang dapat meningkatkan kadar gula darah dapat memicu insulin berlebih dalam tubuh. Bila hal ini terjadi, metabolisme mengalami perubahan yang menghambat penyembuhan jerawat. 

Tidak hanya itu, insulin juga memicu produksi sebum berlebih sebagai penyebab jerawat. Alih-alih mengonsumsi makanan manis dan berlemak, Anda bisa menggantinya dengan beberapa hal di bawah ini.

  • Produk gandum utuh.
  • Kacang dan biji-bijian.
  • Ikan yang mengandung omega-3 tinggi untuk mengurangi jerawat yang terinfeksi.
  • Perbanyak sayur dan buah-buahan segar.

Dengan begitu, Anda lebih mudah menghilangkan jerawat melalui perawatan yang tepat. 

Penuhi kebutuhan cairan Anda

Selain konsumsi makanan dan minuman yang sehat, jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan cairan sebagai perawatan kulit berjerawat. Air putih dapat membantu proses detoksifikasi dan menjaga kelembapan kulit dari dalam. 

Konsumsi air putih yang cukup juga membantu memperlancar peredaran darah yang mungkin dapat memudahkan Anda mengatasi jerawat. Meski begitu, diperlukan penelitian khusus untuk melihat apakah air putih benar-benar dapat merawat kulit berjerawat.

5. Mengendalikan stres

Manfaat yoga bridge pose

Tak hanya mengganggu penampilan, jerawat juga membuat sebagia besar orang merasa pusing tak keruan. Padahal, semakin tinggi tingkat stres seseorang, semakin rentan terhadap jerawat. 

Oleh sebab itu, Anda perlu pintar-pintar mencari cara mengendalikan stres ketika merawat kulit yang berjerawat.

Selain menjalani perawatan dari dokter, seperti menghabiskan penggunaan antibiotik untuk jerawat, ada cara lainnya yang dapat dilakukan sebagai berikut.

  • Menyamarkan jerawat dengan riasan yang sesuai dengan jenis kulit.
  • Lakukan kegiatan yang disukai, seperti mendengar musik atau menggambar.
  • Rutin berolahraga.
  • Menjalani aktivitas yang menenangkan pikiran, seperti meditasi dan yoga.

Jangan pernah merasa bahwa Anda satu-satunya yang mengalami masalah jerawat. Ada berjuta-juta orang yang memiliki penyakit yang sama dengan Anda. Alih-alih tenggelam dalam kesedihan, sebaiknya berfokus terhadap pengobatan untuk mengatasi jerawat. 

6. Rutin berolahraga

Rutin berolahraga adalah salah satu cara mengendalikan stres yang secara tidak langsung dapat membantu mengatasi jerawat. Selain itu, keringat yang keluar saat berolahraga juga membuka pori-pori yang memudahkan kotoran dan bakteri terangkat. 

Meski begitu, Anda disarankan untuk langsung mandi setelah berolahraga untuk agar pakaian kotor dan keringat tidak menyumbat pori-pori. 

Bolehkah berenang saat jerawatan?

Ada banyak jenis olahraga yang bisa dilakukan sebagai upaya perawatan kulit berjerawat. Namun, apakah berenang termasuk salah satu olahraga tersebut? 

Banyak orang yang beranggapan bahwa air kolam renang justru dapat memperparah jerawat. Pasalnya, kolam renang memang cukup kotor dan tercemar, seperti tercampur oleh keringat, air liur, dan berbagai produk lainnya. 

Oleh sebab itu, pengelola biasanya memurnikan air dengan zat yang disebut klorin atau kaporit untuk membunuh mikroorganisme berbahaya di air kolam. Bagi orang yang berjerawat dengan kulit yang cukup sensitif tentu merasa khawatir dengan klorin.

Kulit Kering Berjerawat? Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Penelitian yang diterbitkan di The Journal of Dermatology melaporkan bahwa air yang mengandung klorin dapat membuat kulit menjadi sangat kering. Pasalnya, klorin mengurangi kemampuan kulit untuk menjaga kelembapannya.

