4 Kebiasaan Makan untuk Mencegah Kanker Usus Besar

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Banyak jenis kanker yang bisa menyerang tubuh Anda, salah satunya adalah kanker usus besar. Pola makan menjadi salah satu faktor risiko penyebab kanker yang menyerang usus besar ini. Sehingga salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kanker usus besar adalah dengan menerapkan pola makan yang baik.

Pola makan untuk mencegah kanker usus besar

Makanan yang masuk ke dalam tubuh Anda merupakan salah satu hal yang dapat memengaruhi risiko Anda mengalami kanker usus besar. Sehingga, menerapkan kebiasaan makan yang buruk dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

1. Kurangi kebiasaan makan daging merah

Bagi Anda yang suka sekali mengonsumsi daging merah, Anda mungkin harus mengurangi jumlah daging yang Anda konsumsi mulai sekarang. Mengapa? Karena konsumsi daging merah dalam jumlah banyak terbukti dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kanker usus besar.

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi daging merah sebanyak 3 ons per hari untuk pria dan sebanyak 2 ons per hari untuk wanita dapat meningkatkan risiko kanker usus besar sebesar 30-40%. Bahkan, konsumsi daging olahan memiliki hubungan yang lebih kuat dengan peningkatan risiko kanker usus besar.

2. Perhatikan cara masak daging

Cara memasak daging bisa menjadi penyebab mengapa daging merah dikaitkan dengan kanker usus besar. Memasak (seperti menggoreng, memanggang, atau membakar) daging pada suhu tinggi –bahkan sampai daging hangus- dapat menyebabkan interaksi antara kreatinin otot dengan asam amino. Akibatnya, sejumlah senyawa karsinogenik (senyawa penyebab kanker) terbentuk.

3. Pilih daging rendah lemak

Lemak dari daging merah atau daging olahan juga dapat mendukung perkembangan kanker usus besar. Asupan lemak yang tinggi dapat menyebabkan asam empedu dalam jumlah besar dilepaskan ke dalam saluran pencernaan untuk membantu memecah lemak. Asam empedu kemudian diubah menjadi asam empedu sekunder saat masuk ke usus besar. Dan, hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan tumor di usus besar.

Untuk itu, disarankan bagi Anda untuk mengurangi jumlah konsumsi daging merah maupun daging olahan. Anda bisa mengganti sumber protein Anda dengan mengonsumsi daging ayam, ikan, tahu, tempe, atau kacang-kacangan.

4. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan

Sayuran dan buah-buahan mengandung serat tinggi yang baik untuk kesehatan pencernaan dan membantu mencegah kanker usus besar. Sebuah teori menjelaskan bahwa makanan serat tinggi dapat menurunkan risiko kanker usus besar dengan mengurangi lamanya waktu makanan ada di usus besar, melarutkan bahan yang ada di usus besar, dan merangsang fermentasi bakteri anaerobik untuk meningkatkan produksi asam lemak rantai pendek.

Antioksidan yang banyak terkandung dalam sayuran dan buah juga dapat membantu Anda dalam mencegah kanker. Antioksidan bekerja dengan cara melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kandungan nutrisi dalam sayuran dan buah, seperti asam folat dan vitamin B juga terbukti dapat melindungi Anda dari kanker. Asam folat dan vitamin B yang banyak terkandung dalam sayuran hijau berhubungan dengan penurunan risiko kanker usus besar, jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi (dari sumber alami bukan dari suplemen).

Sayuran dan buah-buahan juga mengandung senyawa antikanker, seperti polifenol, karotenoid, terpen, thioethers, dan glucosinolates. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa minum teh hijau (mengandung polifenol) secara teratur dapat menurunkan risiko kanker usus besar sebesar 40%.

Selain minuman teh hijau, rempah-rempah seperti kunyit, sayuran hijau, bawang putih, bawang bombay, dan buah sitrus seperti jeruk, juga dapat memberi manfaat dalam mencegah kanker usus besar.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Resep Dessert Vegan yang Mudah dan Lezat

Kata siapa seorang vegan tak bisa menikmati berbagai pencuci mulut yang menggugah selera? Tiga dessert vegan yang mudah dibuat ini nikmatnya berani diadu!

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Penurunan fungsi pendengaran dapat terjadi pada siapa saja. Namun, Anda bisa menurunkan risiko gangguan pendengaran lewat diet sehat, lho.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Nutrisi, Hidup Sehat 25/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Saat lapar, rasanya hanya ingin marah sampai Anda mendapat yang Anda mau. Tapi, kok bisa begitu, ya? Kenapa kita mudah marah saat kelaparan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 10/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Kanker Usus Besar

Kanker usus besar adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasiny berikut ini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makanan dan buah untuk jantung lemah

Makanan yang Disarankan untuk Penderita Jantung Lemah (Kardiomiopati)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 23/06/2020 . Waktu baca 7 menit

False Hunger: Membedakan Lapar Asli dan Lapar Palsu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
apa itu kolesterol

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit
tidak cepat lapar

10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit