Apakah Vaksinasi HPV Aman Dilakukan Pada Anak-anak?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Menurut data Information Centre on HPV and Cervical Cancer, WHO, terdapat sekitar dua dari 10.000 wanita di Indonesia mengalami kanker serviks dan diperkirakan 26 wanita meninggal setiap harinya karena kanker ini. Oleh karena itu, pencegahan sangat penting untuk dilakukan, salah satunya dengan pemberian vaksinasi HPV sejak usia dini. Lantas, apakah vaksin HPV aman untuk diberikan kepada anak-anak? Apakah ada risiko vaksinasi HPV pada anak-anak? Ini jawabannya.

Vaksin HPV dianjurkan diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual

Tak sedikit wanita yang meninggal dunia karena kanker serviks. Padahal, kanker ini bisa dicegah dengan pemberian vaksin HPV.

HPV atau human papillomavirus merupakan virus yang bisa menular baik melalui kontak kulit maupun lewat hubungan seksual, hingga akhirnya menyebabkan kanker serviks. Menurut WHO, 91% kasus kematian kanker serviks berawal dari infeksi human papillomavirus yang diabaikan. Artinya pengaruh virus HPV terhadap kanker serviks sangat besar.

Selama ini masyarakat menganggap bahwa vaksinasi HPV pada anak-anak tidak perlu diberikan karena pada usia tersebut mereka belum aktif secara seksual. Padahal, vaksin HPV justru lebih efektif diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual. Seperti yang dilansir dari Kompas, Ikatan Dokter Anak Indonesia bahkan merekomendasikan vaksinasi HPV pada anak-anak diberikan sejak usia 10 tahun.

Lantas, apakah vaksinasi HPV pada anak-anak aman dilakukan? Menurut penelitian yang telah dipublikasikan di International Journal of Women’s Health, vaksinasi HPV sangat aman diberikan kepada anak-anak. Bahkan setelah hampir 10 tahun, vaksin ini efektif sebesar 95% mencegah virus HPV.

Hal ini juga didukung oleh Centers for Disease Control and Prevention yang menyatakan bahwa vaksinasi HPV pada anak-anak sangat aman dilakukan karena sudah melalui uji klinis. Lalu, bagaimana dengan anggapan bahwa vaksin ini akan membuat anak-anak Anda akan mengalami gangguan menstruasi dan memengaruhi kesuburan? Jawabannya adalah tidak.

Vaksin HPV tidak akan membuat anak Anda mengalami gangguan menstruasi dan kesuburan. Jadi, jangan takut untuk memberikan vaksin HPV pada anak Anda. Vaksin ini akan menjauhkan buah hati Anda tercinta dari kanker serviks yang mematikan.

Adakah efek samping vaksinasi HPV pada anak-anak?

Efek samping vaksinasi HPV umumnya terjadi hanya sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek yang sering dikeluhkan seperti bengkak, nyeri dan kemerahan di sekitar lokasi suntikan serta sakit kepala. Menurut Centers for Disease Control and Prevention ada baiknya anak duduk dan berbaring setelah mendapatkan vaksin selama 15 menit.

Selain itu efek samping yang tidak terlalu sering ditemukan yaitu berupa demam, mual dan rasa sakit di sekitar lengan, tangan atau kaki hingga munculnya ruam merah yang gatal. Seperti yang dilansir dari situs kesehatan Web MD, efek samping yang mungkin muncul setelah dilakukan vaksinasi hanya bersifat sementara. Anda tidak perlu mengkhawatirkannya.

Konsultasikan dengan dokter sebelum Anda memutuskan memperoleh vaksinasi HPV untuk anak.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Long-term efficacy and safety of human papillomavirus vaccination.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4262378/. Accessed 05/12/2017.

Protect Your Children from Cervical and other HPV Cancers. https://www.cdc.gov/features/preventcancer/index.html. Accessed 05/12/2017.

HPV Vaccines Are Safe For Your Child. https://www.cdc.gov/vaccinesafety/pdf/parents-hpv-vaccine-is-safe.pdf. Accessed 05/12/2017.

Human papillomavirus and HPV vaccines: a review. https://scielosp.org/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S0042-96862007000900018. Accessed 05/12/2017.

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Tes IVA Saat Hamil untuk Mendeteksi Kanker Serviks?

Mungkin Anda ragu ketika hamil dan ingin melakukan tes untuk mendeteksi kanker serviks. Apakah tes IVA saat hamil boleh dilakukan? Simak ulasan berikut.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Efektivitas Vaksin Flu dalam Melawan COVID-19, Apakah Bisa Digunakan?

Gejala yang mirip mungkin membuat sebagian orang mengira bahwa vaksin flu dapat digunakan untuk membantu mencegah COVID-19. Benarkah demikian?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 14/03/2020

Berbeda dengan Pengangkatan Jaringan, Pahami Lebih Jauh Seputar Biopsi Serviks

Biopsi serviks biasanya dilakukan untuk mengamati sel yang dicurigai. Prosedur ini tidak harus mengangkat seluruh benjolan. Bagaimana biopsi ini dilakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Memahami Prosedur Tes HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Dari beberapa macam tes medis untuk mendeteksi kanker serviks, tes HPV DNA bisa menjadi salah satu pilihan Anda. Namun, bagaimana tes ini dilakukan?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Apa Bedanya Vaksin mRNA dengan Vaksin Biasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Mengapa Pasien Ginjal Perlu Diberikan Vaksin Tertentu? Ini Penjelasannya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020
Jalan Panjang Indonesia dalam Membuat Vaksin COVID-19

Jalan Panjang Indonesia dalam Membuat Vaksin COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020
Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Kenali Komplikasi dan Harapan Hidup Kanker Serviks

Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 27/03/2020