Tidak heran bila banyak orang yang berjerawat memilih untuk menghindari jenis olahraga ini, terutama pemilik kulit kering. Berenang saat berjerawat sah-sah saja. Namun, Anda perlu melakukan perawatan ekstra terhadap kulit berjerawat ini sebagai berikut.

  • Membersihkan wajah dengan air bersih dan sabun.
  • Langsung menggunakan pelembap setelah membilas tubuh.
  • Gunakan tabir surya sebelum berenang dan ulangi pemakaiannya.

7. Lindungi kulit dari sinar matahari

Sinar UV matahari adalah salah satu faktor yang dapat memicu peradangan, kemerahan, dan flek hitam pada wajah. Berlama-lama di luar ruangan tanpa perlindugan tabir surya juga dapat memperparah kondisi jerawat Anda. 

Selalu gunakan losion sunscreen SPF 15 atau lebih tinggi dalam jangka waktu minimal 20 menit setiap kali sebelum keluar rumah. 

Usahakan untuk memilih tabir surya yang mengandung senyawa kimia ringan, seperti avobenzone dan oxybenzone atau dengan label noncomedogenic. Hal ini bertujuan untuk mencegah kemunculan jerawat baru. 

Selain menggunakan tabir surya, Anda juga dapat merawat dan melindungi kulit berjerawat dari sinar matahari dengan beberapa hal, seperti: 

  • topi,
  • pakaian lengan panjang,
  • celana panjang, dan
  • kacamata hitam.

8. Pilih produk perawatan yang tepat

skin care tidak bekerja

Kunci utama dari kesuksesan perawatan kulit berjerawat adalah memilih produk perawatan yang tepat. Selain sabun pembersih wajah, Anda mungkin ingin mencoba produk perawatan kulit yang diklaim membantu mengatasi jerawat. 

Pertama-tama, penggunaan toner. Produk toner berfungsi untuk merawat dan membersihkan sisa kotoran yang masih menempel di wajah setelah mencuci wajah. 

Bagi pemilik kulit berminyak, sebaiknya pilih toner dengan kandungan AHA (asam alfa hidroksi) setelah mencuci muka. Sementara itu, pemilik kulit kering atau sensitif dapat menggunakan toner berbahan PHA. 

Selanjutnya, alih-alih menggunakan produk berbahan dasar minyak, pemilik kulit berminyak sebaiknya memakai produk berbahan gel atau losion yang ringan. Metode ini bertujuan agar tidak merangsang kelenjar minyak yang sudah aktif. 

Perawatan kulit berjerawat memang cukup sulit, terutama saat memilih produk yang cocok sesuai dengan jenis kulit. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit ketimbang mencoba-coba produk yang nantinya dapat memperparah jerawat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sederet Fungsi Vitamin B untuk Kecantikan

Kalau menyangkut kesehatan kulit dan rambut, vitamin E selalu jadi idola. Padahal vitamin B untuk kecantikan tak kalah pentingnya. Untuk apa?

Ditulis oleh: Tiara Putri
Kesehatan Kulit 29 November 2020 . Waktu baca 5 menit

9 Cara Alami Memanjangkan Bulu Mata Supaya Lebih Lentik

Tidak semua orang ingin melakukan extension bulu mata. Namun Anda bisa memanjangkan bulu mata dengan cara yang aman dan murah meriah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hidup Sehat, Kecantikan 26 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Siku Kering? Ini 6 Cara Efektif untuk Mengatasinya

Siku kering hingga berwarna putih bukan hanya merusak penampilan, tapi juga kadang membuat tidak nyaman. Begini cara mengatasinya.

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Kesehatan Kulit 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Siapa yang suka makan bengkoang? Nyatanya, kandungan dan manfaat bengkoang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi, Hidup Sehat 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

proses pasang behel

Bagaimana Proses Pemasangan Behel atau Kawat Gigi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
tips mengurangi garis halus di wajah

5 Cara Alami Mengurangi Garis Halus dan Keriput di Wajah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
ciri kulit bayi sensitif

3 Ciri Kulit Bayi Anda Sensitif dan Perlu Perawatan Khusus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 2 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
krim perontok bulu

Menggunakan Krim untuk Menghilangkan Bulu, Amankah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit